Rasa cinta pasti ada

VolendamSeorang pemuda menggendong accordion memasuki halaman sebuah rumah yang lumayan besar dan terkesan mewah.Pakaian anak muda ini lumayan rapi dan tampak ngetrend.Kaos oblong warna merah dengan tulisan berbunyi I’m not a beggar dibagian depan,dipadu-padankan dengan celana jeans warna hitam yang belum terlalu belel.Kakinya memakai sepatu cat yang juga tampak bersih.Rambutnya model cegakdrongtak alias cepak tidak-gondrong juga tidak-artinya sedang-sedang saja.

Accordion yang digendong didepan dadanya memang sudah agak kusam warna catnya.Mungkin dia beli dipasar loak atau menyewa dari salah seorang temannya.

Baru saja pemuda ini memainkan intro sebuah lagu,laki-laki yang sedang duduk membaca koran diteras bergegas masuk rumah.Pemuda itu tak peduli,sambil memainkan accordion dia langsung mengumandangkan sebuah lagu melayu lama.

Rasa cinta pasti ada
Pada makhluk yang bernyawa
Sejak lama sampai kini
Tetap suci dan abadi

“Orangnya tidak ada!“,terdengar teriakan suara perempuan dari dalam rumah.Tetapi pemuda itu seolah cuek-bebek dan dengan gayanya yang slengekan terus melanjutkan dendangan lagu dengan suara yang agak berat namun kedengaran kompak dengan tingkahan suara accordion yang meliuk-liuk,kadang disisipkan sedikit vibra.

Takkan hilang selamanya
Sampai datang akhir masa
Takkan hilang selamanya
Sampai datang akhir masa
Renungkanlah

“Orangnya tidak adaaaaaaaaaa!”,kembali terdengar teriakan seorang wanita dari dalam rumah.Lagi-lagi pemuda itu tak peduli dan terus melanjutkan menyanyi dengan tenangnya.Ehhh…tunggu dulu,ternyata syair lagu Renungkanlah telah diubah dalam reffreinnya,coba dengarkan.

Perasaan tadi adaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Mengapa bilang tak adaaaaaaaaaaaaaa

Tampak seorang perempuan berlari-lari keluar rumah sambil membawa sapu.“Sudah dibilang nggak ada kok  masih ngotot tho yaaaaa.Aku jadi yang tombok  nich mbayari kamu, soalnya tuan nggak keluar-keluar dari kamar”,kata si mbak pembantu sambil tersenyum mengambil uang yang diselipkan dibalik bravo hotelnya.Setelah menerima uang,pemuda pengamen tadi mengulangi reffrein lagu dengan lirik yang benar.

Perasaan insan sama
Ingin cinta dan dicinta
Bukan ciptaan manusia
Tapi takdir yang kuasa
Janganlah engkau mungkiri
Segala yang Tuhan beri

Rasa cinta pasti ada
Pada makluk yang bernyawa
Sejak lama sampai kini
Tetap suci dan abadi
Takkan hilang selamanya
Sampai datang akhir masa
Takkan hilang selamanya
Sampai datang akhir masa
Renungkanlah…………………..

Dihalaman rumah mewah ini sedang berlangsung ungkapan rasa senasib sepenanggungan antara si pengamen dan mbak pembantu,yang sama-sama mersakan susahnya mencari nafkah.Mbak pembantu rela menyisihkan sedikit penghasilannya untuk seorang teman.Sementara pemilik rumah mewah,seolah tak peduli.Hatinya tak tersentuh oleh lagu yang didendangkan oleh pengamen.Uang yang berlimpah ternyata hanya untuk dirinya sendiri,tak ada secuilpun rasa untuk berbagi.

Renungkanlaaaaaaaaah.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

30 Balasan ke Rasa cinta pasti ada

  1. masmpep berkata:

    ya, dicoba lagi saja pakde. diketik ulang manual saja….

    (tapi kayaknya pakde bukan orang yang saya maksud. meskipun demikian, mengunjungi blog saya tetap dipersilakan, he-he-he).

    Saya juga pernah salah orang kok mas di FB,saya seneng banget karena dulu tetangga saya.ee begitu nongol fotonya ternyata lain.Salam mas.

  2. mas topik berkata:

    Salam Kenal, Saya mencoba memberikan pendapat yang berbeda sekedar sebagai perenungan.
    Saya tinggal di perkampungan di pojok dekat jalan raya. Saking nylempitnya, kelihatannya kampung ini jarang dimasuki pengamen. Cuman sayangnya semua pengamen yang lewat berpikir yang sama akhirnya justru tiap hari pengamen wajib mampir. boleh saya katakan perhari dari jam 7 pagi mruput sampai jam 9 malam pasti ada pengamen yang jumlahnya lumayan dan berganti2 rupa. Pernah kejadian, setelah gitar digenjrengkan, dan tidak nyanyi karena uang sudah terlanjur ditangan, ternyata ada pengamen baru dengan jreng yang berbeda.
    Say sedang berada dalam sudut pandang sang terdakwa orang yang didalam rumah tadi, meskipun saya bukan termasuk kaya. Saya berfikir kenapa tidak bekerja saja, mengemis saya pikir lebih baik dari pada mengamen yang meminta dengan lebih tidak “memaksa”, tidak ada tawar menawar. hanya terjadi satu “penawaran” Gue nyanyi, Lu bayar.
    Meskipun saya termasuk tidak sepakat dengan tradisi bangsa kita yang suka meminta-minta, tapi kalau harus terpaksa memilih, saya lebih simpatik untuk memberikan sedekah yang tanpa mempertimbangkan sedikit atau banyak kepada orang tua renta, yang memang sudah fakir lagi tidak mampu, dari pada kepada pemuda segar bertenaga yang seharusnya lebih banyak karya yang dia hasilkan dengan berusaha. Demi kemajuan bangsa ini. Yang terakhir, yang perlu digaris bawahi adalah mengamen juga mengemis, cuma tidak semua pengamen dan orang umum berpikir demikian.

    Semoga bermanfaat.

Komentar ditutup.