Beranda > Unik-menarik > Polisi Dunia kena tilang juga

Polisi Dunia kena tilang juga

19 Mei 2009

Nggak sombong saya pernah menjadi anggota Polisi Dunia lho. Tahun 1989 saya menjadi salah satu anggota Kontingen Garuda (Konga) yang bertugas di Namibia dalam misi United Nations Transition Assistance Group (UNTAG). Bersama  anggota pasukan dari negara-negara lain kami bertugas untuk memantau jalannya pemilihan umum yang akan digelar di Namibia-Afrika Barat Daya. atau South West Africa yang lazim disingkat SWA.Kontngen Garuda berjumlah 50 orang yang semuanya dari dolongan perwira,sementara dari negara-negara lain ada yang mengirim bintara dan tamtama.Kami tergabung dalam UN Civilian police (UN CIVPOL). Disana juga terdapat orang-orang sipil yang umumnya bertugas dibagian electoral element.Mereka inilah yang langsung ikut terlibat dalam pelaksanaan pemilu sejak saat pendaftaran pemilih sampai pencoblosan.Secara umum seluruh anggota Untag bertugas memantau jalannya pemilu agar “free and fair election” terlaksana.

Selama bertugas dinegara tersebut kami juga berkesempatan untuk mengilingi Namibia dengan memanfaatkan waktu berlibur dan ketika sedang tidak sedang bertugas.Karena penugasan kami tersebar diseluruh Namibia maka tidak heran jika jarak antara kelompok yang satu dengan yang lainnya ada yang ratusan kilometer. Namun demikian saya yang kebetulan bertugas di kota Windhoek -kelak menjadi ibukota Namibia- selalu menyempatkan diri untuk menengok teman-teman yang bertugas didaerah terpencil.Yaahhh..semacam memberikan dukungan moril lah.

Karena selama penugasan kami harus menyewa rumah dan menyiapkan makan sendiri maka kamipun menjadi terlatih untuk berbelanja keperluan sehari-hari.Inipun kami juga mengambil waktu libur atau ketika sedang tidak bertugas.

Suatu waktu kami berempat berbelanja disebuah kompleks pertokoan. Selain berbelanja kebutuhan dapur kami juga sambil sight seeing. Jika ada barang yang cocok langsung kami beli. Ini biasanya untuk oleh-olehnkelak jika kami sudah kembali ke Indonesia.Hampir dua jam lebih kami berada di komplex pertokoan tersebut.Ketika akan pulang kami melihat ada secarik kertas yang diselipkan dikaca wiper.Setelah kami amati ternyata kertas tadi adalah tanda bukti pelanggaran alias”tilang”.Disitu ditulis bahwa pembayaran parkir kami kurang karena uang yang kami masukkan kedalam parkir meter hanya 2 rand.Padahal kami parkir lebih dari 2 jam.Serentak kami tertawa ketika melihat jumlah yang harus kami bayar yaitu sebesar R.225 ( kurs waktu itu 1 rand=Rp.700).Dalam tilang juga dijelaskan dimana kami harus membayar denda tersebut. Kami tengok kanan-kiri mencari siapakah gerangan yang berani memberi tilang kepada anggota Polisi Dunia tetapi kami tidak berhasil menemukannya.

Kamipun bergerak cepat kekantor yang ditunjuk untuk membayar denda. Dikantor tersebut pelayanan pembayaran denda tilang berjalan dengan cepat-tidak bertele-tele dan bebas dari calo atau pungli.

Wah ternyata anggota dan kendaraan Polisi Dunia tidak kebal oleh tilang ya.Kalau sampai teman yang lain tahu pasti kami menjadi bahan tertawaan dan kalau sampai kami telat membayar denda tersebut pasti kami juga akan dilaporkan kepada Komandannya Polisi Dunia kaleeee.

Parking meters

Gambar parking meter. Setiap parkir kita harus memasukkan coin kedalam slot dan kemudian memutarnya kekanan.Panah dalam slot akan berjalan secara perlahan-lahan. Lebih amannya masukkan beberapa coin agar kita dapat parkir dan berbelanja dengan tenang.

Saya bersama temanSaya bergambar di dikantor UN Civpol-Katutura-Namibia bersama teman dari Pakistan (hem biru) dan 2 orang polwan dari Netherland

UN VehicleInilah salah satu jenis kendaraan dinas United Nations yang cukup nyaman.

  1. 12 Januari 2010 pukul 19:07

    wah.. kalo coin nya lebih apakah nanti keluar kembalian nya Pakde..?

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: