Beranda > Kisah berhikmah > Menjadi manusia yang kaya arti

Menjadi manusia yang kaya arti

12 Mei 2009

Saya geleng-geleng ketika hampir semua staf  menolak ketika saya akan memindahkan salah seorang karyawan ke seksinya. ” Maaf Dir, di seksi saya selama ini pekerjaan sudah tertangani dengan baik dan lancar-lancar saja. Kalau ditambahi N (nama karyawan itu) malah akan menghambat tugas”, kata seorang staf yang memang mumpuni dibidangnya.

Saya memang mendengar bahwa karyawan N ini hobby banget tidur. Pada saat jam dinas juga sering menghilang dari kantornya. Setelah kembali ke kantor cepat atau lambat juga akan tidur. Dilihat dari golongan kepangkatannya sebenarnya N bukan karyawan rendahan. Ini bisa dilihat dari pakaian seragamnya. Dia memakai pakaian safari abu-bu sementara karyawan golongan dibawahnya berseragam putih-biru (mirip seragam SMP ya). Dia juga ahli atau paling tidak bisa mengoperasikan komputer.Tetapi ya itu tadi-mempunyai sifat pemalas. Karyawan N akhirnya sering berpindah tugas dari bagian yang satu ke bagian yang lain. Ditempat baru biasanya rajin karena atasannya sudah saya pesan wanti-wanti agar membina dan mengawasi N dengan ketat. Saya biasanya secara berkala mengecek ” Bagaimana N,sudah baik?”. Awalnya atasannya melapor bahwa N sudah rajin dan tidak suka kluyuran lagi. Namun beberapa minggu kemudian laporan mereka berubah ” N kumat lagi,Dir. Sering keluar kantor pada jam dinas. Tugas yang saya berikan menumpuk terbengkalai. Kalau bisa mohon dikembalikan ke Biro Umum saja”

Usulan tersebut sebenarnya masuk akal. Tetapi jika karyawan yang kurang baik dipindahkan berarti akan kekurangan personil. Akhirnya N saya tempatkan dibagian umum saja dikantorku. Kepala bagiannya saya pesankan agar N diberi pekerjaan dan tanggung jawab serta diawasi.

Saya jadi teringat ceramah senior saya. Bahwa manusia itu dilihat dari kepentingan bagi orang lain ada tiga golongan yaitu orang yang kaya arti,hampa arti dan rusak arti.

Orang yang kaya arti selalu ditunggu-tunggu kehadirannya. Dia memang pintar,trampil,santun,tidak sombong dan ringan tangan. Orang semacam ini jika tidak ada akan selalu dicari oleh temannya.Dia termasuk orang yang dibutuhkan. Tak heran jika banyak yang mengingkan agar dia berada dalam satu bagian dengan mereka.

Yang kedua adalah orang yang hampa arti. Orang semacam ini hadir atau tidak hadir tidak terlalu berpengaruh bagi lingkungannya. Kalau hadir ya syokur,mungkin bisa diminta tolong untuk sekedar menemani ngobrol. Dan jika dia tidak hadir juga tidak ada yang menanyakan atau merasa kehilangan dirinya karena dia memang tidak amat sangat dibutuhkan.

Golongan yang terakhir adala orang yang rusak arti. Orang ini biasanya sangat tidak diharapkan kehadirannya karena sering membuat ulah,merepotkan dan biang segala macam keruwetan.Justeru kalau dia tidak ada maka semua orang senang karena bisa bekerja dengan tenang.Seandainyapun orang ini hanya bisa untuk menemani ngobrol maka obrolan mereka semakin lama akan semakin panas,menjengkelkan karena ngomongnya sering menyinggung perasaan sehingga bisa berujung pada pertengkaran.

Hikmah dari kisah pendek ini:

1. Kita sebaiknya selalu berusaha agar kehadiran kita didunia ini membawa manfaat bagi orang lain. Rasulullah Saw bersabda :

Khairunnnas anfauhum linnasKhairunnasi anfauhum linnas

yang artinya ” sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya

2. Agama Islam tidak menyukai orang-orang yang hanya taat beribadah saja tetapi tidak perduli dengan saudara-saudara dan tetangga kiri-kanannya apalagi meringankan amar ma’ruf-nahi munkar.
Demikian pula sebaliknya, agama Islam tidak suka dengan orang yang hanya memperhatikan umat, peduli dengan masalah negara atau masyarakat tetapi menyepelekan ibadah mahdah atau ritualnya.

Hablum minannas tidak akan berarti jika tidak didasari oleh hablum minallah ,sebaliknya hablum minallah juga tidak ada maknanya tanpa memperdulikan hubungannya dengan manusia yang lain.

  1. 2 Juni 2009 pukul 23:27

    mudah2an aku termasuk orang yang kaya arti…amieen.. minta ijin mas… blog nya aku tau di blog ku ya… boleh???

    • 3 Juni 2009 pukul 06:53

      -Amin
      -Boleh mas, mari kita saling bertautan untuk saling berbagi pengalaman.
      -Thanks

  2. 14 Juli 2009 pukul 20:21

    Kunjungan balikk….

    Q add jg yah kang Cholik link na ^_^
    Eh, klo liat picna d blog ngingetin aja ma coblos brengose KARWO huehehehehe mirip ikz ^^
    Salam sayank

    cuma nasibnya lain ya,oke tuker link biar tambah gayeng yeng.salam sayang kembali

  3. 12 Januari 2010 pukul 19:46

    di kantor saya juga ada yg aneh gitu..
    bukan malas, tp setengah waras.. heheee..
    kasihan siy, nanti kapan2 saya ceritakan di blog, krn ada hikmah yg bisa dipetik
    udah lama rencana, tp saya males bener mau posting.. heheee..
    *nah ini ketauan ada org malas yg ngaku.. xixiii*

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: