Sahabatku,
Saya dilahirkan disebuah desa kecil yang masuk wilayah Kabupaten Jombang-Jawa Timur.
Secara de jure tanggal kelahiran saya adalah 23 Agustus 1950 karena tanggal itulah yang tercantum dalam ijazah Sekolah Rakyat. Padahal menurut mak saya lahir tanggal 17 Agutus karena waktu itu pak RT akan memberikan hadiah selendang kepada mak yang melahirkan tepat pada hari ulang tahun kemerdekaan RI. Tanggal kelahiran saya semakin menjadi kontroversial ( ceileee..) ketika nenekku bilang saya lahir bersamaan dengan pernikahan Ratu Ilmina ( mungkin yang dimaksud Ratu Wilhelmina dari Belanda ). Mengapa itu bisa terjadi?. Yaa karena sewaktu lahir tidak segera dibuatkan akte kelahiran oleh orangtuaku. Maklum mungkin lalai atau lupa karena masih jaman nggak enak.Mak hanya menulis hari dan pasaran kelahiran saya dibalik pintu. Namun hari dan pasaran tersebut ketika saya cocokkan dengan kode naptu di internet tidak ada satupun tanggal yang disebutkan oleh mak atau embah yang cocok.
Saya masuk Sekolah Rakyat didesaku tahun 1958. Saya lulus bersama 6 orang teman sekelasku dari 25 orang. Selanjutnya saya masuk SMP Negeri I yang saat itu paling ngetop di Jombang. Saya harus mengayuh sepeda onthel sejauh 8 km setiap hari. Jalan belum beraspal, kalau hujan becek-berlumpur, kalau musim kemarau berdebu. Listrik belum masuk kedesaku. Bisa dibayangkan betapa sunyi dan sepinya desaku jika malam hari tiba.
Oh ya.. saya termasuk anak laki-laki penakut, jarang berkelahi. Jika berkelahi saya pasti menangis. Di Sekolah saya juga takut jika ada pelajaran kasti. Membayangkan bola sekeras itu mengenai kepala atau dada rasanya pasti sakit sekali. Saya terpaksa harus menyogok teman saya yang jago kasti agar tidak dibebek (dipukul) dengan bola merah itu. Tiap hari saya harus menyetor Rp. 0,50, uang logam bergambar Pangeran Diponegero. Celakanya, walaupun sudah menyogok tetap saja si pemalak itu memukulkan bola merah kearahku keras-keras.
Ketika pecah peristiwa G.30.S/PKI tahun 1965, kenaikan kelas diundur waktunya. Saya yang seharusnya naik kelas 2 pada bulan Agutus diundur menjadi bulan Desember. Akibatnya saya baru lulus SMP tahun 1967. Lulus SMP saya melanjutkan ke STM I Surabaya.Inilah pertama kalinya saya berpisah dengan orang tua. Saya kost dirumah seorang famili di Surabaya. Lagi-lagi saya harus mengayuh sepeda onthel dari tempat kost menuju sekolah yang lumayan jauhnya.
Kehidupanku mulai berubah ketika saya masuk Akademi Angkatan Bersenjata
Republik Indonesia. Saya lebih disiplin, tidak manja, dan semakin percaya diri.Badanku juga makin berotot walaupun agak kurus dan kulit menjadi hitam. Saya lulus Akabri tahun 1974 bersama ratusan Perwira lainnya kami dilantik oleh Presiden Soeharto di kampus Akabri Darat Magelang.
Karierku boleh dikatakan cukup baik. Saya mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan militer didalam dan diluar negeri. Sayapun mendapatkan promosi berbagai jabatan. Sebagai staf, komandan maupun guru dilingkungan corps baret biru.Setelah penugasan pertamaku di Balikpapan saya berturut-turut pindah ke Cimahi,Palembang ,Surabaya dan Jakarta.
Tahun 1999 saya pindah ke instansi baru yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya yaitu di Departemen Pertahanan. Namun justeru di departemen inilah wawasan saya semakin bertambah luas, perjalanan keluar negeri juga sering saya lakukan. Beberapa negara di lima benua telah saya kunjungi. Dan puncaknya saya mendapatkan promosi jabatan yang otomatis menaikkan pangkat dan golonganku menjadi perwira tinggi.
Tak pernah terbayangkan seorang anak desa yang dulu manja,penakut dan pemalu bisa menjadi Jenderal.Alhamdulillah.
Saya mengakhiri pengabdian kepada negara secara formal pada tahun 2006. Kini saya menikmati masa pensiun bersama isteri, anak-anak dan cucu-cucu tercinta sambil terus berusaha untuk meningkatkan kualitas ibadah saya.
Agar tidak pikun-kata orang-orang,saya terus mengasah otak dengan cara bergabung di Facebook dan Twitter .Melalui media itulah saya menjadi lebih banyak teman dan hidup saya menjadi lebih berwarna-warni. Selain itu saya juga membuat Blog untuk menyalurkan semua pikiran saya agar bisa juga dimanfaatkan orang lain. Kini saya mengelola lebih dari 25 blog.
Sungguh, saya membuat blog ini utamanya adalah untuk peringatan bagi saya sendiri,syokur jika berguna bagi orang lain.Blog ini juga sebagai pendorong semangat agar saya terus mau belajar,belajar dan belajar.
Anda bisa kontak dengan saya melalui Facebook atau Twitter.
*****

Wahh…Pakde…saya nyasar ternyata ketemu dgn blognya pakde yang lain….
ada 10 blog saya nduk-silahkan di kunjungi satu persatu-terutama blogcamp dan rasakan sensasinya
Wah-wah ternyata pakde cholik punya blognya ake tenan….semuanya bagus-bagus lagi…salut dech buat pakde….wah yang muda2 nggak boleh kalah semangat sama pakde nich….Beri jempol dua buat semangatnya pakde :) :) :)
best regard,
Bintang
lha wong saya ini pengangguran kok mbak he he he he
Salut pakde… :)
dan pakde emang ganteng abis… wekekekekeke….
Semoga suatu saat bisa ketemu pakde…. Salam hangat selalu dari Lia :)
sisiran dulu achhhhhhhhh…
kalau ada janur kuning dirumah jangan lupa undang lho yank
salam kenal pakdhe
salam hangat dari podjok qolbu ku
semoga silaturahi dan persahabatan bisa terjalin
:)
salam kenal pak..:)
Tulisan Bapak bagus-bagus, mohon bimbingannya Saya sedang belajar ngeblog nih Pak :D.
Kalo Bapak berkenan mohon blog saya ditambahkan di blogroll Bapak.
Terima Kasih
tulisan saya gaya urakan saja mas
oke saya tambahkan linknya
terima kasih
pak saya mau menanyakan apakah Psikotest itu tidak bisa di pelajari
Trus kalo boleh tau alamat FB bapak apa?
saya belum pernah belajar soal itu mas
kalau belajar malah hasilnya awut2an katanya
FB saya pakdecholik
salam kenal pakde cholik
salam kenal juga mas Ali
Asssalamu’alaikum.. iseng-iseng search di google tentang menuntut ilmu merkipun udah tua,trus klik http://www.cakcholik.info/2010/03/19/pentingnya-menuntut-ilmu/.. wow.. ternyata empunya blog orang jombang.. hihihihi.. jadi makin bangga sama kotaku.. :)
Setelah baca profil bapak saya buka link blog bapak.. wow, banyak banget blognya dan update semua.. jadi makin bangga nih.. :D..
Ijin tambahin link bapak di blogroll kami pak..
(Salam dari pinggiran kota Jombang tepatnya di dsn. Mojoanyar Kecamatan Bareng Jombang..)
waalaikum salam
saya jombang utara mas-kc. Megaluh
salam hangat dan terima kasih atas kunjungannya
waalaikumussalam..
salam kenal pak dhe…
wah pengalaman pakdhe banyak sekali…bisa berbagi nih,,nice to know u…
salam^^
iya nduk, dah tua pakdemu ini…
Assalamualaikum Pakde…
Salam ukhuwah ya
Waalaikum salam
salam kenal mas
eh mohon ma’af PakDhe, seharusnya komen saya yang didepan mestinya disini hihihi maklumlah masih muda PakDhe, masih grasa – grusu :)
Wah, Pakde ganteng amat mudanya hihihihihi…..
masih bolehkah bertukar link Pakde? :)
linknya udah dipasang BOEGAR.INFO
terima kasih sebelumnya :)
ya boleh tho mas
segera saya pasang linknya
terima kasih
siip Pakde ……
sebelumnya Assalamualaikum wr wb.
ini kunjungan balik ternyata ndak salah dungaan saya bahwa betul lah kiranya pahDhe tetep Pak Dhe yang selalu memberi wejangan/nasihat kepada saya, ini jujur profil pak Dhe memang pantes saya sebut PakDhe Cholik
salam hangat dari Keponakan ha…ha.ha
wassalam
bukan wejangan mas-sekedar berbagi saja semoga bermanfaat
terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya.
Dan akhirnya memang harus pensiun. Inilah hidup. Salam kenal. Masa kecil Bapak tidak jauh berbeda dengan saya. Dari kecil lebih banyak menyendiri daripada gaul tetapi gak genah, itu adalah prinsip saya. Lulus sekolah dasar masuk SMP, seperti lainnya, kebanyakan siswa naik sepeda onthel. Saya sekolah menempuh jarak 10 KM. Sama, kalau hujan ya kehujanan, kalau kemarau pasti ketemu dengan debu-debu serta panas. Itulah jalan hidup dan saya bangga karena bisa meraih prestasi tinggi, nggak ngira bisa mengalahkan siswa dari kaum kelas kota. Barangkali hanya prestasi saja yang membedakan saya dengan Bapak, saya SD Juara 1 dan SMP Juara ke 3 serta SMA Juara 1. Dan hanya jalan hidup juga yang berbeda, saya masuk Sekolah Tinggi bukan ke AKADEMI MILITER. Bapak saya tentara, saya bangga dengan tentara, terlebih kepada Bapak Panglima Besar Jenderal Sudirman, tokoh angkatan 45 yang tulisan dan pesannya sangat bermakna,”Menjadi tentara, sudah cukup jika kita bisa menjalankan kewajiban, melindungi rakyat dan bangsa serta negara dengan berlandaskan kesucian,” seperti itu kira-kira substansi singkat dari kata pesannya. Bapak? Masih adakah Alumni Akabri saat ini yang bisa mengamalkan pesan beliau?
wuih pakde 25 blog :) ngak bisa bayanginya. apalagi entar 100
ya pelan2 mas
Assalamualaikum. Salam kenal Pak Dhe Cholik. Saya baru belajar nge-blog… Salut buat Pak Dhe yang produktif menulis….
waalaikum salam
mari terus belajar mas
nice blog gan
kalo berkenan tukeran link yuk
salam,
muslimshares
http://muslimshares.wordpress.com
pakdhe blognya uakeh men yo
Assalamu’alaykum.. salam kenal Pakdhe dari blogger pemula… sempat bingung mau kenalan di blog Pakdhe yang mana hehe…
Mantap tulisannya Pakdhe, bisa berguru banyak nih :)
Mampir di tempatnya pakde lu ah.,… Salam kenal pakde dari medan,… :D