3 peran seorang bos

Seorang bos,sebesar apapun institusinya dan seberapa banyak anggota bawahannya,mempunyai peran yang cukup banyak. Bos pada hakekatnya adalah seorang pemimpin,seorang bapak dan guru bagi anak-buah atau karyawannya.Peran ini harus dimainkan secara baik dan benar sehingga suasana kerja menjadi sejuk dan menyenangkan (tadinya saya mau menggunakan istilah kondusif,entar sahabat bilang:”alaaaa ikut-ikutan pejabat aza”

Peran sebagai pemimpin.

BOS IS..Sebagai seorang pemimpin,dia harus tahu apa pengertian kepemimpinan itu.Kepemimpinan adalah ilmu dan seni untuk mempengaruhi orang lain sedemikian rupa sehingga diperoleh ketaatan,kepatuhan,kerjasama dan bantuan yang dilakukan secara sadar dan ikhlas.Tidak semua bos memiliki kemampuan alami untuk menjadi pemimpin yang baik.Oleh karena itu dia harus belajar dengan tekun dan terus-menerus untuk meningkatkan leadership skill atau kecakapan memimpin.Tidak diharamkan jika seorang bos mengembangkan kemampuan dan gaya kepemimpinannya melalui belajar dari kekuatan dan kelemahan pemimpin senior atau pendahulunya.Jelasnya mengambil gaya kepemimpinan yang baik dan membuang jauh-jauh gaya kepimpinan yang jelek dari mereka.

Seorang pemimpin yang ingin sukses harus mengerti tujuan dan tugas pokoknya serta mengerti kemampuan dan keterbatasan aset yang tersedia.Seorang pemimpin harus memiki watak dan moral yang baik,mempunyai intelegensia yang baik dan mempunyai sifat kewaspadaan,antusias dan ketrampilan yang baik.Bukan hanya itu saja. Seorang pemimpin juga perlu memahami prinsip-prinsip kepemimpinan antara lain :mengetahui diri sendiri dan berusaha untuk meningkatkan kemampuannya,yakinkan bahwa tugas pekerjaan dimengerti oleh anak buah atau karyawannya,menumbuhkan tanggung jawab diantara anak buah,membuat keputusan yang sehat dan tepat waktu.Sebagai pemimpin,bos juga harus memberi suri tauladan dihadapan anak buahnya,memiliki kemampuan untuk memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan,dan lain-lainnya.

Peran sebagai bapak.

Bos,dalam perannya sebagai seorang bapak harus memperhatikan kesejahteraan anak-buahnya baik lahiriyah maupun batiniah atau morilnya.Namun bidang ini tetap ditempatkan pada urutan kedua setelah tugas pokok institusinya. Hak-hak anak buah harus diberikan sesuai ketentuan yang berlaku baik hak berupa gaji,hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,hak cuti,hak mengikuti pendidikan guna pengembangan dirinya, hak untuk naik pangkat/jabatan sesuai ketentuan yang berlaku dan hak-hak lain yang sudah diatur dalam undang-undang atau peraturan yang ada.

Sebagai seorang bapak dia harus juga berlaku adil terhadap anak-buahnya. Jangan ada yang merasa menjadi anak emas atau anak tiri dikalangan anak buah.Jangan sekali-kali melakukan politik  belah bambu terhadap anak buah,ada yang diangkat,ada yang dinjak. Pemberian reward(penghargaan) bagi yang berprestasi dan punishment (hukuman) bagi anggota yang melakukan pelanggaran tentu harus diterapkan secara bijaksana.

Sebagai seorang bapak dia harus meluangkan waktu yang cukup untuk melihat,mendengar dan berbicara dengan anak-buah dan keluarganya tentang hal-hal yang menjadi urusan,kesulitan atau persoalan-persoalan mereka. Selanjutnya berusaha bertindak untuk membantu pemecahannya.Ini perlu dilakukan sebelum persoalan-persoalan tersebut berdampak buruk terhadap anak buah maupun terhadap institusi secara keseluruhan.Bos harus menganggap bahwa persoalan anak buah juga merupakan persoalannya dan pada akhirnya akan menjadi persoalan institusinya.

Sebagai bapak, si bos juga harus mengembangkan hubungan yang baik dengan anak buahnya.,mengurangi kesalah-fahaman yang mungkin terjadi dan mengusahakan hilangnya tembok penghalang komunikasi antara bapak dengan”anaknya”.Dia harus memperlakukan anak-buahnya dengan penuh martabat,jujur,adil,penghargaan dan konsisten.Dia juga harus mengembangkan hubungan antar manusia dengan baik tanpa membeda-bedakan mereka dari segi suku,agama dan budaya mereka.

Sebagai bapak,bos juga dituntut untuk menciptakan iklim yang sehat dilingkungan tempat kerjanya.Dengan iklim yang sehat setiap anak buah atau karyawannnya akan merasa nyaman dalam menjalan tugas maupun dalam kehidupannya sehari-hari bersama keluarganya. Iklim seperti ini diperlukan agar bos tidak menghabiskan energinya untuk mengurusi hal-hal yang seharusnya bisa didelegasikan kepada pimpinan-pimpinan dibawahnya.

Peran sebagai guru

Dalam perannya sebagai guru,bos bertanggung jawab atas kinerja,pelatihan dan pengembangan diri anak buahnya.Titik perhatian mereka harus lebih banyak diletakkan pada bidang pelatihan guna menjamin bahwa anak buahnya memiliki pengetahuan ,pengalaman dan kepercayaan diri yang memadai untuk melaksanakan tugasnya. Bos tidak hanya melulu menuntut kinerja anak buahnya tanpa memberikan kesempatan mereka untuk mengembangkan kemampuannnya sehingga mencapai standart kecakapan,ketrampilan dan keahlian yang diinginkan.

Lalu bagaimana ?

Harapan yang diletakkan kepada bos begitu besar.Oleh karenanya seorang bos,apapun perannya,harus memiliki integritas yang memadai. Integritas merupakan nilai suatu kepribadian yang mencakup kejujuran,kerelaan,ketulusan hati,ketidak-curangan,ketabahan dan lain sebagainya.Seorang bos juga harus memiliki tingkat profesionalitas yang baik serta mampu bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut,baik dilingkungan institusi maupun dilingkungan masyarakat.

Harus diingat bahwa anak buah atau karyawan akan selalu memperhatikan dengan seksama tingkah laku,kecakapan,ketrampilan dan kejujuran atasannya. Sekali saja seorang atasan melakukan perbuatan yang menyimpang akan mengurangi kepercayaan mereka terhadap si bos.

Dalam instittusi atau perusahaan yang besar tentu si bos bisa mendelegasikan hal-hal tersebut diatas kepada bos-bos kecil dibawahnya, namun tanggung jawab tetap berada pada si bos.

PENGGERAK ANAK BUAH

Membangun semangat

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Kiat dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke 3 peran seorang bos

  1. idham berkata:

    trimakasih, kebetulan saya juga boss
    he..he..
    tukeran link yuk?
    (boss kok minta tukeran link)


    Thanks dan komentarnya mas,tuker link hayuuu

  2. zee berkata:

    Postingan yang menarik untuk hari Senin pagi pak..

    m>Thanks mas,sekali2 nulis yang agak serius he.he..<ehe</e

    m>

  3. Dinda Watson berkata:

    Pak, postingan awardnya kok belom di post?

    dah disiapkan kok,sore Insya Allah nongol.Thanks ya

  4. akmalhasan berkata:

    Makasih dah berkunjung ke blog saya Boss :)

    Kapan-kapan kupas juga apa peranan anak buah kayak saya…hehehe

    salam sukses selalu,
    Akmal

    Insya Allah mas,entar cari pangsit,eh wangsit dulu

  5. edratna berkata:

    Saya sepakat dengan isi tulisan ini, saya sendiri pernah menulis tentang peran seorang pemimpin yang bersifat melayani di http://edratna.wordpress.com/2007/10/13/
    perlunya-menjadi-seorang-pemimpin-yang-bersifat-melayani/

    Terima kasih mbak,sebaiknya pemimpin memang siap melayani juga,jangan maunya dilayani terus.

  6. faza berkata:

    nice post pak dhe,
    aku dah nyoba ngelakuinnya tuh, bahkan aku tambah satu, aku juga memposisikan diri sebagai temen or kakak buat mereka (anak buahku) hehehe… ga tau dah berhasil lom ya??? sejauh ini sih ga pernah ada benturan yang terjadi. semua adem ayem aja.
    btw, kalo waktu aku mo resign mereka malah pada demo, itu pertanda aku boss yang baik ya? hehehe 6_^
    salam hormat…

    Insya Allah,jika baik kepada semua orang mereka juga akan baik kepada kita mas.Sukses yaaa

  7. zefka berkata:

    Untung bos gw mendekati ideal untuk profil seorang bos (menurut gw lho..), orangnya fleksibel.
    Bisa jadi guru… kalo gw lg kebingungan nyelesaikan masalah
    Bisa jadi pemimpin…. kalo gw lagi butuh di arahkan
    Bisa jadi teman… kalo gw lagi pengin curhat dan bantuan
    Bisa jadi bapak… kalo gw lagi pengin manja2
    Bisa jadi bawahan…. kalo gw lagi presentasi, yg tau bahan presentasinya kan gw, bos gw kan malah gw yg jelasin :lol:

    Itu termasuk bos yang kaya arti,kalau tidak ada dicari,kalau pergi ditangisi ya mbak.

  8. Bang Dje berkata:

    Kelihatannya ini berbanding lurus dengan semboyan, Ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.

    Sependapat mas.Itu juga yang dijadikan bagian asas-asas kepemimpinan TNI ( ada 12 asas)

  9. Diyah berkata:

    Trims dah berunjung ke blog saya, artikel bpk jg menarik bisa menambah pengetahuan saya yg cuma ibu rt ini he..he..he..

    Matur nuwun mbah Diyah sudah mampir dan memberi komentar di blog saya.salam

  10. Maimunah berkata:

    Menarik sekali artikelnya,..coba saja bos saya baca dan mau menjadi pemimpin seperti ini.
    sayang…bos saya ngga seperti itu, padahal masih saudara sendiri, tidak ada toleransi sama sekali dan kelihatan sekali ketidakikhlasannya..:( serba salah mungkin dia mau pecat saya ngga enak, sy juga pengin mengundurkan diri jg ngga enak..apa ada solusi yg terbaik?

Komentar ditutup.