Cara Menumbuhkan Budaya Malu Menyontek Saat UAN

Yang dimaksud dengan menyontek dalam artikel ini adalah mencari tahu jawaban pada saat ujian akhir nasional (UAN) dengan cara yang tidak benar. Kegiatan menyontek dilakukan antara lain melalui catatan yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu, bertanya kepada sesama peserta UAN atau melihat buku referensi. Dalam perkembangannya menyontek juga dilakukan melalui pesan singkat ( SMS~ short message system) di handphone peserta ujian yang dikirim oleh seseorang.

Kegiatan menyontek timbul karena siswa/pelajar merasa ketakutan jika dia tidak lulus ujian. Oleh karenanya dia berusaha dengan cara apapun agar bisa menjawab soal yang sedang dihadapinya. Tentu saja kegiatan menyontek ini hanya dilakukan oleh siswa/pelajar yang tidak menguasai pelajaran yang diujikan dengan baik. Hal ini terjadi karena beberapa hal :

1. Siswa/pelajar tersebut malas belajar atau belajar dengan tidak sungguh-sungguh, baik selama mengikuti pelajaran di kelas maupun menjelang ujian.

2. Kecerdasan yang bersangkutan memang berada di bawah rata-rata sehingga sulit memahami pelajaran. Kondisi ini bukan hanya untuk pelajaran yang memerlukan penalaran tetapi juga pelajaran-pelajaran yang bersifat hafalan.

3. Menganggap enteng ujian karena mengandalkan orang lain yang diperkirakan bersedia memberi contekan.

Seseorang yang awalnya terpaksa menyontek akan berubah menjadi kebiasaan jika kegiatan menyontek itun dilakukan berulang-ulang. Sebagai ilustrasi adalah sahabat saya sendiri. Setiap akan ulangan atau ujian dia pasti memilih meja yang ada disamping meja yang saya tempati. Kegiatan ini juga sudah diperhatikan oleh temanp-teman yang lain. Inilah yang disebut menyontek sebagai kebiasaan.

Kebiasaan menyontek akan berakibat buruk terhadap pelakunya. Seandainya dia lulus ujian maka dia akan mengalami kesulitan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Jika lulus UAN pada saat SD karena menyontek maka dia akan mengalami kesulitan ketika duduk di SMP, demikian seterusnya. Oleh karena itu budaya malu menyontek saat UAN harus ditumbuhsburkan di kalangan siswa/pelajar, bahkan sampai jenjang yang lebih tinggi.

Upaya menumbuhsburkan budaya malu menyontek saat UAN antara lain dilakukan dengan cara sebagai berikut :

1. Memberikan sangsi yang tegas terhadap siswa/pelajar yang kedapatan menyontek ketika ujian misalnya mengeluarkan yang bersangkutan dari ruang ujian.

2. Sebelum ujian dilaksanakan semua buku referensi, catatan, handphone harus diletakkan di luar ruang ujian.

3. Siswa/pelajar yang menyontek berulangkali langsung dilarang mengikutin ujian atau dinyatakan tidak lulus.

4. Sangsi serupa juga perlu diberikan kepada siswa/pelajar yang memberikan contekan.

5. Melaporkan kepada orangtua/wali murid siswa/pelajar yang menyontek.

Kegiatan tersebut dilakukan menjelang dan pada saat UAN berlangsung. Tentu upaya untuk mencegah terjadinya kegiatan menyontek juga harus dilakukan antara lain :

1. Pada saat siswa/pelajar masih duduk di kelas 1 SD sudah diberikan pengertian bahwa belajar adalah merupakan tugas utama seorang siswa/pelajar.

2. Para guru memberikan perhatian khusus kepada siswa/pelajar yang kurang serius dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar.

3. Para orangtua mengawasi/mengecek kegiatan siswa/pelajar ketika belajar di rumah termasuk mengingatkan apakah pekerjaan rumah sudah dikerjakan atau belum.

4. Guru dan orangtua harus memberikan pengertian bahwa kegiatan menyontek adalah tidak baik, merendahkan kehormatan serta membuat siswa/pelajar menjadi malas dan bodoh.

5. Memberikan  peringatan dan sangsi secara terukur terhadap siswa/pelajar yang gemar menyontek saat ulangan.

.

 Indonesia Bangkit.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bangkit di BlogCamp

Tulisan ini dipublikasikan di Kontes dan tag , , . Tandai permalink.

9 Balasan ke Cara Menumbuhkan Budaya Malu Menyontek Saat UAN

  1. LJ berkata:

    Ok Dhe.. udah ngerti sekarang, contoh artikel begini..
    tinggal temanya saja digali.. pasti banyak tema yg bisa diangkat.
    mudah-mudahan bisa, Insya Allah.

    sip, ditunggu partisipasinya say

  2. Ping balik: Indonesia Bangkit : Kontes Unggulan |BlogCamppost

  3. rohim berkata:

    ooghh… contohnya beginian…??
    hehhee… oke oke….

    oke oke ditunggu

  4. nchiehanie berkata:

    Baiklah..Baiklah..
    Aku mengerti..Ngono tho
    *sambil mikir*

    Tunggu aku Dhe di Prapatan Lima..
    Setor postingan..

    Baiklah saya tunggu jeng

  5. sakti berkata:

    setuju, tapi ada yang lebih parah, ada oknum-oknum guru mata pelajaran UN yang ‘mengubah skor akhir pertandingan’ supaya sekolahnya tetap menjadi favorit… :)

  6. rawitcute berkata:

    kontes lagi pakdhe?

    yuk ikut

  7. kakaakin berkata:

    *nepok jidat
    Ternyata ada contohnya. Hehe…
    #jadi malu karena gak baca postingan ini :)

    kapok !

  8. 1nd1r4 berkata:

    wah telat baca, jadi deh ga bisa ikutan lombanya….next time ya pakdhe :)

    oke nduk

  9. Kontraktor berkata:

    saya dulu malah paling tidak suka memberi contekan saat belajar berlangsung, saya lebih suka untuk mengajak belajar bersama… :D

Komentar ditutup.