Beranda > Renungan > Menangislah sebentar !

Menangislah sebentar !

21 Mei 2009

Sore ini saya menyaksikan di televisi suasana duka para keluarga korban jatuhnya pesawat Hercules TNI-AU di Magetan tanggal 20 Mei 2009.Ada yang menangis meraung-raung,pingsan dan histeris manakala jenasah keluarga mereka dimakamkan. Seorang gadis bahkan meronta-ronta ingin melihat jenasah ayahnya yang sudah siap dimasukkan keliang lahat.Ucapan“sabar ya” untuk sementara belum mampu menghapus kesedihan mereka.Sebagai manusia biasa wajar jika mereka bersedih,berduka,meratap dan menangis. Betapa tidak,sosok yang mereka banggakan, sosok tempat berlindung,tempat menumpahkan kasih sayang dan yang menjadi tulang punggung mendadak meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.

Bayangkan, jika pagi tadi sang suami masih berpamitan untuk berangkat kerja dengan seragam dinasnya yang gagah,dengan senyum yang mengembang-tiba-tiba siang harinya sudah diantar kerumah oleh rekan-rekannya dalam bentuk jenazah.

Betapa sedih orang tua,jika sang anak-seorang jenderal yang kariernya sedang menanjak-tiba-tiba pergi bersama isteri yang dicintainya dengan meninggalkan anak-anak mereka.Anak-anak yang masih membutuhkan kasih sayang,membutuhan bimbingan dan membutuhkan lindungannya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ibu Any Bambang Yudhoyono pun ikut memberikan hiburan kepada keluarga korban guna mengurangi kesedihan mereka. http://images.kompas.com/detail_news.php?id=20416.

Presiden SBY menghibur keluarga korban

Semua muslim mengetahui dan bahkan sangat hafal firman Allah Swt

Al-Baqarah 156 Innaa lillaahi wa innaa ilayhi raaji’un

yang artinya
Sesungguhnya kami ini adalah milik Allah,dan sungguh kami akan kembali kepada-Nya

“Indeed we belong to Allah and indeed it is to Him we are to return.”

Kitapun sering diingatkan kepada firman Allah dalam QS.Al-Alaq :8 yang berbunyi ” Inna ilaa robbikar rujaa ” yang artinya “Sesungguhnya kepada Tuhanmulah semuanya kembali “

Kematian mendadak memang seringkali mengejutkan.Orang yang mampu menghadapi kematian mendadak keluarganya sungguh merupakan manusia luar biasa.Ketegaran,kesabaran dan keiklhasan mereka patut diacungi jempol pada saat mereka mengatakan ” Walaupun sedih tetapi Insya Allah saya ikhlas atas kematian anak saya”.

Sebagai sesama muslim saya hanya bisa menyarankan agar para keluarga korban tetap sabar menghadapi cobaan yang memang merupakan tahapan dalam kehidupan manusia untuk menguji keimanan kita.Allah berfirman dalam QS. Al-Mulk : 2

QS.Al-Mulk 2Al-ladhiy khalaqal mawta wal hayaata li yabluwakum ay-yukum ahsanu ‘amalaa’ wa huwal ‘aziyzul gafuur

artinya

Allah yang telah menjadikan kematian dan kehidupan untuk mencobai kamu siapakah yang terbaik amal perbuatannya.Dan DIA Maha Perkasa lagi Maha Pengampun

The One who created death and life to test you – who among you has the better deeds; and He only is the Most Honourable, the Oft Forgiving.

http://www.multimediaquran.com/quran/040/c40_60

Kita juga diingatkan sabda Rasulullah Swa ” Innal baliyyata lamta’til mukmina lituhlikahu walakin atatlitakhtabirohu

yang artinya : “Sesungguhnya bencana yang menimpa rang yang beriman ibu bukanlah untuk menyiksa(menghancurkan) tetapi ia datang untuk mengujinya”

Harus dingat bahwa Tuhan tidak menyukai orang yang putus asa,marah,jengkel sampai mereka merobek-robek bajunya atau mencakar-cakar mukanya.

Jadi jika bersedih menangislah sebentar saja !!

Semoga arwah mereka diterima disisi Allah Swt,diampuni segala dosa dan kesalahannya serta  diterima amal ibadahnya. Amin ya rabbal ‘alamin.

  1. 12 Januari 2010 pukul 18:54

    iya Pakde.. saya ini orang paling cengeng sedunia kali ya.. cengeng bgt, ga bisa dengar berita duka langsung nangis.. ga bisa tersinggung dikit langsung nangis, ga bisa lihat org susah langsung nangis.. payah!

    senin minggu lalu my smilling uncle, paman kesayangan saya meninggal. itu yg terbaik sih, mengingat sakitnya yg udah terlalu lama, tp tetap aja saya nangis melihat wajah pucatnya yg tidur tersenyum.
    semalaman di rumahnya, ngaji di depan jenazah air mata ga bisa dibentung. walau tanpa meraung2 ato histeris, tetep aja air mata ini seperti banjir.. terkenang kebaikan2 & kelucuan beliau krn emang org nya baik hati & suka becanda..

    ah, cepat ato lambat kita juga semua bakalan kembali ya Pakde..
    moga2 kita kembali dlm keadaan khusnul khotimah

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: