Beranda > Renungan > Satu jam saja

Satu jam saja

22 Mei 2009

Sekarang hari Jum’at.Nanti siang umat Islam akan menunaikan sholat Jum’at yang merupakan kewajiban bagi laki-laki yang sudah dewasa,sehat dan tidak gila. Perintah Sholat Jum’at datangnya langsung dari Allah Swt sebagaimana tercantum dalam QS.Al-Jumu’ah :9 ”

QS.Al-Jumuah 9Yaa ay-yuhal-ladhiyna aamanuu idhaa nuudiya lissalaati miy yawmil jumuaati fasaaw ilaa dhikril-laahi wa dharul bayaa dhaalikum khayrul lakum in kuntum ta’alamuun

yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman,apabila diseru untuk menuaikan shalat pada hari Jum’at maka bersegeralah kamu untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui “

People who Believe! When the call for prayer is given on (Friday) the day of congregation, rush towards the remembrance of Allah and stop buying and selling; this is better for you if you understand.

Sholat Jum’at hukumnya adalah fardhu ain yang sama sekali tidak boleh ditinggalkan.Terhadap orang yang meninggalkan sholat Jum’at Rasulullah dalam sebuah hadits riwayat Ahmad bersabda ” Man taroka tsalaatsa juma’n tahaawunan bihaa thoba ‘a-llahu ‘ala qolbihi” yang artinya “Barangsiapa meninggalkan sholat Jum’at karena mengentengkannya maka Allah mencap atas hatinya (munafik)

Sholat Jum’at termasuk maghdoh yaitu ibadah yang tata pelaksanaannya sudah ditentukan tersendiri,sistemikanya telah jelas dan tiak bisa diubah-ubah lagi oleh siapapun dan sampai kapanpun. Ini berarti bahwa sholat Jum’at tidak bisa dilakukan secara bebas tetapi harus berdasarkan aturan formal yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Jika tidak mengkuti ketentuan yang ada maka ibadah sholah Jum’atnya menjadi tidak sah atau batal.

Salah satu ritual dalam sholat Jum’at adalah adanya khutbah Jum’at.Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan khutbah Jum’at. Meskipun demikian, kedudukan khutbah Jum’at bukan wajib tetapi sunnah muakaddah dan bukan merupakan syarat syah-nya shalat Jum’at. Khutbah Jum’at bisa dikatakan sebagai salah satu kesempurnaan shalat Jum’at karena merupakan salah satu sarana syiar Islam dan dalam rangka dzikrullah (mengingat Allah-http://muslimabipraya.wordpress.com/2008/01/04/sekitar-hukum-shalat-jumat/.

Seringkali saya perhatikan sejumlah jamaah sholat Jum’at tertidur pada saat berlangsung khutbah Jum’at.Tentu ada berbagai alasan mengapa jamaah tersebut tertidur (atau sengaja tidur). Mungkin karena kelelahan bekerja atau malam harinya sedang tugas jaga malam dan baru bergantian jaga pada pagi harinya sehingga kantuk menyerang.Bisa juga karena materi khutbah tidak menarik,monoton,tidak jelas sehingga jamaah menjadi bosanNamun sesungguhnya jamaah yang tertidur saat khutbah adalah merugi karena dalam khutbah tersebut tentu ada ilmu yang dapat dipetik.

Mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian adalah perintah junjungan kita, Nabi Muhammad saw yang artinya :Siapa berwudhu dengan sempurna dan pergi shalat Jum’at, lalu mendengar khutbah dan diam (memperhatikan), maka akan diampuni dosa yang terjadi pada hari itu sampai pada Jum’at lagi, ditambah tiga hari. Dan siapa yang bermain-main dengan kerikil (batu), berarti sia-sia Jum’atnya. (HR Muslim dari Abu Hurairah) http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/hidup-ini-memang-penuh-kelucuan.html

Allah sengaja membuat semua urusan akhirat ini ringan tetapi mengapa manusia menjadikannya berat.Sholat Jum’at yang hanya satu jam saja dirasakan berat tetapi menonton film India yang lamanya dua jam dianggap ringan oleh manusia.

Jadi sisihkan waktu satu jam setiap hari Jum’at untuk mengikuti rangkaian ibadah sholat Jum’at dengan se-khusuk-khusuknya.

  1. 12 Januari 2010 pukul 18:46

    satu2nya film india yg saya tonton cuma kuch kuch hotahei.. wakakakakkkk..

    saya malahan suka lihat cowo2 yg berdiri depan masjid bergerombol sambil merokok saat kutbah jumat. pas sholat mulai baru mereka masuk dalam shaf.. gimana tuh kalo kaya gitu
    *untung saya bukan cowo*

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: