Beranda > Kisah berhikmah > Kejethit..sakit lho !

Kejethit..sakit lho !

3 Mei 2009

Dimulai dengan sakit pinggang dan kesemutan.

Suatu hari, tahun 1999. Aku terbaring lesu di kamar mess ku di Jl. Matraman Raya-Jakarta. Aku membayangkan, kelak ketika menikahkan anak-anak-ku. Aku duduk di kursi roda, memakai beskap, blangkon lodhok ( kegedean ). Orang-orang memandang iba kearahku. Tentu ada yg mbatin”Kasihan, orang segagah itu kok bisa lumpuh”

Ini bermula suatu pagi. Beberapa menit setelah mengikuti upacara di kantorku, mendadak ada rasa aneh di telapak kaki kiriku. Agak kesemutan dan makin lama makin menjadi-jadi. Ketika aku duduk, pinggang terasa nyeri sampai ketika berdiripun harus diawali dengan terbongkok-bongkok. Makin hari kaki kiriku semakin lemas, tak ada tenaga. Ketika masuk kedalam mobil, kaki kiriku harus diangkat pakai tangan terlebih dahulu. Kenapa gerangan kaki ini ?? Aku belum memberitahukan keadaan ini kepada isteri dan anak-anakku. Saya coba mengobati dulu sampai sembuh agar mereka tak terkejut.

Pengobatan

Berbagai upaya sudah kutempuh.     Terapi dengan pemijatan sudah saya tempuh. Saya juga minum jamu untuk sakit pinggang yang saya beli dikaki lima. Minum jamu cuka apel juga sudah habis satu botol. Sayapun mencoba berobat tusuk jarum pada salah seorang shinse. Namun sepertinya gak ada yang mencegah lemasnya kaki saya. Atas anjuran teman akhirnya saya pergi ke sebuah rumah sakit swasta yang tak begitu jauh dari mess ku. Oleh dokter syaraf aku di test berjalan dengan berjingkat menggunakan ujung telapak kaki, ternyata saya ambruk- tak bisa melakukannya. Lalu aku disuruh berjalan dengan menggunakan tungkai ahh…ternyata lebih gak tahan dan akupun ambruk. Dokter kemudian menekuk jari kakiku sambil berkata :” Coba pak dilawan “. Akupun juga nggak kuasa melawan tangan dokter yang menahan kakiku. Ketika saya bertanya mengapa kaki saya bisa seperti ini, dokter menjelaskan “ Mungkin bapak olahraga tanpa pemanasan dengan baik, atau mengangkat benda berat dengan posisi yang tidak pas..”

Namun saya curiga mungkin ini salah satu akibat yang timbul setelah saya mengikuti latihan terjun sekitar 2 tahun yang lalu. Maklum waktu itu adalah latihan terjun terpaksa. Saya sudah berumur ketika  berumur 47 tahun dan belum pernah latihan terjun sebelumnya.  Mungkin hentakan tubuh saya dari angkasa ke tanah itu menyebabkan urat syaraf belakang saya terjepit. Mungkin lho.

Dokter menyarankan agar saya melakukan MRI lumbrosacral (Magnetik Resonance Imaging). Dari hasil MRI itu dokter menganjurkan agar saya segera menjalani operasi sebelum terlambat dan lumpuh total. karena Lumbar 4-5 terjepit ( istilah Jombangannya ” kejethit ”). Biaya operasi sekitar 25 juta rupiah. Bisa doperasi disini , atau di Singapura kata dokter. Ketika hal ini saya sampaikan kepada teman di mess dia bilang ” Jangan mau di operasi mas, nanti malah kena yang lain-lain ……”. Wah..kok malah nakut-nakuti. Terus gimana donk ???

Menempuh pengobatan alternatif

terapi-pak-hary1 Melalui staf di mess, akhirnya Tuhan    mempertemukan saya dengan Pak Hary Andrianto di Yayasan Patria Mitra Medika-Cisaat-Sukabumi. Sayapun berobat ke Sukabumi. Hari pertama saya tiba ditempat pengobatan Pak Hary saya lihat pasiennya begitu banyak sehingga harus antri. Saya masuk ke aula tempat pengobatan dengan dituntut oleh teman saya yang sama-sama tinggal di mess. Setelah tiba giliran saya maka saya beritahukan keluhan saya sambil menunjukkan hasil MRI kepada pak Hary. Beliau hanya melihatnya sepintas lalu. Saya kemudian disuruh duduk dikursi pasien. Pak Hary lalu memegang leher saya dari belakang dan ditekannya urat yang ada dileher saya. Pandangan saya terasa gelap dan kemudian tidak ingat apa-apa lagi. Tidak berapa lama saya rasakan pundak saya ditepuk Pak Hary. Terapi selesai. Terapi dileher saya yang hanya 30 detik itu ternyata saya rasakan lama sekali. Ini mirip ditotok jalan darah seperti yang tampak di film-film silat.

Saya dianjurkan untuk menginap di kamar pasien agar terapi dapat dilakukan dengan intensif. Sayapun menuruti anjurannya. Ketika menuju kamar penginapan saya harus naik kusi roda karena perawatnya takut kalau saya jatuh. Maklum kaki saya lemasdan sulit untuk digunakan berjalan. Hari itu saya diterapi tiga kali. Selain ”dicekik”-begitu istilah yang saya berikan kepada terapi ini- saya juga diberi kapsul plus daftar makanan dan minuman yang tidak boleh saya makan. Sejak saat itu secara rutin saya berangkat ke Sukabumi setiap hari Kamis sampai Minggu. Saya bermalam di Yayasan agar lebih effektif pengobatannya. Maklum pasien berjubel dan jarak Jakarta-Sukabumi cukup jauh untuk seorang berpenyakitan ini.

Biaya pengobatan di yayasan ini waktu itu Rp. 612.000.  ” Tidak ada hubungannya dengan klenik lho pak “, kata Pak Hary. Biaya obat Rp. 15.000 setiap kita datang.  Sedangkan biaya penginapan sebesar Rp. 150.000.

Fasilitas Yayasan Patria Mitra Medika. Komplex Yayasan Patria Mitra Medika-Cisaat SukabumiYayasan ini mirip rumah sakit. Ada ruang tunggu pasien, kamar terapi,tempat menginap, beberapa orang perawat, kantin dan lapangan parkir yang cukup luas. Satu kamar bisa ditempati satu keluarga karena disiapkan 2 tempat tidur dan kamar mandi didalam lengkap dengan air panas dan air dingin. Pasien yang rawat inap menerima terapi 3 kali sehari yaitu pagi, siang dan sore. Makan juga diberikan 3 kali sehari dan diberikan jatah obat dalam bentuk kapsul dan pil. Pak Hary belajar pengobatan mirip totok urat nadi ini di Taiwan selama 4 tahun. Obat-obat yang diberikan kepada pasien juga didatangkan langsung dari Taiwan.

Udara yang sejuk dan adanya hutan lindung yang berada persis diatas komplex yayasan membuat kita krasan tinggal dikawasan Situ Gunung-Cisaat -Sukabumi ini.

Fasilitas kamar untuk rawat inap pasien

Karena saya harus bermalam di Sukabumi maka isteri saya kabari. Dia kaget dan segera menyusulku ke Jakarta. Isteri menemani selama saya berobat di tempat Pak Harry. Anak-anak saya juga datang ke Sukabumi. Hanya Mak yang tidak saya beritahu. Isteri dan anak-anak saya pesankan agar sakit saya ini jangan sampai terdengar oleh mak. Mak pasti shock melihat anak semata wayangnya sakit. Usaha dan doa terkabulkan Sebagai seorang muslim tentu saya tidak hanya berobat secara fisik, sholat hajat,sholat tahajud saya laksanakan dan doa-doa kupanjatkan agar kesehatan saya dipulihkan lagi.

antrian-pasien

Alhamdulillah, setelah berobat selama 3 bulan saya sembuh total. Saya hanya perlu kontrol sekali-kali. Dengan sembuhnya penyakit yang menakutkan itu saya bisa menikahkan dua orang putri saya dengan rasa bangga dan bahagia. Foto saya gagah karena saya bisa berdiri tegak dengan beskap dan blangkon yang pas banget.

Terima kasih Tuhan. Engkau buaik pwol !!. Terima kasih Pak Hary, terima kasih para perawat yang dengan tlaten merawatku. Terima kasih isteri dan anak-anakku serta sahabat-sahabatku yang telah mendoakanku.

Hikmah dari kisah ini :

1.  Allah memberikan cobaan kepada manusia untuk menguji sampai dimana tingkat keimanan dan ketaqwaan hamba-Nya.  Allah berfirman :

QS Al Baqarah ayat 155-157

Walanabluwannakum bisyai-in minal khaufi waljuu’I  wa naqshin minal amwaali wal anfusi watstsamarooti Wabasysyirish shoobiriin.Alladziina idzaa ashoobathun mushiibatun Qooluu    innaa lillaahi wainaa ilaihi raajiuun.    Ulaaika ‘alaihim sholawaatun min robbihim  warohmatun waulaaika humul muhtaduun

Artinya  : Dan sungguh Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan,kelaparan,kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan sampaikanlah kabar gembira  kepada orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan “ inaa lillaahi wainnaa ilaihi raajiuun “.    Mereka itulah yang mendapat keberkatan  yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang  yang mendapat petunjuk   (Q.S Al Baqarah 155-157)

2. Setiap penyakit ada obatnya dan Tuhan akan menunjukkan obat itu dengan cara-Nya sepanjang kita mau berusaha.

3. Setiap ikhtiar harus dibarengi dengan doa agar hasilnya optimal.

4.Kita baru merasakan betapa berharganya kesehatan itu setelah kita kehilangannya.

  1. 12 Januari 2010 pukul 20:51

    temen saya juga berobat disini Pakde..
    tp dia ga telaten, jd skrg antara sembuh & ngga
    harusnya rutin sampe selesai ya..

    iya donk say, tp ada juga yg sembuh sih,mungkin dah lama

  2. pak gito sekampung lam-tim
    28 Juli 2010 pukul 13:02

    asslkm pak hari,apa pak hari dlu prnh tggl dikarang bandarlampung? kalau mungkin iya,tlong bapak konfirm,,karena saya selama ini mencari bapak karena berkat bapak anak dan ibu saya alhmdllh diberikan ksehatan kmbali

    Waalaikum salam,

    Benar mas, beliau pernah di Bandar Lampung dan kayaknya masih ada tuh rumahnya.
    Sekarang beliaun di Sukabumi. Sayapun berobat disana selama 3 bulan dan Alhamdulillah sembuh.
    salam kenal pak Gito.
    salam hangat dari Surabaya

  3. julius
    6 Agustus 2010 pukul 14:28

    Assalamu alaikum wr. wb.
    Pak, saya minta tolong dikirimin info ttg Yayasan ini ya
    Lokasinya dimana, no kontak yg bisa dihubungi..
    kalo bisa scan kartu nama pak Harry karena saya sudah lama ga kesana dan kartu namanya udah ga ada lagi.
    ini ada temen yang mau saya rekomendasikan berobat disana.
    Trima kasih..

    wassalamu alaikum wr. wb

    waalaikum salam

    Yayasan Patria Mitra Medika
    Desa Kadudampit- Cisaat
    Sukabumi Jawa Barat

    tilp. 0266-241697
    saya gak punya kartu namanya mas-sudah lama nggak kesana

  4. dewi
    13 November 2010 pukul 11:37

    Jika penyakit sinusitis kira2 dikenakan biaya brp ya pa?

    wah sy tidak tahu pasti mbak, silahkan berkunjung kesana saja. Pak Haryy akan menjelaskannya.
    Kalau terasa berat batal juga gak apa2 kok

  5. Murman Hidayat
    1 Desember 2010 pukul 09:38

    Info pengobatan ini sdh sy sebarkan ke temen2, mdh2an banyak manfaat, insaya Allah.

    silahkan mas, saya memang sudah merasakan manfaatnya

  6. Murman Hidayat
    1 Desember 2010 pukul 09:39

    Info pengobatan ini sdh sy sebarkan ke temen2, mdh2an banyak manfaat, insya Allah.

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: