Beranda > Opini > Saya bukan ahlinya

Saya bukan ahlinya

30 Mei 2009

Beberapa bulan sebelum pemilihan umum untuk calon legislatif saya mendapat telepon dari seseorang yang belum saya kenal. Setelah memperkenalkan diri dia berkata “Bapak mau saya jadikan Ketua DPC …..,(dia menyebut nama parpol) di Jombang.Sebentar lagi kan mau pemilu pak. Saya mohon jawaban bapak sebelum kita bertemu untuk membahas lebih lanjut “.Saya katakan :” Beri saya waktu ya”. Itulah kelemahan saya, padahal seharusnya saya menjawab “Maaf saya tidak bisa” sehingga urusannya tidak bertele-tele.

Seminggu kemudian teman tadi telepon saya lagi minta jawaban atas tawaran yang diajukan beberapa hari yang lalu.Dengan sopan sambil minta maaf saya katakan bahwa saya tidak bisa memenuhi tawarannya. Lho mengapa ??Saya bukanlah seseorang yang mempunyai pengetahuan cukup untuk terjun ke dunia politik.Saya adalah serdadu yang bertugas mengusut anggota tentara yang melanggar.Penugasan saya selanjutnya memang agak komplit yaitu sebagai komandan,staf dan guru militer.Namun dalam penugasan tersebut tidak ada yang bersinggungan dengan bidang politik sehingga pengetahuan dan pengalaman saya dibidang politik nol.

Saya memang pernah menjadi anggota Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU),pernah menjadi anggota Tim Volleyball dan anggota Drumband Gerakan Pemuda Anshor. Tetapi kala itu saya masih duduk dibangku SMP alias masih kecil-ABG saja belum -alias tidak tahu kentang-kimphulnya soal politik.

Saya tidak mau menjadi seorang Ketua DPC papan nama atau menjadi Ketua DPC yang plonga-plongo tidak tahu apa-apa.Saya juga tidak mau parpol yang sedang ngeTOP itu menjadi ambruk setelah saya pimpin apalagi menjelang pemilu.Tidak cukup waktu untuk belajar ketika parpol sedang ancang-ancang untuk memperoleh suara sebanyak-banyak dalam pemilu.

Saya teringat sabda Rasulullah Saw “Jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran.” (Al-Bukhari)

Terima kasih sahabat atas tawaranmu,tetapi maaf saya bukan ahlinya..

Kategori:Opini Tag:, , ,
  1. 12 Januari 2010 pukul 13:22

    bener banget
    ga ketulungan itu hisab nya nanti.. serem!

    makanya jangan nakal2

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: