Beranda > Unik-menarik > Niteclub

Niteclub

2 Juni 2009

Ketika berkunjung ke Mesir (2004) saya berkesempatan mampir ke sebuah klub malam bersama dua orang teman. Uniknya klub malam ini baru dibuka setelah tengah malam. Kami tiba di klub sekitar jam 03.00 dinihari. Saat kami datang sudah banyak pengunjung, ada laki-laki dan tentu saja ada perempuan. Situasinya memang berbeda dengan klub malam di Indonesia atau di negara-negara lain. Tak tampak wanita berpakaian aneh-aneh ( sssttt…tak ada rok mini dan sebangsanya). Musiknya tentu saja musik padang pasir walau iramanya ada juga yang menghentak-hentak.

Uniknya lagi ada beberapa wanita yang berjoged ria mengikuti irama. Tempatnya bukan di floor tapi di …atas meja….. Mereka berdiri dan menari dengan asyiknya diatas meja didekat tamu yang lain. Waktu itu saya tidak melihat wanita yang joget bersama laki-laki.Mungkin dilarang yaaa.

Yang unik lagi, di meja depan ada seorang laki-laki berpakaian jubah putih pakai kafiyeh. Da berdiri dan langsung ….melempar uang kertas segepok….byaaarrrrrr..uang melayang diudara dan kemudian tersebar dilantai. Saya beberapa orang memungut uang tersebut. Tampaknya orang ber kafiyeh tadi banyak duit karena saya lihat beberapa kali menyebar uang. Konon yang memungut uang tadi adalah para crew dari grup musik yang manggung malam itu.

Kalau di Indonesia….wahhhh..pasti royokan uang tuh…..

Kategori:Unik-menarik Tag:, ,
  1. 2 Juni 2009 pukul 15:55

    Lain ladang lain belalang, lain negara lain nite klubnya.

  2. 2 Juni 2009 pukul 16:01

    Maaf, Pak, kalo boleh merepotkan, saya ingin link saya diganti namanya dari taman-islam[dot]com menjadi Bang Dje. Terima kasih atas link exchange dan kunjungannya.

  3. 2 Juni 2009 pukul 17:24

    Saya pernah ke Cairo juga tahun 2004 (mampir mau umroh), tapi nggak sempat masuk ke night club (ya iyalah, masak mau umroh dolan ke night club 😀 ). Alhamdulillah sempat mampir ke Alexandria, masuk ke perpustakaannya yang sudah berumur ribuan tahun itu.

    Kalau di Indonesia ada orang nyebar uang, yang rebutan bisa sampai bunuh-bunuhan Pak …😦
    Ohya, wanita yang menari di atas meja itu, tari perut bukan Pak?

  4. 2 Juni 2009 pukul 18:44

    -Benar mbak itu tari perut.Abis itu dia menari didekat kita,trus foto bersama…kita nebus fotonya deh…
    -Makasih dah berkunjung.
    -Salam

  5. 2 Juni 2009 pukul 23:18

    mas.. berarti di sana ada budaya sawer ya… ? hihihi… kayak di sunda ae

    • 3 Juni 2009 pukul 07:02

      kayaknya beda mas.kalau sawer kan diberikan kepada penari. Lha ini tiba2 dia berdiri trus uang segepok dilempar ke udara…mak pyurrrrrrrrr……

  6. 23 Februari 2010 pukul 04:55

    xixixiii.. penasaran!
    pingin liat duit segepok bertebaran
    pingin juga liat foto Pakde disitu yg barengan penari perut
    hahahaaaaa
    mana potonya???

    ada di Jombang

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: