Beranda > Kiat > Mission Impossible

Mission Impossible

1 Juni 2009

Ketika Erna-adik ipar menantang saya untuk membuat buku silsilah dari pihak ibu mertua langsung saya sanggupi. Erna tahu bahwa pada tahun 2007 yang lalu saya sudah meluncurkan buku silsilah keluarga dari pihak mertua laki-laki. Tetapi ibu mertua mengatakan bahwa membuat silsilah dari keluarganya merupakan “mission imposible”.Hal ini disebabkan karena nara sumber yang masih hidup hanya tinggal beliau, sedangkan kakak-kakaknya yang berjumlah 8 orang telah meninggal dunia.Selain itu beliau dan kakak-kakaknya merupakan keluarga besar karena jumlah anaknya umumnya lebih dari 3, bahkan ada yang 12 orang. ” Sulit lah nak Cholik membuat buku silsilah ayah saya,mereka sudah tersebar entah kemana dan dimana kini mereka berada “, kata ibu dengan nada pesimis.Namun Erna tetap menanyakan kesanggupan saya karena dia ingin mempersembahkan sesuatu kepada ibunya. Melihat kesungguhannya saya langsung jawab “Oke,bisa, asal keluarga yang lain mendukung penuh”.

Saya segera menata pikiran dan langkah. Polanya memang tidak jauh berbeda dengan langkah saya pada saat membuat buku silsilah tahun 2007.Karena eyang Mochamad Chasan,demikian nama bapak mertua saya,berasal dan tinggal di Purwokerto maka saya harus memegang keturunannya yang tinggal di Purwokerto yang jumlahnya memang banyak.Adik ipar yang juga berdomisili di Purwokerto saya jadikan ujung tombak untuk menghubungi familinya yang ada dikota itu. Sementara saya yang tinggal di Surabaya akan menggarap keluarga anak pertama dari eyang Mochas -demikian nama eyang saya singkat.

Dari dua kota yaitu Purwokerto dan Surabaya inilah pendataan keluarga saya mulai dan kembangkan. Kirim surat,email,sms dan bertilpun ria menjadi pekerjaanku sehari-hari.Tanggapan dari keluarga mereka juga bermacam-macam. Ada yang segera merespons namun tak sedikit yang nguler-kambang alias perlahan-lahan mengirimkan data dan foto mereka dengan berbagai alasan.Sampai batas waktu yang sudah saya tentukan ternyata masih ada beberapa keluarga yang belum mengirimkan data dan foto mereka.

Saya tak segan-segan menjemput bola. Saya datangi mereka,saya foto,saya catat datanya.Sayangnya dengan cara itupun masih ada yang tidak menindak lanjuti sehingga sampai naik cetak ada foto dan data yang masih kurang.

Akhirnya saya menyadari bahwa keluarga mereka memang heterogen sehingga belum tentu jalan pikiran saya dengan mereka klop. Jika saya menganggap bahwa buku silsilah itu penting, belum tentu mereka juga beranggapan sama dengan saya.Jika menurut saya buku silsilah itu berguna untuk meningkatkan silaturahmi dan mencegah generasi muda “kepaten obor” atau kehilangan jejak keluarga, belum tentu mereka berpendapat sama dengan saya.

Setelah 8 bulan berkutat dengan data dan foto, mengetik   dan menilpon  maka buku silsilah yang saya beri judul Buku Trah Mochamad Chasan itu dapatb selesaikan dan diluncurkan dalam acara reuni keluarga. Sambutan mereka luar biasa.Dengan buku itu akhirnya mereka baru tahu bahwa Trah Mochamad Chasan jumlahnya sampai 600 orang lebih yang domisilinya tersebar diseluruh Nusantara dan bahkan ada yang bermukim di luar negeri.

Kini mereka bisa saling bertugar sapa melalui sarana komunikasi yang ada atau mengadakan kunjungan langsung. Di Friendster,Facebook,Hi5,Tagged hampir bisa diketemukan sanak-kadang mereka. Sayapunmembuat wadah untuk komunikasi diantara mereka berupa milist,blog dan buletin.

Dengan niat yang tulus,kerja keras,dan saling bantu akhirnya saya bisa mengatakan ” Mom, we  accomplished the mission”

Anehnya, dilingkungan Trah, saya lebih dikenal oleh famili daripada isteri saya he..he..he..he.

LAUNCHING BUKU TRAHTanggal 5 Oktober 2008, Saat yang membahagiakan, saya meluncurkan sebuah karya monumental yang merupakan buku sejarah keluarga

  1. 1 Juni 2009 pukul 22:18

    Dahsyat sobat
    Alangkah indah jika kita mampu merunut silsilah keluarga kita lebih jauh🙂

  2. 1 Juni 2009 pukul 22:36

    -thanks mas
    -salam

  3. 23 Februari 2010 pukul 04:43

    hebat hebat hebat
    pk jemput bola segala!
    buku trah keluarga saya ga terselesaikan krn kake saya keburu meninggal
    btw Pakde, itu foto nya transparan alias ga keliatan apa2..

    memang dibikin transparan kok

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: