Beranda > Kisah berhikmah > Bisnis Edan

Bisnis Edan

2 Mei 2009

Karena ajakan seorang family sayapun tergoda menggunakan sebagian uang tabungan untuk berinvestasi ria di sebuah perusahaan bernama B yang berlokasi di Bandung . Pimpinannya bernama WS, tampilannya rapi jali-kantornya walaupun tidak terlalu besar tetapi full pesawat telepon-belum lagi handphonenya mungkin lebih dari 5 buah.

Dilihat dari fee yang ditawarkan memang bisnis ini menggiurkan dibanding jika uang itu ditaruh di bank. Semula saya ragu-ragu jangan–jangan perusahaan itu sama dengan perusahaan-perusahaan lain yang akhirnya bossnya kabur dengan membawa uang nasabahnya. Namun keragu-raguan saya mulai agak hilang setelah family saya menjelaskan dengan meyakinkan bahwa perusahaan itu lain.“Dia punya bisnis property dan lain-lain kok mas, dijamin sip .Sudah ribuan orang yang ikut dan mereka mendapatkan fee yang lumayan besarnya“, kata family tersebut.

Sayapun sudah mengantungi surat tanda peserta investasi. Surat itu bentuknya mirip buku deposito atau polis lengkap dengan logonya yang anggun.

Bulan pertama sampai ke-empat fee saya terima dengan lancar. Lalu setan membisikkan” Tambah lagi donk uangnya biar feenya makin besar. Lumayan tuh untuk bekal bulanan kalau entar dah pensiun”.Sayapun nambah lagi.
Benar juga, kini fee saya sudah tambah banyak. Lumayan untuk nambah kocek. Saya merasa optimis jika saya pensiun kelak tak akan terlalu kaget karena uang bulanan tidak terlalu jauh dari gaji yang saya terima saat masih dinas.

Sayapun sempat memberitahu kepada 2 orang teman sekantorku. Seorang diantaranya tergiur untuk mengikuti jejak saya. Diapun menanamkan uangnya beberapa juta untuk  diinvestasikan di perushaan B. Sedangkan satu orang lagi tampaknya masih akan mempejari bisnis itu lebih mendalam.

Menjelang Lebaran saya agak heran mengapa saya belum terima fee. Saya masih menunggu .Sampai lebaran selesai fee juga tak kunjung tiba. Saya kontak famili dan saya katakan bahwa fee bulan berjalan belum masuk. Family saya mendapatkan keterangan bahwa fee memang belum dikirim karena masih liburan lebaran. Saya lega setelah fee diambil family dan kemudian ditransfernya ke rekening saya.

Suatu sore ketika sedang nonton Metro TV tiba-tiba saya lihat ada running text berbunyi : ” WS jadi buronan karena menipu ribuan nasabah yang ikut investasi di perusahaannya ”
Alamak…kekhawatiran saya benar adanya. Segera saya kontak family saya dan dia membenarkan. ” Tenang mas.. ini baru diurus kok”.

Saya masih mengharap agar masalahnya segera selesai dan uang saya bisa kembali. Saya tak perduli lagi soal fee yang penting uang pokok tidak raib. Beberapa bulan tidak terdengar lagi kabar buronnya WS.  Saya sempat berpikir ” Ah ini pasti ada yang melindungi maklum aset WS kan masih banyak dan bisa dibagi-bagi dengan para pelindungnya ”

WS dan stafnya akhirnya ditangkap. Kini saya tidak tahu apakah WS dan stafnya masih meringkuk ditahanan, dipenjara atau dimana.
Dalam kasus seperti ini agak mustahil jika uang nasabah bisa kembali. Tapi yang jelas masih ada orang-orang yang diuntungkan dari kasus ini.

Ribuan orang bernasib sama dengan saya. Uangnya lenyap. Ada yang sedikit, ada yang ratusan juta dan bahkan mungkin ada yang milyaran rupiah. Ada yang pasrah tapi mungkin ada yang gila atau mati memikirkan uangnya. Lucunya ketika WS ditahan oleh polisi masih ada nasabah yang menjenguk dan membantu pulsa dan lainnya. Ini orang kok masih mau ditipu lagi oleh WS. Mungkin teman tadi masih sangat mengharapkan agar uangnya bisa kembali. Maklum dia tertipu ratusan juta rupiah.

Bukan itu saja, ada yang berusaha untuk membentuk Tim advokasi atau namanya untuk membantu para nasabah dalam menyelesaikan masalah ini. Mereka bertugas menginvetarisasi data nasabah yang ikut investasi.  Fotocopy sertifikat para nasabahpun diminta.  Namun hingga kini tidak ada kabar beritanya bagaimana tindak lanjut dan hasil kerja tim itu.

Ternyata setan memang jahat. Tetapi itu kesalahan saya karena serakah dan melanggar larangan Allah Swt. Saya sudah tidak memikirkan uang itu lagi. Saya anggap uang yang hilang itu sebagai buang sial. Saya sudah kapok mengikuti bisnis edan seperti itu. Jangan ditiru deh bisnis dagelan dan akal -akalan seperti itu.

Hikmah dari kisah ini adalah :

1. Hidup jangan serakah. Syukuri nikmat Tuhan yang berlimpah-limpah.
2. Mencari uang dengan cara yang tidak sesuai tuntunan agama adalah berdosa.Hasilnya tidak akan barokah

  1. 12 Januari 2010 pukul 21:21

    emang bisnis apa sih Pakde..? maksud nya dagelan akal2an gimana sih.. ga ngerti..
    emang modal Pakde berapa? keuntungan beberapa saat itu udah dapet berapa? kalo emang udah nutup sih ya udah aja anggap impas..

    yaa kayak yg disukabumi itu lah, kita investasi/nabung,tp trus gak bs mbayar2..lumayan lah jumalhanya,bisa dpt Avanza second

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: