Beranda > Renungan > Sebelum pulang

Sebelum pulang

1 Mei 2009

Setelah hidup didunia yang fana dalam jangka waktu yang sudah ditentukan dan jika sudah tiba saatnya maka kita semua akan pulang ? Kemana ? Menghadap Allah Swt.  Orang Jawa bilang ketempat” sangkan-paraning dumadi”

Sewaktu menghadap Sang Pencipta kita tentu harus membawa bekal yang baik  karena  kita akan menghadap Allah dalam waktu yang tak ada batasnya alias kekal-abadi. Allah pun sudah memerintahkan agar kita berbekal. Yang dimaksudkan dengan bekal disini bukanlah uang berpeti-peti , emas-berlian, dan atau harta benda. Lalu apa yang harus kita bawa sebagai bekal ?. Tidak lain adalah ketaqwaan kita selama hidup didunia. Allah Swt berfirman :

QS Baqarah 197

Al hajju ashurum ma ‘aluumaat faman farada fiyhinnal hajja falaa rafatha wa laa fusuuqa wa laa jidaala fiyl hajj wa maa taf’aluu min khayriy ya’alamhullaah wa tazawaaduu fa inna khayrazzaadit taqwaa wattaquuni yaa ulul albaab

” ………..Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertaqwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal  ” (QS. Al Baqarah : 197)

Pada umumnya kita sudah faham betul apa arti taqwa yang secara singkat adalah mentaati semua perintah Allah Swt dan menjauhi semua larangan-Nya.

Pengertian taqwa adalah   1. takut, kesalehan hidup ; 2. menjalankan segala yang diperintahkan Allah dan menjauhi semua larangan-Nya; 3. keinsyafan yang diikuti dengan kepatuhan dan ketaatan kepada Allah ( Kamus Cerdas Pengetahuan Islam-Indy G. Khakim -Pustaka Kana ) Kata taqwapun sudah sering diucapkan dan sudah sering kita dengar. Tinggal bagaimana kita menumbuh suburkan, memupuk, membina dan mengkokoh-kukuhkan dan kemudian mengaplikasikan ketaqwaan itu pada kehidupan kita sehari-hari.

Ketaqwaan itu harus tercermin baik dalam hubungan kita dengan Allah ( hablumminallah) maupun dalam hubungan kita dengan manusia yang lain ( hablumminnanas ). Dalam rangka ibadah maupun muamalah. Ada pedoman yang mudah kita ingat ketika berhubungan dengan Allah dan ketika berhubungan dengan manusia. Dalam rangka berhubungan dengan Allah- ketika menyangkut masalah ibadah : semuanya dilarang kecuali yang diperintahkan; sedangkan dalam rangka muamallah-hubungan kita dengan manusia : lakukan apa saja-semuanya boleh -kecuali yang dilarang.

Ketaqwaan harus terimplementasikan baik ditempat sepi maupun ditempat yang ramai, ketika sendirian maupun bersama-sama orang lain.

  1. 12 Januari 2010 pukul 21:23

    ini tho postingan pertama nya..?
    kok ga seperti postingan pertama pada umum nya.. heheheheee..

    ini kan baru belajar ngeblog..jadi ngasal dulu

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: