Beranda > Kisah berhikmah > Diujung kain ibu

Diujung kain ibu

2 Juni 2009

Jombang, Juli 1975

Pagi itu aku sudah siap dengan pakaian dinas harianku. Stelan celana dan hem hijau, kopelriem putih,tali bahu putih dan baret biru kebanggaanku sudah menempati posisinya.

Hari itu aku akan berangkat ke Bandara Juanda Surabaya untuk selanjutnya terbang ke Balikpapan- pos pertamaku setelah aku lulus dari Kursus Dasar Kecabangan Perwira Polisi Militer di Pusdikpom-Cimahi.

Setelah memberi nasihat macam-macam “ Sing ati-ati yo nak, ojo nyengit karo anak buah , nyambut gawe sing temen, ojo katik korupsi, sing sering ngirim surat, yen libur sambang mulih  “ dan lain-lainnya, Ibu menyuruhku jongkok didepannya. Walaupun heran aku mengikuti perintah ibu, aku jongkok- berlutut didepan Ibu.  Ibu kemudian menarik ujung kainnya ( kain jarit ) lalu diusapkannya ke wajahku sambil berkata:“  slamet sak polah tingkahmu nak , adoh bilaimu “.

Setelah upacara kenegaraan itu selesai kupeluk Ibu, tak terasa air mata meleleh. Ibu juga menangis sesenggukan. Ini adalah perjalanan pertamaku “ keluar Pulau Jawa “. Bagi orang kampung seperti diriku, pergi keluar Jawa adalah sebuah perjalanan yang teramat sangat jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh.

Walaupun tersenyum namun aku tahu pasti Ibu berat melepaskan kepergianku- kepergian anak lanang tunggalnya.

Hingga 32 tahun perjalananku di dunia militer, Alhamdulillah  aku selamat-tak kurang suatu apa. Ini tentu bukan karena usapan ujung kain ibu. Ini adalah karunia dan lindungan-Nya.

Tapi saya yakin, ada peran Ibu di dalamnya, yaitu doa dan restu orang tua terutama doa dan restu Ibu.

Terima kasih Ibu.

Sabda Rasulullah SAW :  “  Ridha Allah terletak pada ridha ibu bapak, kemarahan Allah juga terletak pada kemarahan ibu bapak “

(Hadits : Riwayat Tirmidzi, dan disohihkan oleh Ibn Hibban dan al-Hakim.)

Mak...Ibuku…Keringkihan badannya tak menyurutkan semangatnya

Ibu dan adik,anak,ponakan dan cucuIbu bersama adik,anak,mantu,keponakan dan cucu keponakannya

Kategori:Kisah berhikmah Tag:, , ,
  1. 2 Juni 2009 pukul 14:23

    betul Pak.. doa dan restu ibu tak ada tandingannya..🙂

  2. 23 Februari 2010 pukul 04:50

    Pakde, ini pernah diposting di blogCamp kan ya..?

    iya,yg ikut lomba

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: