Beranda > Renungan > Judi bikin melarat

Judi bikin melarat

2 Mei 2009

Lotto datang imanpun bergoyang

Surabaya di tahun 1969-1970.
Masyarakat Jawa Timur khususnya Surabaya dibuat sibuk dengan munculnya dua macam undian yang diberi nama Lotre Totalisator yang populer dengan singkatan Lotto. Yang satu bernama Lotto Surya- ini agaknya mengambil nama Surabaya. Dan yang satu Lotto Pon yang dari namanya saja mudah ditebak bahwa hasil lotto ini sebagian atau seluriuh hasilnya akan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan Pekan Olah Raga ke VII yang akan diselenggarakan di Surabaya.
Lotto Surya dan Lotto Pon dimainkan secara bergantian. Jika hari ini yang main adalah Lotto Surya maka besok gantian Lotto Pon yang dimainkan.

Pagi,siang dan malam kedua lotto ini menjadi bahan pembicaraan dan sekaligus sebagai ajang mengadu untung menggantang harapan. Jangan ditanya soal agama dan dosa. Mereka sudah kurang menghiraukan msalah itu ketika sedang menebak kode-kode lotto.
Para tukang becak,kuli,mandor,pengangguran, pelajar,mahasiswa, tentara dan polisi dan jenis-jenis masyarakat lainnya banyak yang menyisihkan sebagian uangnya untuk pasang lotto. Tentu dengan harapan agar uang yang Rp.10. bisa bertambah menjadi Rp.350. Maklum kala itu uang pasangan dikalikan 35 jika nomer yang ditebak jitu. Uang yang seharusnya disetorkan kepda majikan ditunda dulu oleh para penarik karena akan dipakai untuk pasang Lotto. Siapa tahu pasangan kena sehingga bisa agak longgar untuk setoran.

Hampir diseluruh pelosok kota terdapat penjual lotto yang setiap saat diserbu warga karena disitu di pasang kode atau ramalan untuk dipelajari dan selanjutnya di otak-atik agar menjadi nomer jitu. Dari otak-atik kode atau ramalan tertulis tersebut pemasang akan mempertaruhkan uangnya.

Pada jam 21.00 nomor lotto akan diumumkan melalui radio. Setelah itu akan tampak wajah-wajah ceria bagi pemasang yang nomornya cocok dan sebaliknya tak sedikit mereka yang berwajah murung jika uangnya amblas ditelah setan lotto. Tapi tunggu dulu, mereka yang kalah segera melupakan kekalahannya karena besok masih ada harapan-harapan baru dimeja lotto.

Harap diketahui bahwa lotto ini legal. Dan jangan pula heran karena pemasangnya bukan hanya kaum adam, ibu-ibupun tega menyisihkan sedikit uang belanja untuk dipasangkan dinomor jitu.
Nah disinilah saya ikut terlibat yang akhirnya kecanduan setan lotto sebagai akibat pengaruh lingkungan dan tak mampu memenangkan pertempuran melawan setan.

Apa sih kode itu ?

Petunjuk Mbah Gunung Kawi

Mbah Gunung Kawi adalah nama sebuah kode. Kode lotto biasanya berbentuk selembar kertas yang bisa berisi gambar dan tulisan ,gambar saja atau tulisan saja. Pada saat Lotto Surya dan Lotto Pon digelar ada puluhan kode yang bisa dilihat, dicermati untuk disimpulkan nomor-nomor berapakah kira-kira akan dikeluarkan oleh penyelenggara Lotto. Untuk singkatnya penyelenggara Lotto kita sebut saja bandar.
Kode-kode yang puluhan jumlahnya itu dipajang di dekat meja penjual kupon lotto. Jika ingin membeli lembaran kode untuk dipelajari dirumah pemasang bisa membeli di penjual toko tersebut. Konon kode-kode ini dipesan oleh bandar dari para ahli gambar.
Tidak jelas apakah pembuat kode tersebut diberi arahan tentang nomor-nomor yang akan keluar atau tidak.

Saya berikan contoh sebuah kode yang bernama Kode Mbah Gunung Kawi. Dalam kode ini biasanya dibuat gambar sosok yang disebut Mbah Gunung Kawi. Pakai baju panjang alias jubah, berjenggot dan kepalanya gundul. Lalu dicantumkan beberapa kata misalnya : ” Dasar laki-laki buaya darat, habis makan sate kelinci masih mabuk-mabukan dan menggoda wanita cantik mirip Dewi Kwan Im ” Nah lho, kata-kata inipun harus di teliti apakah ada artinya atau hanya sederetan kata belaka. Ternyata kata-kata itu mengandung nomor lotto. Misalnya buaya nomer 42, kelinci nomer 13, wanita cantik nomer 27 dan Dewi Kwan Im nomer 04.

Gampang donk nebaknya. Ha..ha..ha- itu baru sebagian dari kode yang bikin pusing.
Bisa saja dalam gambar itu tangan Mbah Gunung Kawi menunjuk sebuah atau beberapa buah angka. Itu harus dipikirkan. Lalu ada gambar kucing disebelah mbah, itu adalah nomer 18, trus dijubah Mbah mungkin ada nomer yang tersamar, mungkin ada kata-kata begini ” Jaga nomer panas, awas taysennya ”. Taysen adalah pasangan dari sebuah nomer. Misalnya nomor 32 ( ular), taysennya adalah 03 ( gambar apa yaaa..lupa deh).

Pokoknya di sebuah kode ada puluhan angka yang dipasang oleh pembuat kode. Itu baru satu kode lho. Padahal ada kode Mbah Ponorogo, Kode Putri Juwita , Kode Jitu dan lain-lain. Apa nggak pusing tuh. Emang ada yang dapat ?? Ndilalah kok ya ada saja yang jitu tebakannya lho. Apakah masih ada jenis kode yang lain ?

Kode Amplop

Sudah jamak jika dalam situasi orang bingung mempelajari kode-kode lotto ada yang berusaha memanfaatkannya. Adalah kode amplop yang mereka tawarkan.
Seseorang atau bahkan puluhan orang sengaja menawarkan sebuah solusi agar tebakan pemasang lotto jitu. Mereka membuat sebuah sarana yang disebut ”Kode amplop”
Orang-orang ” lihai” tersebut membuat nomor-nomor diatas kertas dengan ukuran sekitar 5 cmx5 cm. Kertas tersebut kemudian dimasukkan amplop tertutup. Kode dalam amplop inilah yang dijual kepada para pecandu lotto yang sedang pening kepalanya.

Berapa harga kode amplop tersebut ?? Bervariasi-tergantung berapa jumlah nomor yang ada dalam amplop . Makin sedikit nomornya makin mahal harganya.
Jika nomor yang ditulis diatas kertas tersebut jumlahnya 5, misalnya 09 -17-31-29-01 harganya sekitar Rp. 5.000. Tetapi jika nomornya hanya dua misalnya 09-11 maka harganya bisa mencapai Rp.15.000 dan jika hanya satu nomor misalnya 17 harganya pasti diatas Rp.25.000.

Apakah nomor-nomor tersebut pasti keluar. Ha..ha..ha… ya nggak mesti donk karena si pembuat kode amplop hanya ngawur kok. Memang sih ada perjanjiannya ” nomor nggak keluar uang kembali ”
Tetapi penjual kode amplop pasti lebih pinter donk. Dia buat saja nomor sebanyak-banyak dengan variasi yang berbeda antara nomor 00 sampai 50. Pasti diantara nomor tadi ada yang keluar bukan. Nah si penjual tadi menarik keuntungan dari nomor yang keluar sehingga dia tidak harus mengembalikan uangnya kepada pembeli. Jika nomor yang dijual tifdak keluar maka uangnya dikembalikan kepada pembeli kode.
Celakanya kalau penjual nomor tadi kabur. Rugi deh si pembeli bingung tadi.
Yang goblok tetap pada pembeli kode tadi.

Kode terakhir

Bandar lotto tampaknya ingin memanjakan dan sekaligus membingungkan pecandu lotto. Selain kode lembaran yang berisi puluhan nomer dan gambar juga menyediakan apa yang dinamakan “ Kode Terakhir “. Kode terakhir berupa sebuah atau dua buah kata singkat yang ditulis di sehelai kertas. Kertas yang dibentuk segitiga itu kemudian diletakkan di meja para penjual kupon lotto atau agen pada jam 21.00. Ini berarti sekitar 30 menit sebelum para penjual kupon menutup dagangannya. Maklum setelah itu para penjual harus membuat rekapitulasi hasil penjualan kuponnya dan kemudian menyetorkannya kepada agen diatasnya.

Kode terakhir sebenarnya cukup ampuh asal bisa menerjemahkan dan kemudian mencocokannya dengan nomer yang akan ditebak. Tetapi biasanya kita baru bisa bilang “ Oh iyaaa yaa….” setelah nomornya keluar.

Sebagai contoh ada kode terakhir berbunyi ” TIMBANGAN”
Saya otak-atik kata sandi itu tetap nggak ketemu artinya. Kata timbangan sendiri tidak ada dalam daftar nomor yang jumlahnya 50 buah itu.

Ternyata setelah diundi yang keluar adalah nomor 15. Anda tahu nomor 15 itu gambar apa ?? Itu adalah gambar hakim saudara-saudara.
Nah…. anda pasti tahu donk bahwa Departemen Kehakiman itu logonya adalah timbangan.
Saya hanya bisa bilang “ Oalaaaaaa…gitu aja kok ya nggak tahu ya”.

Jika besoknya ada kode terakhir yang lain tetap saja banyak yang tidak bisa menerka artinya.
Contohnya adalah kode berbunyi ” PERSATUAN-KEMAKMURAN”. Buseeeeeeeeeeeeeet….. Ada yang mencari nomor bergambar rantai..ternyata tidak ada. Ternyata yang keluar adalah nomor 31. Gambarnya adalah kelamin. Pembuat kodenya barangkali berasumsi jika kelamin bersatu akan lahir anak dan anak adalah pembawa kemakmuran….ha..ha..hak.
Apakah ada cara lain untuk menebak nomor lotto ? Baca terus artikel selanjutnya.

Diradioooo…ada kode.

Penggemar lotto memang feelingnya tajam. Mereka tahu saja dimana mendapatkan kode lotto. Bukan hanya kode tertulis dilembaran kertas saja tetapi kode suarapun mereka kejar. Dimana ?? Di radio. Ini benar-benar unik.

Waktu itu banyak radio amatir yang menyiarkan acara yang didalamnya terkandung pesan kode lotto. Ada sebuah radio menyiarkan lagu-lagu yang jika disimak dengan teliti lirik lagunya bisa mendatangkan duit. Saya pernah membuktikannya.

Malam itu yang dimainkan adalah lotto Pon. Ini berarti buku nomor yang harus dipedomani ( ceileeee ) adalah buku yang ada gambar cabang olahraga Pon. Misalnya nomor 09 adalah polo air. Nomor 30 bola voley dan lain-lainnya. Suatu saat radio tersebut memperdengarkan lagunya Patty Bersaudara. Begini liriknya ”..kuda putihku cepat larinya gagah perkasa. Kuda jantan putih bulunya kesayanganku…” . Nah mendengar lagu itu sayapun membuka buku nomor. Ternyata nomor 34 bertanda ” balap kuda ”. Sayapun memasang nomor itu plus nomor-nomor cadangannya yaitu 43 ( kebalikan nomor asal ) , 35 ( nomor asal ditambah 1) , 33 (nomor asal dikurangi 1 ) dan tentu taysennya nomor 34 yaitu 02. Pemasangan nomor seperti ini menurut pakar lotto perlu jika nomor asal meleset kekiri-kekanan-kedepan-kebelakang kita masih dapat. Mungkin jaman sekarang istilahnya spider web. Buseeeeeeeeettttt dah..

Benar juga… nomor yang keluar adalah 34. Dapat donk saya….

Selain lagu-lagu, ada radio yang sering menyiarkan secara langsung pagelaran ludruk. Nah biasanya di acara lawakannya ada nomor-nomor yang dilontarkan oleh pelawak. Namun dasar pelawak…sering kali mulutnya clometan sehingga tak jelas mana yang merupakan kode dan mana yang ucapan biasa. Misalnya seorang pelawak bilang ” Lho aku wingi lagi enak-enak mangan sate wedus, ndadak dompetku gak ono . Bedes tenan kok padahal sing dodol ayu rek. ”. Trus temannya menyahut ” Hallaaah alesan ae, pancen awakmu kesisipan balung kere ae kok ”
Hayo bingung kan. Ada wedus ( nomor 28 ), ada bedes-monyet ( nomor 23) , ayu-wanita cantik ( nomor 19 ) dan ada kere-pengemis ( nomor 33 ). Ha..ha..ha..

Musuh besar sang bandar

Dalam dunia per-lottoan- atau judi apapun, bandar paling takut dengan apa yang menamakan dirinya dukun. Beberapa dukun kadang ramalannya jooosss bener. Konon para dukun berkolaborasi dengan makhluk lain misalnya jin. Jin inilah yang menjdi juru bisik para dukun. Jadi bukan dukun itu yang pintar. Tentu tak gratis. Jin akan minta imbalan atas jerih payahnya.

Dukun yang ampuh bisa menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup bandar. Jika yang pasang nomor hanya sekelas Cak Sarpolali mungkin nggak terlalu berpengaruh karena pasangannya hanya setara secangkir kopi. Tapi pecandu lotto kelas kakap tentu akan mempertaruhkan uang sebanyak-banyaknya jika ramalan dukun tadi senada dengan feelingnya. Jika pasangan kakap tadi tepat maka dipastikan akan meluluh-lantakan cadangan devisi sang bandar.

Alkisah seorang famili memberitahu bahwa dia dapat nomor jitu dari seorang dukun dari desa tetangga. Saya tanya ” Dukunnya bilang apa cak ?? Nomor jadi atau kata-kata yang masih harus di olah lagi ?”
Famili tadi bilang ” Dia sih nggak ngomong apa-apa, dia hanya menunjukkan jari telunjuknya didepan mata ”. Kami sepakat untuk tembak langsung dengan memasang nomor 01. Karena uang saya tinggal hanya Rp. 25 maka sejumlah itulah yang saya pasangkan.

Ternyata malam harinya diradio terdengar pengumuman ” …dan nomor yang keluar malam ini adalah nooooollllll satuuuuuuuuuu…”
Horeeeeee…….pasangan saya kena. Pagi harinya saya mengantongi Rp. 25 x 35. Dengan uang itu saya bisa membeli baju baru. Saya ingat, baju yang saya beli merknya Cashmilon warna biru kotak-kotak. He..he..he.

Namun harap diketahui bahwa di era lotto waktu itu juga bermunculan dukun-dukun dadakan yang bertujuan mendapatkan imbalan. Soal ketepatan ramalannya ” emang saya pikirin ”, barangkali begitulah dalam hati si dukun sesaat itu.

Mimpi kaleee…

Masih disekitar lotto. Bandar lotto juga alergi terhadap pasangan orang mimpi. Orang yang bemimpi pada malam harinya sering dijadikan rujukan oleh para pemasang lotto apalagi jika yang bermimpi itu sudah usia manula. “ Biasanya mimpi mereka ngeTOP karena nggak pernah ngurusin lotto. Beda dengan kita, karena tiap hari ngitung nomer maka kita jadi impen-impenen. Sehingga nggak pernah tembus ”, begitu kata mereka.
Makanya jika ada orang lanjut lewat didepan mereka langsung saja bertanya ” Mimpi apa mbah semalam ??”. Dasar pecandu lotto !

Soal mimpi ini saya juga pernah mengalami. Ini true story-bukan cerita rekaan.
Suatu malam saya bermimpi ada 2 ekor ular membelit di kedua telapak tangan saya. Saya berusaha keras mengibas-ngibaskan tangan agar ular tersebut lepas. Saya sampai ginjal-ginjal ketakutan sampai akhirnya saya terbangun. Jika orang lain memaknai mimpi saya itu menjadi nomor 32 ( ular ) maka saya mengolah mimpi saya secara agak cerdas ( wuihhh… ngGaya ).

Ular adalah nomor 32. Jika ularnya berjumlah 2 ekor berarti 2×32 = 64. Jari-jari saya jumlahnya 10.
Maka angka asal adalah 64+10 = 74. Lalu saya balik menjadi 47, saya kurangi 1 menjadi 73, saya tambah 1 menjadi 75. Nah angka-angka inilah yang saya beli. Yang angka asal yaitu 74 saya pasang agak banyak dan angka-angka pendampingnya saya taruh pasangan sekedarnya sebagai cadangan.

Apa yang terjadi saudara-saudara ? Angka 75 itulah yang keluar. Lumayan-impas plus untung dikit dari nilai pasangan.

Tapi jangan harap kita bisa menerka arti mimpi dengan benar selamanya. Kadang-kadang juga pusssss…… ” Ngeslong”, kata arek-arek Surabaya.
Bagaimana sebenarnya bandar mengeluarkan nomor lottonya.

Bola yang membuat gila

Saya tidak tahu persis bagaimana cara pengundian nomor lotto itu. Saya hanya mendengar dari siaran radio ” para pendengar dimanapun berada kita segera menghubungkan diri dengan gedung….untuk mengikuti jalannya pengundian lotto malam hari ini. Kami lihat penyelenggara lotto telah siap di depan tempat bola-bola yang akan diundi. Juga terlihat para saksi diantaranya notaris, aparat kepolisian dan lain-lainnya ..”

Bola-bola putih sebesar bola golf bernomor 1 sampai 50 ditempatkan di suatu tempat yang berdinding kaca. Tempat ini ada tombol yang bila ditekan akan mengaduk bola-bola bernomor tersebut. Setelah beberapa saat dua buah bola secara berurutan akan keluar melalui lobang yang berada dibawah. Dua bola inilah yang akan diumumkan sebagai nomor lotto yang keluar.

Yang menjadi pertanyaan adalah :

– apakah dua buah bola tersebut keluar secara alami atau direkayasa ? Jika bola itu tidak direkayasa ( keluar alami ) mengapa para pecandu lotto berkutat dengan berbagai kode yang memusingkan itu ? Tetapi jika tidak direkayasa mengapa bandar mengeluarkan ” kode terakhir” menjelang pengundian ?

– Jika keluarnya bola putih tersebut direkayasa atau diatur oleh bandar bagaimana caranya ? Ada yang orang yang sok tahu mengatakan bahwa bola yang akan dikeluarkan sengaja dibuat menjadi lebih berat daripada bola-bola yang lain sehingga begitu bola diaduk-aduk maka bola yang lebih berat tadi yang meluncur keluar terlebih dahulu. Tentunya bola angka satuan diberi beban yang lebih berat daripada bola bernomor angka puluhan. Begitu bola puluhan terdengar suara sorak sorai dari pengunjung gedung itu.

Sampai sekarang masih gelap.
Apakah judi semacam lott

Judi  riwayatmu kini

Tamatnya riwayat lotto ternyata bukan tamatnya perjudian sejenis. Pada era-era selanjutnya muncul lotto dengan aneka sebutan. Ada Undian Harapan, porkas, SDSB dan lain-lainnya. Tantangan demi tantangan dari berbagai pihak ternyata tak menyurutkan para bandar untuk mengeruk uang masyarakat dengan mudah. Sementara masyarakat sendiri banyak yang senang menggantungkan harapannya kepada bola-bola putih bundar itu. Jalan pintas ini memang hasilnya menggiurkan. Uang Rp. 10.000 menjadi Rp. Rp.400.000 adalah impian mereka. Mereka tidak sadar bahwa kemungkinan untuk menang hanya 40/100. Bahkan jika masyarakat yang menang jumlahnya banyak si bandar kadang kabur melarikan diri .
Yang paling menang tentunya para bandar walau ada sekali atau dua kali bandar yang kebobolan.

Dewasa ini lotto atau apapun namanya secara legal sudah dilarang. Namun itu tidak berarti bahwa judi semacam ini tidak ada. Kini ada togel alisa toto gelap. Entah siapa yang menjadi bandarnya. Konon toto gelap ini mengambil undian dari negara tetangga. Ada yang berbentuk pacuan kuda. Pemenang dalam pacuan kuda itulah yang diserap menjadi angka togel yang hasilnya diumumkan melalui internet dan di Indonesia disebar-luaskan melalui alat komunikasi handy talky, hp dan sarana komunikasi lainnya.

Karena namanya saja sudah toto gelap maka mereka menjadi sasaran empuk razia aparat keamanan. Namun jode togel tetap ada walau secara sembunyi-sembunyi.

Uniknya, judi sejenis lotto kini telah masuk ke dunia maya. Ada website yang khusus membahas togel-toto gelap.dengan segala pernik-pernik ramalan dan hitungan togel.

Benar jika ada yang bilang bahwa judi sama tuanya dengan pelacuran. Sulit dihilangkan secara tuntas. Bayi yang akan lahir saja bisa dijadikan judi dengan cara menebak bayi yang akan lahir laki-laki atau perempuan. Pemilihan kepala desa juga menjadi ajang taruhan. Pertandingan sepakbola, tinju dan lain-lainya bisa dijadikan perjudian.

Inilah akhir dari serial lotto-kegiatan yang tak perlu dicontoh dan dilakukan karena bisa menyeret orang kepada kesengsaraan, kemiskinan bahkan sampai menyabung nyawa.

Renungan dari tulisan ini adalah  :

1. Dilihat dari segi agama maka judi adalah haram dan oleh karenanya berdosa bagi yang mengikutinya. Dilihat dari segi hukum positif di Indonesia judi adalah bentuk pelanggaran hukum. Seseorang dapat dipidana jika melakukan judi.

2. Dampak judi sangat luas. Bisa menjadikan orang putus asa, stress,jatuh miskin,bunuh diri menjadi perampok,pembunuh,pencuri dan bahkan jadi pelacur dan penyakit masyarakat lainnya. Pemenang dan pecundang judi sama-sama rugi.Sayapun rugi : malas belajar,uang saku cepat habis,dimana-mana ngomongin lotto sama teman.

3. Uang dari hasil perjudian tidak akan berkah karena tidak mendapat ridho Tuhan.

  1. 12 Januari 2010 pukul 21:13

    xixixiiiii.. seru banged Pakde, walau poanjang pwol saya baca tuntas..
    walo ga kebayang tuh monyet 23, ular 32 ntah brapa lagi, ada dewi kwan im segala..
    hahahaaaa.. ga ngerti blass main nya, kok bisa nebak2 pake mbah gunung kawi, lagu di radio, ludruk bahkan kode trakhir..
    otak saya ga nyampe.. heheee.. belum terbayang

    mbah gunung kawin itu kan mirip nama blog…jd seenaknya saja mrk ngasih nama lembarankode

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: