Beranda > Renungan > Keuntungan mas Djoko Untung

Keuntungan mas Djoko Untung

23 Mei 2009

Saya mengenal mas Djoko Untung baru beberapa bulan yaitu ketika kami mengadakan rapat panitia dalam rangka persiapan pernikahan dr.Sri Amiretno Damayanti(cucu se trah isteri saya). Seperti layaknya orang Jawa Timur, suami Hj.Sumiati ini orangnya ramah dan tidak terlalu urakan seperti saya.

Sesuai namanya,Mas Djoko Untung yang sudah haji ini benar-benar menjadi manusia yang beruntung. Betapa tidak, beliau dikaruniai seorang putra dan seorang putri.Putra pertamanya Anang Pranoto Hidayat, berwajah tampan,berkulit kuning dan murah senyum. Sarjana Kehutanan yang bekerja dibidang perbankan ( ha..ha..ha) ini baru saja menikah dengan dr. Sri Amiretno Damayanti (lihat artikel Cucuku Menjadi Manusia-22 Mei 2009). Putrinya bernama Ana Puji Rahayu seorang  Sarjana Kedokteran yang pagi ini akan melangsungkan akad nikah dengan Marta Akhiruddin,SP seorang karyawan disebuah perusahaan swasta di Gresik -Jawa Timur.Sama halnya dengan kakaknya,Ana seorang gadis yang cantik,mungil dan murah senyum. Saya percaya,senyum Ana akan mempercepat kesembuhan para pasien jika Ana kelak sudah menjadi dokter.

Mas Joko Untung bersama isteri dan anak serta menantunya

Jika William Shakespeare mengatakan :“Apa arti sebuah nama”, saya harus mengatakan bahwa nama bagi seseorang adalah penting dan oleh karenanya menjadi kewajiban orang tua untuk memberikan nama yang baik bagi anaknya.Rasulullah Saw bersabda :“Hak anak terhadap orangtuanya ,antara lain adalah memberinya nama yang baik dan meluhurkan budi pekertinya”

Oleh karena itu pula tidak jarang Rasul mengubah nama-nama yang buruk menjadi nama yang baik,untuk kota maupun manusia.”Yatsrib” yang maknanya “mengecam” adalah nama lama yang diubah  oleh Rasul menjadi “Al-Madinah” yang makna harfiahnya adalah”tempat peradaban”. Ali Bin Abi Thalib r.a menamai putranya “Harb”(perang),dan diubah oleh Rasul dengan nama “Al-Hasan” (yang baik). Umar r.a menamai anak perempuannya “Ashiyah”(durhaka/pembangkang) dan diganti oleh Nabi saw menjadi”Jamilah”(cantik).Ketika orangtua memberikan nama kepada anaknya tentu terkandung doa dan harapan walau pada akhirnya tergantung juga pada amal perbuatan si anak itu sendiri.Jika mas Djoko Untung memang benar-benar beruntung,tidak demikian halnya dengan Letkol Untung almarhum.Dia akhirnya dihukum karena perbuatannya.

Jika anda mencari nama Bejo, di Jawa banyak sekali.Orangtuanya pasti juga mengharap agar anaknya kelak selalu “bejo” atau beruntung dalam hidupnya.Saya saja paling tidak mempunyai 4 kenalan bernama Bejo. Sertu Bejo mantan jurubayar kesatuan saya di Palembang; Bejo si sersan mayor tetangga saya di Jombang, lalu Kapten Cpm Bejo mantan ajudan Letjen Pur Sarwo Edi Wibowo (tahun 1970an) dan Letkol  Cpl Bejo,senior saya waktu tugas  di Balikpapan.

Pemberian nama anak kadang juga dikaitkan dengan sesuatu yang terjadi pada saat anak itu dilahirkan agar mudah diingat-ingat. Saya menamakan anak pertama Eny Indah Agustiani karena dia lahir pada tanggal 17 Agustus.Nama itu sungguh tepat karena setelah besar dia menjadi anak yangindah ing warni” ,ayu merak ati tur edi pEny he..he..he. Sedangkan anak saya yang kedua namanya Sandy Yustisia Putri karena dia lahir pada hari Minggu (kata Sunday kan dibaca Sandy bho) dan saat itu saya bertugas sebagai perwira penyidik di Pomdam IX/Mulawarman yang hampir setiap hari mengetik kalimat”pro Yustisia” pada Berita Acara Pemeriksaan yang saya buat.

Orang tua yang memberi nama Muhammad kepada putranya tentu berharap agar anaknya berperilaku dan meneladani Rasulullah Saw. Demikian pula jika seorang anak diberi nama Sudirman tentu si orang tua berharap anaknya bisa menjadi serdadu yang berani dan mencintai tanah airnya seperti Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Saya tidak tahu apa harapan orang tuanya ketika anaknya yang lahir itu diberi nama Henry Kissinger.Tentu orangtuanya tidak berharap agar jagoannya itu setelah dewasa menjadi seorang yang ahli……ahhh….tidak tega saya meneruskannya..takut jadi fitnah. he..he..he

Pendek kata, memberi nama anak yang baik itu tidak  sulit dan memerlukan biaya, jadi mari kita berikan nama yang baik dan bermakna kepada anak-anak kita.

Penganten kembarAnak-anak dan menantu-menantu Mas Djoko Untung dalam episode ” Mantu dan Ngunduh Mantu”

Sumber : Fatwa-Fatwa Seputar Ibadah dan Muamalah-M. Quraish Shihab

Kategori:Renungan Tag:, , , , ,
  1. 12 Januari 2010 pukul 18:26

    lho.. itu barengan tho pakde..? Pak Djoko Untung itu nikahin anaknya sekaligus?

    oyeee, kakaknya laki2 dapat dokter, adiknya perempuan juga dokter…

  2. 12 Januari 2010 pukul 18:28

    saya sendiri ga ngerti kenapa Babe saya namain saya nopi, lha saya ga lahir buan nopember tp mei..
    waktu saya tanya, bukan nya dijawab malah ditawari, “emang nya mau dikasih nama meilan..?”
    halaaah.. susah deh, debat ama ortu, ga bakalan menang..

    Harusnya Mei Nabila donk say …

  3. 12 Januari 2010 pukul 18:30

    *pantesan Dani Ahmad ganti nama wulan sari jadi Mulan Jameela.. abis emang cantik sih!*

    emangnya mereka nikah ??

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: