Beranda > Kisah berhikmah > Tuhan tak pernah ingkar janji.

Tuhan tak pernah ingkar janji.

7 Mei 2009

Bukannya saya tidak mensyukuri nikmat Tuhan jika kadangkala saya mengeluh soal lambatnya peningkatan karier saya di instansi dimana saya bertugas. Angin sorga yang dijanjikan oleh senior ketika meminta saya untuk bertugas disitu ternyata tak kunjung berhembus. Bahkan setiap dia berkata ” Wah saya jadi punya hutang kepada dik Cholik nih ” semakin membuat saya tidak enak hati kepadanya. Saya juga harus mengatakan ” Nggak apa-apa mas, mungkin ini juga sudah garis tangan saya ” setiap kali dia mengulangi kalimat yang sama manakala bertemu denganku.

Memang tidak ada aturannya bahwa kenaikan pangkat dan jabatan mesti urut kacang berdasarkan tahun kelulusan di akademi. Tidak harus angkatan 1974 naik jabatan dan pangkatnya lebih dahulu dari angkatan setelahnya.Banyak faktor yang berpengaruh terhadap kenaikan jabatan dan pangkat seseorang yang kadang lebih cepat daripada seniornya. Diantara faktor-faktor itu antara lain : pendidikan dan jabatan yang pernah disandang sebelumnya. Memang ada gurauan yang menyatakan bahwa kenaikan pangkat dan jabatan ditentukan oleh prestasi, relasi dan nasib.Ada juga yang berpendapat bahwa kedekatan seseorang dengan orang yang berpengaruh disuatu instansi akan menentukan lancar dan tidaknya karier seseorang.Kala itu langit karier saya rasakan kelabu dan tidak saya ketahui untuk berapa lama kekelabuannya.Nama saya baru masuk dalam daftar “eligible”untuk dipertimbangkan dalam rapat kenaikan jabatan. Ya memang,dengan masa pengabdian terus menerus selama 30 tahun lebih tanpa cacat ditambah berbagai jabatan dan pendidikan yang pernah saya jalani tentu  saya”eligible”. Namun jika terus-menerus hanya berpredikat”eligible” kan bisa mabuk donk.

Kadang ada pertanyaan didalam hati mengapa karier ini tak lancar padahal sholat dan doa selalu saya panjatkan.Apakah doaku tak didengar-Nya?

Akhirnya saya harus menentukan sikap.Saya akan minta pindah ke instansi di Surabaya yang masih dibawah naungan instansi tempat saya bertugas sekarang.Jika saya bisa pindah ke Surabaya paling tidak dari segi ekonomi saya bisa melakukan penghematan. Hidup dengan dapur dua memang membuat isi dompet terkuras lebih cepat sementara karier belum ada kepastian maju-tidaknya. Belum lagi biaya untuk pulang-pergi Jakarta-Surabaya.Sementara karier juga belum jelas.

Saya diskusikan masalah ini dengan isteri dan anak saya. Prinsipnya mereka mendukung apapun yang akan saya lakukan asal itu baik bagi saya sekeluarga.

Keinginan untuk pindah tersebut saya sampaikan secara lisan kepada bagian personalia dan tampaknya dia menyetujui. ” Saya sudah berkali-kali mengusulkan agar dik Cholik segera mendapat promosi namun tampaknya masih belum ada tanda-tanda kearah itu . Saingannya masih cukup banyak “, kata pejabat personil tadi.

Sebagai seorang muslim tentu saya tidak gegabah melangkah.Sayapun minta petunjuk Allah Swt dengan melakukan sholat istikharah agar saya tidak salah dalam mengambil keputusan. Sayapun tahu bahwa jika Allah Swt sudah memberikan petunjuk-Nya maka saya tidak boleh lagi protes.Saya juga tahu bahwa petunjuk Allah Swt tentu bukan merupakan kalimat ” Kamu boleh ke Surabaya” atau ” Kamu tetap di Jakarta saja”.

Setelah sholat istikharah sayapun dengan mantap menghadap pejabat yang bertugas mengurusi instansi yang ada di Surabaya. Saya sampaikan maksud saya untuk pindah ke instansi tersebut sambil menanyakan bagaimana kemungkinannya. Pejabat tersebut menanyakan alasan saya dan apakah atasan saya mengijinkan saya pindah.Saya jelaskan alasan permintaan saya pindah ke Surabaya secara terus terang.Juga saya katakan bahwa kemungkinan besar atasan saya menyetujui rencana kepindahan saya.

Pejabat tersebut selanjutnya mengatakan ” Untuk pindah keinstansi itu dik Cholik harus pensiun dulu karena disana bukan tempat anggota TNI yang masih aktif. Selain itu dik Cholik sebaiknya kuliah lagi agar kelak bisa menjadi dosen”

Dua hal itu saja bagi saya sudah merupakan petunjuk Allah Swt bahwa saya tidak boleh pindah ke Surabaya. Mengapa ??

-Jika saya harus pensiun maka saya pasti tidak bisa naik pangkat lagi padahal tak ada seorangpun alumnus akademi militer yang tidak bercita-cita menduduki jabatan bintang.Jika saya tetap bertahan pada jabatan sekarang kemungkinan masih ada kesempatan untuk naik jabatan.

-Untuk kuliah lagi rasanya berat bagi saya.Walaupun ada jargon berbunyi”tak ada istilah tua untuk belajar”namun saya tidak lagi tertarik untuk kuliah.

Akhirnya saya menghapus keinginan untuk pindah. Saya bekerja kembali dengan perasaan yang lebih tenteram karena Allah Swt sudah memberikan petunjuk-Nya. Saya meyakini bahwa Allah Swt pasti tahu apa yang terbaik makhluk ciptaan-Nya.

Benar juga, tidak sampai satu tahun saya menunggu jabatan bintang itu akhirnya saya peroleh. Doa dan kesabaran saya ternyata membuahkan hasil.

Terima kasih ya Allah, Engkau menepati janji-MU.

Himah dari kisah ini :

1.Dalam keadaan bimbang kita harus kembali kepada Allah, tempat mengadukan dan memohon segalanya.Allah berfirman dalam Surat Gafir :60gafir-60-singkat

Waqaala rabbukum ud’uuni astajib lakum

artinya “Dan Tuhanmu berfirman :”berdoala kepada-Ku pasti akan aku kabulkan “. Namun harus diingat bahwa kita tidak boleh terburu-buru dalam berdoa.

2.Jika keinginan kita belum dikabulkan itu karena Tuhan sedang merencanakan sesuatu yang lebih baik.

3.Jangan berburuk sangka kepada Tuhan. Jika kita berprasangka bahwa Tuhan tidak adil maka ketidaka-dilan akan menimpa diri kita.  Dalam Hadist Qudsi  Allah berfirman :” Anna ‘inda zhanni ‘abdiibi” yang artinya “  Aku (Allah) tergantung bagaimana hambaku menyangka”.  Oleh karena itu kita harus selalu berprsangka baik kepada Allah.

  1. 12 Januari 2010 pukul 20:26

    Allah tahu kapan saat yg tepat. kalo ngga sekarang mungkin nanti, kalo ngga dikabulkan mungkin sudah disiapkan penggati yg lebh baik dari yg diminta..
    btw saya ga ngerti apa itu jabatan bintang

    OOT istilah urut kacang saya sering dengar, tp sampe sekarang saya ga ngerti, kenapa istilah nya urut kacang.. emang ada apa dg kacang?
    mohon penjelasan nya..

    -Jabatan Jenderal
    -Urut kacang ya berurutan kayak isinya kacang panjang tuh.
    sama dengan kambing congek-apa kambing memang congekan ha ha ha.

  2. 13 Januari 2010 pukul 19:53

    oh itu tho..? saya pikirnya kacang tanah.. wahahahahaaaa…

    ya nggak apa2, asal bukan semangka

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: