Beranda > Opini > Cinta Fitri 3-sinetron ramah tamparan

Cinta Fitri 3-sinetron ramah tamparan

24 Mei 2009

CINTA FITRI 3Keponakan dan cucu saya sering tertawa mengejek ketika saya bilang “Mau nonton Cinta Fitri dulu ah”. Sambil cekikikan mereka berkomentar :“Idih kok suka sinetron kayak gitu sih,bertele-tele,dipanjang-panjangin sehingga kita nggak tahu pasti kapan berakhirnya”. Yaaa komentar kan boleh-boleh saja,tidak bayar dan tidak dilarang oleh undang-undang.

Bagi saya menonton sinetron bukan hanya sekedar menikmati acaranya tetapi juga berusaha mencari dan menemukan pelajaran dari tayangan itu.Saya yakin sipembuat sinetron bukan hanya mencari keuntungan materi semata tetapi juga mencoba membuat cermin kehidupan.Kesimpulan akhir dari sebuah cerita,film atau sinetron umumnya sama yaitu “kebatilan akan dikalahkan oleh kebenaran”.Tetapi proses menuju ke akhir cerita pasti ada pelajaran-pelajaran extra yang bisa diambil manfaatnya.

Setelah Cintra Fitri 3 berakhir saya tidak akan membuat review yang panjang lebar tetapi hanya satu yang ingin saya sampaikan yaitu ” Sinetron Cinta Fitri 3 adalah sinetron yang” ramah tamparan”. Lho, kok mirip blog saja; ada blog yang “ramah komentar”

Benar, wlaupun Cinta Fitri 3 bukan sinetron laga namun menurut catatan saya, dilingkungan keluarga pak Hutama-keluarga terpandang dan cukup kaya itu berkembang aksi tampar-menampar diantara mereka. Inilah tokoh-tokoh yang punya keahlian menampar.

Ade Kusumah-tokoh Oma yang diperankan oleh Ade Kusuma yang dandanannya selalu rapi-jali ini gemar sekali menampar anak-cucunya.Tentu Mischalah yang paling banyak mendapat hadiah tamparan dari Oma karena kelakuannya yang menyebalkan bak setan atau ular berbisa itu.Lidia (sang anak) ,Maya dan Faiz (cucu Oma), juga pernah merasakan tamparan Oma. Sedangkan Hutama,Bram,Farel dan Fitri belum pernah mendapat ganjaran dari sang Oma.

Boy Tirayoh-tokoh Hutama yang diperankan oleh Boy Tirayoh juga ahli menampar.Sifat Hutama yang berubah-ubah dari cinta menjadi benci dan bahkan sangat benci pernah menampar Farel,Maya dan Mischa karena dianggap bersalah oleh Hutama. Walaupun tidak pernah menampar Fitri namun Hutama pernah sangat membenci Farel dan Fitri setelah Faiz hadir ditengah keluarga Hutama.

Bu Lia Hutama-tokoh Lia (diperankan oleh Elsye Virgita) juga pernah melakukan adegan menampar terhadap Farel,Maya dan Mischa.Tabiat Lidia juga berubah-ubah, kadang mencintai dan kadang membenci Farel,Fitri dan Mischa.Namun menjelang berakhirnya Cintra Fitri 3 Lidia berbalik arah,merasa menyesal dan akhirnya bergabung dengan Farel dan Fitri.

Avelyn Maya-tokoh Maya (diperankan oleh Verlita Evelyn) pernah menampar Fitri dan Mischa. Fitri dianggap membela Farel yang dituduh membunuh Bram.Sedangkan tamparan kepada Mischa dilakukan oleh Maya karena Mischa dianggap sebagai tukang hasut wal adu domba.

Dinda Kanya Dewi-Mischa(diperankan oleh Dinda Kanya Dewi) beraninya hanya menampar dan menganiaya Fitri karena Fitrilah yang telah merebut cinta Farel dari tangan Mischa.Mischa merupakan sosok manusia yang ahli menyusun sandiwara untuk memecah belah keluarga Hutama dengan tujuan menguasai harta mereka.Gadis yang tampak lebih menarik ketika sedang cemberut ini mengaku sering dicubiti ibu-ibu yang gemes menyaksikan kebusukan hatinya di sinetron CF3.

Shireen Sungkar-Fitri(diperankan oleh Shireen Sungkar) juga hanya berani menampar Mischa karena Fitri telah mengetahui bahwa Mischa adalah sumber dari segala sumber kekacauan dikeluarga Hutama.Kadang saya juga terpancing menjadi sebel melihat keluguan dan kesabaran Fitri dan kadang ikut bersorak ketika melihat Fitri bersikap tegas dan berani menyatakan sikapnya, walaupun kepada mertuanya.

Teuku Wisnu-Farel( diperankan dengan apik oleh Teuku Wisnu) pernah beberapa kali menampar Mischa,Faiz  dan menendang Bram.Farel mengetahui dengan pasti bahwa Mischa xan Faiz adalah biangkerok dikeluarga Hutama, sedangkan Bram dianggap tukang bohong oleh Farel. Cowok Aceh ini memerankan tokoh pemuda yang pintar,pekerja keras,sayang kepada orang tua namun temperamental.

sandy syarif-Faiz ( diperankan oleh Shandy Syarif) hanya sekali menampar Mischa, ketika Mischa marah atas tamparan itu Fais dengan entengnya menjawab :” Itu kan hanya acting saya saja untuk meyakinkan keluarga Hutama bahwa saya bisa juga marah kepada isteri saya “

Sebagaimana disebutkan dalam setiap akhir tayangannya, cerita dalam sinetron ini hanyalah fiktif belaka.Namun demikian agak mengherankan mengapa dalam sinetron ini begitu mudahnya mereka melayangkan tangan  mereka kewajah orang lain.Seharusnya penulis sinetron mempertimbangkan beberapa tokoh yang sering mengucapkan “Astaghfirullah” itu sebaiknya tidak menampar ketika sedang marah.


Sumber foto :

1. Foto Teuku Wisnu,Dinda Kanya Dewi,Shireen Sungkar,Sandy Syarif : kapanlagi.com (http://www.kapanlagi.com)

2. Foto Ade Kesumah : you tube.com. http://youtube.com/vi/IESbED50g28/2.jpg

3.Foto Elsye Virgita :www.bollywoodsargam.com.uk http://www.bollywoodsargam.co.uk/shiren+sungkar/

4.Foto Verlita Evelyn (Maya) : http://www.bollywoodsargam.com.uk

http://www.bollywoodsargam.co.uk/shiren+sungkar/

5.Foto Boy Tirayoh : www.thericher.blogspot.com/

http://www.thericher.blogspot.com/

  1. 25 Mei 2009 pukul 12:32

    tapi saya ga suka sinetron pak… makasi dah mampir…

  2. 25 Mei 2009 pukul 13:39

    -saya suka mas.
    -thanks sudah melongok kemari.

  3. mytemporarykitchen
    24 November 2009 pukul 10:58

    hihihi aku sih uda lama gag nonton lagi ni sinetron semenjak jalan ceritanya terlalu rekayasa banged… emang seh, sinetro, secara juga suka2 sutradaranya – tapi yang tadinya konsep awal sinetron ini lumayan mending, jadi ancur lebur jalan critanya sekarang. kesian ma tengku wisnu yang lama2 perannya jadi aneh… kalo sama si fitrinya sih, no comment deh… eh mo comment deh, fitri di sinetron ini terkesan o’on banget… kalo ngutit, ketauan… mo nyari seseorang, ketepu… kalo ngomong, ga kedengeran jelas apa maksudnya (gara2 suaranya itu loh pakdhe hehehe…)

    nah mengenai tampar-menampar ini, aku n aa suka ngekek kalo uda liat kondisi sinetron ada pemainnya yang sibuk melotot, langsung deh kita komeng : ditampar ney, ditampar ney… tapi aku gag kasih liat sinetron ke allegra… mengerikan sinetron di indonesia ini. mending dia nonton pororo n jalan sesama ajjah laaa… susah cari channel tv oke buat anak sekarang

    loh kok jadi curhat yah… panjang benerrrr… jangan2 lebih panjang dari posting pakdhe di atas…hehehe… pissss

    ya memang yang harus disalahkan oenulis sknenario dan sutradaranya karena dari merekalah semua tampak dilayar kaca. pemain kan tinggal ikuti arahan mereka tho.
    Salam

  4. 12 Januari 2010 pukul 16:14

    sekarang sudah sesion 5 pakde, dimulai kemaren..
    dan saya ga nonton lanjutan nya krn si tipi jadul rusak

    yeee bukannya nanti malam jam 20.30

  5. cliquers_dinda
    6 Juni 2010 pukul 15:38

    klo q sk bgt sinetron cinta fitri soal’a dha kemiripan shireen dan wisnu ‘tuk menjadi pasangan yg cocok bgt,oh…..yua…..waktu thu khan dha gosip klo mereka thu cinlok knp thu harus gosip bkn fakta cba jha fakta ugh q sneng bgt,pasti’a tmen q jg setuju klo mereka thu jadian smpe2 dia slalu mendoakan setiap shalat,maka’a kta dri idola club cinta fitri pngen bgt farrel jdi inget kmbli supaya fitri dan raffa slalu dha dhi pelukan farrel slama’a trus farrel bsa membina keluarga hutama mnjdi bersatu llllllgggggggeeeeeee…………tpi cerita’a jgn cpet2 tamat yua……….

    hy……..tman2 nonton cinta fitri yua seru lho psti klian ska

    bersambung lagi kan

  6. cliquers_dinda
    6 Juni 2010 pukul 15:47

    bnyakin donk keromantisan farrel,raffa,dan fitri dha kangen nhi dngn sgala keromantisan’a he……he……he….he…..he……iks……iks….iks…..iks….

    iya, tapi banyak juga tonjokannya

  7. Si Paijah
    12 Juni 2010 pukul 16:03

    owalah pakdeku iki yo senengmen karo si fitri, haha… ya penulisnya khilaf pakde *owalah khilaf kok terusan

    khilaf terus kapan benernya

  8. Oyen
    20 Agustus 2010 pukul 08:17

    itu yang perlu dikritisi dari sinetron kita, karena televisi media pembelajaran yang paling gampang ditangkep sama masyarakat kita, karena itulah hiburan yang masih bisa dijangkau warga. Sayang kadang hanya rating dan iklan yang jadi pertimbangan, jalan cerita dan kualitas isinya kurang diperhatikan. Semoga nanti muncul tayangan yang bisa lebih mempengaruhi kecerdasan, utamanya generasi muda kita. AMin.šŸ˜€

    • 17 November 2010 pukul 13:40

      bawel

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: