Beranda > Renungan > Buka-bukaan di televisi

Buka-bukaan di televisi

18 Mei 2009

Hampir setiap hari kita disuguhi acara infotainment oleh televisi swasta dengan berbagai macam tajuk. Ada Insert ,Kasak-kusuk,Cek&Ricek ,Hotshot,Silet,Kiss,Go Show,dan lain-lain.Yang menjadi bahan acara siapa lagi kalau bukan para artis karena mereka inilah yang paling menarik untuk diberitakan.Dalam acara tesebut berita yang disiarkan bisa berupa kabar gembira misalnya pernikahan,ulang tahun atau kesuksesan artis dibidang pendidikan.Ada pula kabar sedih misalnya kematian keluarga artis,kehilangan barang-barang,perceraian,kecelakaan,penipuan dan kabar sedih lainnya.Namun yang paling sering ditonjolkan adalah berita tentang kisah asmara para artis dengan bumbu perselingkuhan,putus cinta,munculnya pihak ketiga dan bumbu-bumbu penyedap lainnya.

Saya akui betapa hebatnya daya lihat, daya dengar,daya lacak dan daya cium para pemburu berita dan tukang kemas berita yang tergabung dalam acara infotainment ini.Apalagi infotainment dengan tambahan label “investigasi”.Di acara ini kehidupan artis benar-benar dikupas secara panjang lebar sehingga pengetahuan kita tentang kehidupan artis tersebut agak lumayan lengkap.

Bayangkan, Luna Maya yang berjalan mengendap-endap dari balik sebuah mobil yang ada di dekat Ariel-Vokalis Peterpan itu bisa di shoot dengan baik oleh juru kamera sehingga keinginan Luna Maya untuk menghindari wartawan tidak berhasil.

Acara infotainment menurut saya tak ubahnya seperti acara buka-bukaan kehidupan artis yang kadang ingin dihindari oleh para artis.Walau ada yang berpendapat bahwa acara ini sesungguhnya dapat menaikkan popularitas artis yang bersangkutan sehingga mereka sendirilah yang sengaja berupaya agar kehidupannya di expose.Jika dalam acara infotainment artis yang menjadi sasaran pemberitaannya, tidak demikian halnya dengan acara “Curhat bersama Anjasmara”. Acara berdurasi sekitar 30m menit ini benar-benar acara yang menurut saya “super blak-blakan”. Betapa tidak, dalam salah satu tayangannya terlihat seorang suami yang tidak lagi dipercaya oleh isteri dan sedang berusaha meyakinkan isterinya. Namun tiba-tiba didatangi oleh perempuan sedang hamil yang langsung mencaci-maki dirinya.Ternyata wanita ini mengaku sebagai calon isteri laki-laki tersebut yang sedang hamil dan akan segera menikah.Tak ayal lagi terjadi pertengkaran mulut antara laki-laki yang sudah beristeri dengan perempuan yang sedang hamil tadi dengan bumbu saling dorong-mendorong. Anjsamara selaku hostnya hanya bisa berteriak-teriak” tolong tenang,hentikan,mau diselesaikan atau tidak”, seraya berusaha memisahkan kedua makhluk yang sedang bertengkar tersebut.

Tidak lama kemudian datang seorang laki-laki yang ternyata ayah dari wanita yang sedang hamil. Terjadi pengeroyokan terhadap seorang laki-laki oleh si gadis dan bapaknya yang tak kalah emosinya.Sementara isteri sah dari laki-laki tersebut hanya bengong,menangis sambil sesekali teriak-teriak kepada suaminya yang ternyata berperilaku tidak baik.

Yang mengherankan saya-sementara mereka bertiga sedang bertengkar hebat-Anjasmara menutup acara ini. Lho…ternyata tidak ada penyelesaiannya tho.

Acara yang tak kalah seru adalah acara yang bertajuk“Masihkah dia mencintaiku” dengan host Helmy Yahya. Dalam acara ini ditampilkan sepasang suami isteri plus orangtuadan seorang pendampinga.Para pelaku dalam acara ini memakai penutup wajah yang terus terang masih belum bisa menyembunyikan secara total wajah mereka.

Dalam acara ini salah satu dari pasangan itu bertindak sebagai pengumpan dan yang lain menanggapi.Bukan mereka saja, orang tua dan keluarga dari masing-masing pihak kadang ikut nimbrung dalam diskusi bahkan mereka injilah yang cenderun emosional mendukung anaknya.

Dalam acara yang kebetulan saya tonton-adalah seorang laki-laki yang konon mengetahui isterinya selingkuh.Istrinya sudah mengaku dan minta maaf dan sang suamipun sudah memaafkan. Namun dimata isterinya sang suami menjadi cuek-bebek kepada sang isteri. Disinilah diskusi kemudian dibangun.

Saya menyaksikan bagaimana diskusi berjalan dengan wajah-wajah emosi,tegang,kadang ada tangisan. Sementara dipihak keluarga masing-masing juga ikut berkomentar dengan mengeluarkan kata-kata yang menurut saya kurang pantas.

Pada akhir acara Helmy Yahya membuat suatu kesimpulan dan menyerahkan penyelesaian selanjutnya kepada peserta.

Renungan dengan cerita diatas.

1. Mengapa kehidupan pribadi seseorang dibuka sedemikian rupa didepan para penonton televisi yang jumlahnya jutaan orang? Kasus-kasus yang bernuansa aib apakah layak dise bar-luaskan yang seharusnya ditutup rapat-rapat?

2. Dalam agama apapun tentu ada larangan atau paling tidak berupa anjuran agar tidak menyebarkan aib seseorang.

  1. thetawvic
    18 Mei 2009 pukul 15:13

    jam 4 pagi sampe jam 7 pagi televisi adalah sahabat kita
    karena isinya berita sama ceramah
    jam 7 pagi mpe 6 sore televisi musuh kita
    karena isinya gosip atau sinetron
    jam 6 mpe jam 7 malam televisi musuh dan teman kita
    karena biasanya isinya berita tapi kadang gosip
    jam 7 malam keatas televisi jangan ditonton
    karena isinya gak jelas, musuh apa bukan…

    he…he…
    http://www.tawvic.co.cc

    • Abdul Cholik
      18 Mei 2009 pukul 15:53

      thanks mas,kita ambil yg baik2nya.

  2. 12 Januari 2010 pukul 19:17

    dua2nya sampe sekarang saya belom pernah nonton..
    wakakakakkk.. kuper yeeee..
    saya mendingan nonton kartun ato sinetron yg lucu2 kaya OB ato Kejar Tayang ato Extravaganza ato Opera van Java..
    lain nya malessss.. udah pusing urusan kantor, harus mikir lagi urusan orang.. hahahahaaa

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: