Beranda > Kisah berhikmah > Rejeki tak terduga

Rejeki tak terduga

4 Mei 2009

Saya sudah mantap akan menjual mobil jeep untuk biaya pernikahan anak saya yang pertama. Itupun rasanya masih belum cukup. Maklum acara pernikahan dikampung saya banyak pernak-pernik antara lain adanya tradisi mengirim “tonjokan” berupa nasi plus lauk-pauknya kepada para famili dan tetangga. Ada lagi ” berkatan” bagi ibu-ibu yang membawa sumbangan dalam bentuk bahan misalnya gula,beras,mi ,tahu dan sebagainya. Baskom tempat membawa sumbangan tadi wajib diisi barang lain, bisa berupa nasi plus lauk pauk atau bahan atau kue yang lain.  Mak biasanya sudah menghitung berapa jumlah tonjokan yang harus dikirim. Konon hampir mencapai angka 600 tonjokan. Belum lagi biaya untuk pesan makanan di jasa catering. Pos inilah yang paling banyak menyedot dana. Sedangkan gedung sudah ada yang bersedia menyumbang.

Terus terang tabungan saya tidak terlalu banyak karena sudah di ambil sedikit demi sedikit untuk biaya hidup saya di Jakarta dan biaya hidup isteri dan anak saya di Surabaya. Hidup dalam ” dua dapur” memang memerlukan dana extra. Itu belum termasuk biaya pulang-pergi Jakarta-Surabaya dua minggu sekali.

Bagaimanapun juga saya ingin menyelenggarakan pernikahan anak saya sebaik mungkin, tidak terlalu berlebihan tetapi juga tidak terlalu sepi-sepian. Maklum selain tetangga, famili,teman-teman Surabaya, mantan anak buah di Surabaya  juga ada teman-teman sekantor di Jakarta yang harus diundang. Dihitung-hitung secara kasar minimal saya harus menyiapkan dana sekitar Rp.50 jutaan. Untuk acara dikampung uang sebesar itu sudah cukup besar.Ketika saya sedang sibuk memikirkan cara menggali dana ( wuihhh…nggali dimana yaa..), tiba-tiba bekas anak buah saya di Palembang telepon saya ” Bapak mimpi apa semalam ??”, tanya dia. Saya katakan setiap tidur saya pasti bermimpi tapi sering lupa. Dia menjelaskan bahwa saya mendapat hadiah sebuah sepeda motor dari Bank BCA Palembang. Lalu saya katakan bahwa tabungan saja saya tidak punya di bank tersebut.

Selanjutnya dia menjelaskan bahwa saya masih mempunyai tabungan sebesar Rp. 5 juta dan deposito sebesar Rp. 5 juta. Saya diminta untuk mengirimkan buku tabungan dan buku tersebut plus surat kuasa kepada dia untuk mengurus semuanya.

Saya jadi pusing karena tidak tahu lagi dimana buku-buku itu saya simpan. Mungkin waktu pindah tugas berkas-berkas sudah tidak karu-karuan kecuali berkas surat-surat penting.  Atas saran teman saya pergi ke kantor Polsek untuk membuat laporan kehilangan. Akhirnya saya menerima uang dari BCA sebesar Rp.10 juta dan uang hasil penjualan sepeda motor hadiah dari BCA.

Subhanallah. Tuhan  begitu baik. DIA tahu saya sedang membutuhkan uang untuk menambah biaya pernikahan anak saya. Eeee… Tuhan langsung mengirimkannya tunai kepada saya. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.

Hikmah dari kisah ini :

Tuhan memang telah berjanji akan memberikan rejeki dari arah yang tidak terduga-duga kepada umatnya yang beriman sebagaimana firman Allah Swt dalam QS. At-Thalaq 2-3.:  surat-at-talaq-bersih1

Wa mayyattaqillaaha yaj’al lahuu makhrajaa. Wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib, wa mayyatawakkal alallaahi fahuwa hasbuh, innallaaha baalighu amrihii, qad ja’alallaahu likulli syai-in qadraa.

artinya : ” Barangsiapa yang bertqawa kepada Allah niscaya DIA akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disanga-sangka sebelumnya. Dan  barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan ( yang dikehendaki-Nya). Sesungguhnya Allah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu “

Saya tidak berpretensi bahwa iman saya sudah begitu bagus. Namun Tuhan tahu dan mendengarkan doa-doa saya. Alhamdulillahir rabbil ‘alamin.

  1. 12 Januari 2010 pukul 20:42

    >>>Lalu saya katakan bahwa tabungan saja saya tidak punya di bank tersebut<<<

    ga ngerti..

    krn saya gak merasa masih punya tabungan di BCA nduk…, ternyata ada, lupaaaaaaa

  2. 12 Januari 2010 pukul 20:43

    pantesan suka ngomong Gebyar BCA..
    ternyata pernah ngerasain hadiah gede2an dari bank itu

    lumayan dan gak terduga kan

  3. mas yun
    22 Mei 2010 pukul 14:26

    Selamat kepada pakde kholik atas rejeki tak terduga yang diberikan oleh Alloh SWT,semoga bertambah banyak rejekinya, sehat selalu, dan tambah beriman & bertakwa kepada Alloh SWT, amiin….

    Terima kasih mas

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: