Beranda > Unik-menarik > 3 jenderal bersaing menuju istana

3 jenderal bersaing menuju istana

16 Mei 2009

Pemilihan presiden yang akan digelar bulan Juli  sudah dipastikan akan menghadirkan 3 orang jenderal purnawirawan yaitu Jenderal TNI(Pur) Wiranto,Jenderal TNI(Pur) DR.H.Susilo Bambang Yudhoyono dan Letnan Jenderal TNI (Pur) Prabowo Subianto Joyohadikusumo.

Jenderal TNI(Pur) DR.Susilo Bambang Yudhoyono saat ini masih menjadi RI-1 sampai bulan Oktober nanti dan jika dalam pilpres terpilih maka beliau akan menjabat RI-1 untuk kedua kalinya. SBY juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi dan Menkopolkam. Sementara Wiranto pernah menduduki jabatan menteri dan Panglima ABRI pada era orde baru dan era reformasi.Hanya Prabowo yang belum pernah duduk di kabinet. Jabatan terakhir yang disandangnya sebelum pensiun adalah Panglima Kostrad.Dilihat dari urutan angkatan kelulusan ,Wiranto yang paling  senior yaitu lulus dari Akademi Militer tahun 1968, disusul Susilo Bambang Yudhoyono yang lulus dari Akabri Darat tahun 1973 dan selanjutnya Prabowo Subianto Joyohadikusumo lulus tahun 1974.

Ketika masih aktif dalam dinas kemiliteran SBY dan Prabowo pernah menjadi bawahan Wiranto. SBY menjabat sebagai Pangdam,Assospol dan Kassospol (selanjutnya Kaster) ketika Wiranto menjabat sebagai Panglima ABRI sementara Prabowo menjabat Pangkostrad.

Dalam pemilu Legislatif yang lalu Partai Demokrat (SBY sebagai Ketua Dewan Pembina) memperoleh suara 20,85% yang menduduki urutan ke-1 ;Partai Gerindra (Prabowo sebagai Ketua Dewan Pembina) memperoleh suara 4,46% dan berada pada urutan ke 8 dan Partai Hanura (Wiranto sebagai Ketua Umum) memperoleh suara 3,77%  yang berada pada urutan ke-9. Ini berarti partai partai yang dipimpin oleh ketiga jenderal purnawirawan tersebut masuk dalam 10 besar dalam perolehan suara pada pemilu legislatif.

sby BERBUDIDalam pemilu presiden Juli yang akan datang SBY akan berpasangan dengan Budiono-Gubernur BI.Pencalonan Budiono sebagai cawapres memang mengundang pro dan kontra.Bahkan beberapa partai yang semula akan berkoalisi merencanakan untuk mempertimbangkan ulang koalisi tersebut. Namun pada acara deklarasi SBY Berbudi kemarin beberapa partai tampaknya” sudah bisa menerima penjelasan SBY mengapa Budiono yang dipilih sebagai cawapres”. Budiono yang tidak bercita-cita menjadi wapres tersebut menyatakan siap dan berjanji : “…akan selalu bekerja untuk membuat Indonesia lebih sanggup membebaskan rakyat dari kemiskinan dan keterpurukan”

MEGAPROSementara dikubu PDIP-Gerindra,Prabowo dipasangkan dengan Megawati setelah Prabowo menyatakan kesediaannya menjadi cawapres.Munculnya duet MegaPro ini memang melalui proses pembicaraan yang cukup alot. Maklum keduanya sama-sama ingin menjadi capres. Uniknya Praowo akan ditugasi untuk mengurusi masalah ekonomi jika kelak duet ini terpilih sebagai RI-1 dan RI-2.

“Insya Allah kalau mendapat dukungan dari rakyat dan Allah SWT, maka kalau saya terpilih menjadi Presiden RI kembali dan Bapak Prabowo sebagai wapres saya, dalam penugasan yang akan ada pada Beliau, Beliau akan melaksanakan tugas yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan dan tentunya hal-hal yang bersifat konstruktif akan dilakukan kita bersama,” kata Megawati.

JK WINPasangan capres-cawapres ke-3 adalah duet JK-Wiranto yang kemudian disingkat JK-Win.Jika dua pasangan sebelumnya mendeklarasikan diri menjelang jam-jam penutupan pendaftaran capres-cawapres ,JK-Win justeru lebih cepat mendaftarkan diri yaitu tanggal 1 Mei 2009. ” Lebih cepat lebih baik”, demikian kata Yusuf Kalla.

Siapun pasti menyangka bahwa dibelakang 3 jenderal tersebut tentu ada jenderal-jenderal purnawirawan lain sebagai pendukungnya atau mungkin sebagai tim suksesnya. Seandainyapun sangkaan itu benar maka ini juga sah-sah saja karena mereka memang sudah berstatus purnawirawan dan tentunya sudah bebas ikut berkiprah dalam kancah politik.

Kita berharap agar ketiga jenderal yang ahli strategi ini tetap menggunakan strategi“menang tanpa ngasorake” alias menang tanpa merendahkan derajat dan martabat pesaingnya. Strategi ini harus diimplementasikan dalam kampanye pemilu yang santun,berbudaya, tidak saling menjelekkan atau memfitnah tetapi kampanye yang sarat dengan pemaparan visi,misi dan program-progam yang jelas.

Tentu ada juga yang bertanya mengapa ketiga jenderal itu tidak berkoalisi saja ? Tentu mereka yang lebih tahu jawabannya.

Ketiga jenderal yang pernah menjadi kolega itu akan saling berkompetisi secara sehat dalam pemilihan presiden. Nah,siapakah diantara 3 jenderal itu yang bintangnya akan bersinar terang di Istana ?? Kita tunggu hasil pilpres Juli yang akan datang.

Semoga langkah ketiga jenderal tersebut didahului dan diikuti dengan niat yang baik yaitu untuk beribadah melalui pengabdiannya kepada ibu pertiwi tercinta.

Old soldier never die they just fade away.

Foto : kompas.com

Catatan saya :

1. Jabatan adalah amanah dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya kelak.

2.    Hanya orang terbaik yang layak menjadi pemimpin (HR.Achmad,Al Baihaqi dan Thobroni). Orang terbaiklah yang memiliki tanggung jawab yang besar untuk memberikan kemaslahatan kepada umat dan membangun bangsa dan negara.


  1. 8 Juni 2009 pukul 14:25

    TO BAPAK WIRANTO. Kami kagum dengan kepribadianmu. sangat terbukti. disaat bapak SUHARTO lengser. YG namanya JENDRAL WIRANTO. Sudah selayaknya untuk menggantikan posisi, seorang PRESIDEN.Namun tidak demiklian. karena JENDRAL WIRANTO Tidak Rakus. kini sudah saatnya kami sangat mendambakan kepimpinanmu, ketegaasanmu,kecerdsasanmu, untuk bangkit dari keterpurukan yg tak ber ujung ENGKAO ADALAH JENDRAL SENIOR. Selamatkan perut rakyatmu, selamatkan keutuhan NKRI. SELAMATKAN AMBALAT….( PERANG BILA PERLU) I LOV YU. JK WIN. ANDA LAYAK JADI PEMIMPIN.

    • 8 Juni 2009 pukul 15:09

      -Saya pernah menjadi anak buah beliau di Dephan
      -Thanks atas kunjungan dan komentarnya
      -salam

  2. 12 Januari 2010 pukul 19:28

    saya baru tau kl SBY pernah jadi Mentamben.. benarkah..? kok saya ga yakin..šŸ˜€ sori kalo salah..

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: