Beranda > Opini > Pilpres digelar,TNI masuk kandang

Pilpres digelar,TNI masuk kandang

29 Mei 2009

Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) diwajibkan masuk ke asrama sejak dua hari menjelang pemilu presiden. Hal itu dilakukan sebagai jaminan atas netralitas TNI dalam pilpres Juli mendatang.

Hal itu dikatakan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso yang juga menjabat Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, Selasa (26/5), seusai membuka turnamen Djarum Sirkuit Nasional Bulutangkis Siliwangi-SGS Elektrik PLN di Bandung. “Pada saat dua hari sebelum pilpres, semua tentara masuk di asrama, jadi mereka tidak ikut libur. Akan ada petunjuk teknis terkait instruksi tersebut,” katanya.

Djoko pun menegaskan kembali mengenai netralitas TNI terhadap pilpres. Pada waktu pemilu legislatif lalu sudah terbukti bahwa TNI netral. “Tidak ada laporan yang menyebutkan, TNI tidak netral,” ujarnya(http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/05/26/20123557/H-2.Pilpres..TNI.Masuk.Asrama)

Masalah netralitas TNI dalam Pilpres 2009 banyak dibicarakan oleh kalangan masyarakat dan menjadi bahan diskusi oleh beberapa pihak.Hal ini menunjukkan bahwa kenetralan TNI dalam pemilu maupun pilkada sangat diharapkan.

Markas Besar TNI sendiri sebenarnya sudah mengantipasi hal itu dengan menerbitkan Buku saku “Netralitas TNI” pada Agustus 2008. Buku ini dimaksudkan untuk memberikan pedoman tetap prajurit untuk memegang teguh TNI menjauhi politik praktis, baik dalam Pemilu maupun pilkada dan bentuk kegiatan politik lain.

Buku bersampul putih berjudul “Buku Saku Netralitas TNI” itu terdiri atas 12 halaman yang diawali dengan halaman “identitas pemegang” yang terdiri dari nama, pangkat/NRP, jabatan, asal kesatuan, alamat kesatuan dan alamat rumah beserta nomor telepon yang bisa dihubungi.

Pada halaman berikutnya, terdapat kata pengantar Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso yang mengingatkan kembali bahwa salah satu agenda penting reformasi internal TNI adalah meninggalkan perannya dalam dunia sosial politik.

Hal itu ditegaskan dalam UU No34/2004 pasal 2 yang menyatakan “Tentara Profesional Adalah Tentara Yang Tidak Berpolitik Praktis”, kata panglima dalam kata pengantarnya.

Dalam kata pengantar yang sama, Djoko mengatakan, netralitas TNI sangat penting bagi soliditas dan pembangunan profesionalisme TNI, sehingga segala permasalahan netralitas TNI harus benar-benar dapat dipahami untuk dilaksanakan dalam kehidupan prajurit.

Pedoman Netralitas TNI dalam Pemilu dan Pilkada dijabarkan dalam enam poin yang masing-masing poin dijabarkan kembali secara rinci apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan TNI menjelang, saat dan setelah pelaksanaan Pemilu dan Pilkada.(http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8504)

Namun menurut Wiranto, sebenarnya keputusan Jenderal TNI Djoko Suyanto tersebut masih kurang untuk menjaga netralitas TNI. “Tapi bagaimana menjaga sikap TNI dan perilakunya dalam kampanye dan TNI tidak ikut campur dalam politik praktis,” kata mantan Panglima ABRI ini.

“Harusnya kali ini lebih berkualitas lagi, ini yang ingin kami garis bawahi,” kata Wiranto.(http://pemilu.detiknews.com/read/2009/05/28/170206/1138856/700/wiranto-dukung-anggota-tni-dikarantina-jelang-pilpres)

Sebagai seorang purnawirawan TNI saya juga menyambut baik keputusan tersebut diatas.TNI sebagai alat pertahanan yang bertugas menegakkan kedaulatan negara harus tetap utuh,kompak,solid dan tak terpecah-belahkan atau terkotak-kotakkan.

Sebagamana kita ketahui bahwa dalam pilpres 2009 ini ada 3 orang jenderal yang akan berkompetisi untuk memperoleh tiket masuk istana. menjadi orang nomer satu atau nomer dua Republik ini. Ketiga jenderal ini adalah orang-orang berpengaruh baik masa lalu maupun sekarang dan bahkan mungkin dimasa yang akan datang.

Jenderal (Pur) Susilo Bambang Yudhoyono yang saat ini adalah Presiden R-I yang dengan sendirinya menjabat sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Perang sesuai Undang-Undang Dasar 1945.Sementara Jenderal (Pur) Wiranto adalah mantan Menhankam/Pangab dan Letjen(Pur) Prabowo Subianto adalah mantan pimpinan pasukan elite yaitu sebagai Komandan Kopassus dan mantan Panglima Kostrad.

Bisa dibayangkan jika TNI tidak netral !!!

Tentu kita tidak hanya mengharapkan TNI saja yang harus bersikap netral, para elit politikpun hendaknya juga bisa menahan diri untuk ngutak-utik TNI untuk kepentingan mereka.

Kategori:Opini Tag:, , , ,
  1. 29 Mei 2009 pukul 18:02

    Kalo keluarga TNI masih nyontreng kan? kenapa netralitas sebatas ngak nyontreng ….

    • 29 Mei 2009 pukul 22:34

      -keluarga TNI yg sipil ya nyontreng donk kan mereka warganegara yang mempunyai hak.
      -TNI bukan hanya tidak boleh nyontreng tetapi juga tidak boleh ikut kampanye,meminjamkan fasilitas/perlengkapan untuk kontestan,dll.

  2. dir88gun2
    2 Juni 2009 pukul 17:02

    assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas?😐

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

  3. 2 Juni 2009 pukul 19:35

    -terima kasih kunjungan dan komentarnya.
    -kita semua berharap dan berdoa agar negara kita semakin lama semakin maju dan bermartabat.

  4. 12 Januari 2010 pukul 13:32

    jadi semua TNI ga ada yg bertugas dong..?
    masa sih, mereka cuma kumpul2 di asrama masing2 semua nya..?

    kumpul2 gimana, kan ada kantor, ada yang mengetik,mbuat laporan, latihan,jaga,piket,dll.

  5. 12 Januari 2010 pukul 21:26

    wakakakakkkkk…

    kok..ngakak

  6. 13 Januari 2010 pukul 20:00

    iya ngakak krn ada yg marah gara2 saya bilang cuma kumpul2 di asrama..
    lha saya mana tau, kl maksutnya kerja an rutin jalan terus..
    xixixiiii.. kirain kumpul2 doang gituh..
    piiizzz

    emangnya kumpul blogger….muah3x

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: