Jangan Durhaka Kepada Orang Tua

Dalam agama apapun setiap manusia dianjurkan untuk berbakti kepada orangtua karena merekalah kita ada. Mereka juga yang membesarkan kita dengan penuh kasing sayang dan mendidik kita. Kita sangat dilarang durhaka kepada orangtua baik melalui ucapan maupun perbuatan. Sudah banyak contoh akibat yang diderita seseorang karena telah durhaka terhadap orang tua, termasuk kisah-kisah rakyat seperti Malinkundang.

Salah satu bentuk kedurhakaan terhadap orang tua adalah berkata kasar kepada mereka walau hanya berbentuk kata ” Hus atau Ah ” yang diucapkan dengan ekspresi marah atau tidak senang. Perkataan itu bisa keluar secara sengaja atau tanpa kita sadari ketika kita disuruh orang tua atau ketika mereka memberikan teguran, nasihat atau peringatan atas ucapan dan atau tingkah laku kita yang kurang baik.

Harus diingat bahwa kedurhakaan kepada orang tua bisa terjadi secara tidak langsung yaitu dengan melalui perkataan atau ucapan orang lain. Misalnya pada saat kita cekcok atau bertengkar dengan orang lain. Karena kita jengkel kepada lawan cekcok kemudian terlontarlah  dari mulut kita ucapan kasar “  Dasar anaknya si gendut, doyan makan tapi banyak hutang “. Bisa jadi karena kita mengolok-olok ibunya lawan cekcok membalas makian itu dengan kalimat yang tak kalah menyakitkan ” Biarin, daripada ibumu yang ganjen, jago gosip “.  Dengan kalimat lawan cekcok tadi  maka secara tidak langsung kita telah durhaka terhadap ibu yang telah melahirkan, mengasuh,mendidik dan membesarkan kita.Durhaka terhadap orangtua adalah suatu dosa besar yang harus kita hindari.

Naudzubillahi mindzalik.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , . Tandai permalink.

17 Balasan ke Jangan Durhaka Kepada Orang Tua

  1. alfarolamablawa berkata:

    mengamankan posisi pertamaxxx dulu ah
    hehehe
    cihuyyy

  2. linkprofit berkata:

    blog walking…

    Thanks kunjungannya

  3. jejak annas berkata:

    makasih gan untuk pelajaran ini. insya allah menjadi bekal saya ke depan

    ya kita saling mengingatkan mas

  4. liudin berkata:

    hm… durhaka adalah hal yang tidak akan pernah saya lakukan. promise dech

    semoga demikian seterusnya agar kita tidak terkena murka Allah

  5. Nduk ramudeng berkata:

    Saya percaya Dhe kalo karma itu ada. Apa yang buruk2 yang kita buat ke orang tua kita, niscaya besok gitu juga yang bakal dibuat anak kita ke kita ato mungkin malah lebih parah.

    sudah banyak contohnya

  6. Abula berkata:

    Selamat Siang,
    Selamat Hari Senin,
    Semoga tetap semangat dan Sukses selalu,

    Salam Hangat,
    AbulaMedia

    Amin, semoga kesehatan,kesejahteraan dan kebahagiaan snantisa tercurah untuk kita.Amin

  7. grace berkata:

    May you have a wonderful day, Friend. :)
    You too Grace. Thanks for visiting this site

  8. BENY KADIR berkata:

    Salam hangat,Pak.
    Membaca renungan ini, membuat saya ingat kpd orang tua.
    Di saat mereka lanjut usia,kita malah kurang perhatian,merasa terlalu repot untuk mengurusinya di saat beban tugas kita makin padat.
    Padahal,mereka sangat membutuhkan perhatian dari anak2 mereka.
    Terima kasih,Bapak sdh mengingatkan.

    Benar, jangan sampai mereka sedih karena nggak ada kabar dari kita

  9. lingkungan kita berkata:

    salam kenal mas…
    durhaka pada orang tua adalah perbuatan keji…bukankan orang tua sangat berjasa membesarkan kita…dan itu tak bisa kita balas sampai kapanpun…

    sependapat, bisa sengsara kita kalau durhaka kpd ortu

  10. eet berkata:

    sepakat pak…durhaka pada ortu adalah dosa besar..

    bisa sengsara dunia akhirat

  11. eet berkata:

    bener mas…durhaka adalah perbuatan sangat keji..bukankah orang tua sudah berjasa membesarkan kita….dan ini tak akan bisa dibalas sampain kapanpun

    Allah juga murka lho

  12. nakjaDimande berkata:

    aku lagi belajar agar tak menyakiti mama sekecil apapun itu, dari dulu jadi anak bandel melulu.. semoga bisa ya dhe.

    Insya Allah, pandangi atau tatap mata ibu sesering mungkin.

  13. budies berkata:

    kosokbaline, sebagai wongtuwo yang “MALATI” juga gak boleh ngomong sembarang, karena orangtua ibarat Tuhan di dunia. restu orangtua adalah restu Tuhan
    …Dan adalah Pakdhe yang bisa jadi sejatine wongtuwo, paring wulangreh marang sapodo utamane poro mudo taruno
    Matur sewu sembah nuwun piwulang kabecikanipun

    Leres rayimas, sampun ngantos tiyang sepah ngendika ” Ohhh..sido dadi kembange amben kowe nduk “, jedheeeer… ….si cewek nakit yang tak kunjung sembuh…jadi bunga tempat tidur.’
    Kok kados ketoprak tho mas.

  14. bundadontworry berkata:

    terima kasih Pakdhe, utk pembelajaran ini.
    kadang suka lupa memberi kabar atau menanyakan kabar ayah dan ibu.
    Terima kasih sudah diingatkan.
    salam.

    mungkin terlalu sibuk mbuat postingan ya mbak ha ha ha

  15. ningrum berkata:

    bener Dhe, ndak boleh durhaka..
    saya kalo udah selisih pendapat sama ibu saya, suka nyesel kalo sempat membuat ibu saya ndak enak hati. biasanya saya buru-buru minta maaf Dhe.. :)

    kadang kita agak jengkel kan sama ibu…tapi ya harus sabar jangan sampai kita mengucapkan kata “ach” yang menunjukkan rasa tidak senang atas pikiran dan ucapan dan tindakannya.
    Salam hangat dari Surabaya

  16. Hary4n4 berkata:

    Terimakasih pakde, karna sudah mengingatkan…

    saling mengingatkan agar kita tak lalai ya mas

  17. citromduro berkata:

    betul pakde, kita jangan durhaka dengan orang tua
    beliaulah yang menyebabkan kita menjadi orang dan menikmati dunia

    bisa kualat

Komentar ditutup.