Beranda > Opini > Practice :ijaab-qabuul

Practice :ijaab-qabuul

31 Mei 2009

Saya tersenyum membaca artikel di blognya mas N.Ramadhani (jangan-jangan masih saudaranya Nia Ramadhani yang cantik itu ya) berjudul Belajar menikah.Ini dia petikannya :

saya terima
nikahnya ******** *****binti****
dengan mas kawin
seperangkat alat sholat
dibayar tunai

………….

di waktunya nanti
saya akan bisa menghapalnya kembali
di tiap ruas masa
di tiap sisi nestapa
hingga menjadi tua
hingga menjadi tiada

Acara ijaab-qabuul dalam rangkaian pernikahan kadang membuat mertua dan calon pengantin pria grogi.Tak jarang ijaab-qabuul diulang beberapa kali karena pihak keluarga pengantin wanita merasa belum sreg atas jawaban (qabuul) calon pengantin pria saat menerima atau menyetujui apa yang diucapkan oleh wali calon pengantin wanita.Celakanya,semakin sering diulangi kadang semakin blepotan ucapan calon pengantin pria. Lha saya sendiri yang sudah menjawab dengan tegas,akurat,tajam dan terpercaya khas militer kok juga masih disuruh mengulangi lagi oleh pakdenya isteri saya yang Kolonel itu. Weleh..weleh..weleh...Untung nggak nggreweli dan pating pecothot.

Tak heran jika ada selebritis yang tidak membolehkan wartawan meliput acara akad nikah mereka.”Akad nikah kan sakral jadi saya inginnya berjalan dengan khusuk “, kata mereka.Maklum wartawan suka sekali memberitakan apa saja tentang selebritis,yang suka maupun yang duka,yang benar maupun yang salah.Bayangkan jika pada acara ijaab-qabuul wali atau pengantin pria salah melafadzkan qabuul.Dijamin berita itu akan tampil di media.Peristiwa itu bisa saja kan diberi judul yang menarik “Pengantin laki-laki salah ucap qabuul,Dewi Durgo langsung pingsan”, ha..ha..ha

Masuk akal juga jika ada ayah yang mewakilkan kepada petugas KUA untuk menjadi wali bagi anak perempuannya pada acara ijaab qabuul, salah satunya adalah famili saya yang tinggal di Kalimantan.Ketika saya tanya mengapa diwakilkan harusnya kan bapaknya sendiri yang menikahkan. Dia menjawab :” Saya nggak tega dik..” Sayapun maklum dengan jawaban itu.Kalau sang ayah sudah bilang tidak tega dan dipaksa harus tampil sebagai wali,bisa-bisa  baru mulai melafadzkan ijaab ” Saya nikahkan anak saya……, sang wali sudah menangis sesenggukan.Lha kalau menangisnya sampai setengah jam kan capai menunggunya,padahal kedua pengantin pasti sudah tidak sabar menanti datangnya saat-saat berbahagia seperti itu. Ijaab dan qabuul merupakan rukun akad nikah.Oleh karenanya harus dilaksanakan sesempurna mungkin.

Sesuai syariat Islam wali bagi pengantin perempuan merupakan syarat suatu pernikahan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada nikah kecuali dengan adanya wali.” (HR. Al-Khamsah kecuali An-Nasa`i, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Al-Irwa` no. 1839)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Wanita mana saja yang menikah tanpa izin wali-walinya maka nikahnya batil, nikahnya batil, nikahnya batil.” (HR. Abu Dawud no. 2083, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud)

Di antara sekian wali, maka yang paling berhak untuk menjadi wali si wanita adalah ayahnya, kemudian kakeknya (bapak dari ayahnya) dan seterusnya ke atas (bapaknya kakek, kakeknya kakek, dst.) Setelah itu, anak laki-laki si wanita, cucu laki-laki dari anak laki-lakinya, dan terus ke bawah. Kemudian saudara laki-lakinya yang sekandung atau saudara laki-laki seayah saja. Setelahnya, anak-anak laki-laki mereka (keponakan dari saudara laki-laki) terus ke bawah. Setelah itu barulah paman-paman dari pihak ayah, kemudian anak laki-laki paman dan terus ke bawah. Kemudian paman-paman ayah dari pihak kakek (bapaknya ayah). Setelahnya adalah maula (orang yang memerdekakannya dari perbudakan), kemudian yang paling dekat ‘ashabah-nya dengan si maula. Setelah itu barulah sulthan/penguasa. (Al-Mughni kitab An-Nikah, masalah Wa Ahaqqun Nas bin Binikahil Hurrah Abuha, dan seterusnya). Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
Bila seorang wanita tidak memiliki wali nasab atau walinya enggan menikahkannya, maka hakim/penguasa memiliki hak perwalian atasnya4 dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Maka sulthan (penguasa) adalah wali bagi wanita yang tidak memiliki wali.” (HR. Abu Dawud no. 2083, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud) (
http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=633)

Akad nikah SandySaya menikahkan Sandy-anak saya yang kedua

Kategori:Opini
  1. izzyegha
    31 Mei 2009 pukul 15:09

    pak tolong ajarin saya dong,,,
    kan saya bekas ngeblog dari BLOGGER,, terus saya mengikuti lomba antas sekolah. taunya meski pake wordpress.. saya kurang bisa ni
    masang gadgt gimana and klo mau ganti tamplt dengan hasil buatan kita senditi giaman?? mohon bantuan nya

    • sakainget
      31 Mei 2009 pukul 16:57

      kunjungi link ini untuk belajar membuat website🙂

  2. 31 Mei 2009 pukul 15:31

    -kayaknya sama saja dengan Blogger kok.
    -template di WP juga sudah basgus2,cari yg bisa di modifikasi headernya.Nah header bisa anda rubah2 sesuai selera.Seeperti header saya kan tak ganti,bodynya sih WP punya.
    -Widget juga sudah lengkap,tinggal namba2 saja.
    -Silahkan kunjungi blognya mas Fatih yang ada tutorial cara membuat Blog di WP.Ini alamatnya -http://afatih.wordpress.com/2007/11/11/membuat-blog-di-wordpress-com/
    -selamat berlomba semoga dapat nomor.
    -thanks atas kunjungannya.

  3. 31 Mei 2009 pukul 18:42

    nikah memang moment yang cukup mendebar namun juga menyenangkan, tak khayal banyak orang yang melakukan nikah beberapa kali bahkan ada nikah kontrak segala.
    trima kasih kunjungannya.

  4. 31 Mei 2009 pukul 20:27

    -iya mas, berdebar-debar waktu akad nikah dan selanjutnya dibilik pencoblosan
    -salam

  5. 1 Juni 2009 pukul 19:02

    hahaha… jadi inget beberapa thn yang lalu… rasanya percuma di apalin bos… soale lupa semua tuh… yang penting ati di tenangin trus… the show must go on kan..? kunjungan balik di tunggu ya

  6. 12 Januari 2010 pukul 13:15

    kaya nya jaman sekarang orang2 ijab qabul ga dihafal tp tinggal baca secarik kertas yg sdh ditulisin penghulu.
    terakhir2 saya datang ke pernikahan ya spt itu.
    jd sebenarnya tinggal baca aja boleh tho?
    ya berarti ga usah pusing2 takut salah ucap dong

    boleh donk say

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: