Beranda > Kiat > Ring-1

Ring-1

2 Juni 2009

Pak Ali sering membantu membersihkan taman depan rumah saya. Hanya dengan Rp. 20.000 taman menjadi rapi. Rumput ,ranting dan dedaunan dipotong dengan cermat sehingga tampak apik kembali.
Suatu saat Pak Ali tidak datang-datang lagi kerumah, sampai 3 bulan lamanya. Kami betanya-tanya kemana ya pak Ali.
Ketika muncul lagi Ipung-isteri saya bertanya:”Waduuuhhhh..kemana saja Pak Ali,kok lama nggak kelihatan?”

Pak Ali bercerita bahwa dia dihukum penjara 3 bulan karena berada ditempat orang yang sedang main judi.“Lha wong saya itu hanya kebetulan lewat dan nonton sebentar lho bu,sumpah saya gak ikut main judi.Saya sudah menjelaskan tapi polisi yang memeriksa gak percaya penjelasan saya”,kata pak Ali yang lugu itu.


Peristiwa yang dialami oleh Pak Ali bisa menimpa siapa pun.
Kita bisa saja berada ditempat yang salah pada saat yang salah pula.

Jaman sekarang kita perlu mengamankan diri. Lihat sekeliling kita.Ditempat-tempat umum  anggap saja lingkaran berdiameter 5-10 meter dari tempat kita berdiri sebagai RING- 1. Ring-1 inilah  yang harus benar-benar aman. Jika di RING-1 tampak ada gelagat yang kurang baik sebaiknya kita segera menyingkir.

Konser-konser musik di lapangan terbuka sering berbuah malapetaka.Jogedan bisa berubah menjadi perkelahian.
Sepakbola berlabel “ pertandingan persahabatan “ sering membawa korban.
Banner bertuliskan “ damai itu indah” juga tak kuasa menahan amuk masa yang marah.Demonstrasi,unjuk rasa atau aksi damai bisa berubah menjadi anarkhi. Operasi penertiban atau penggusuran pedagang kaki lima bisa berubah menjadi amukan masa.Tawuran antara pelajar dan mahasiswa yang katanya “kaum intelektual” hampir  selalu membawa korban bahkan hilangnya nyawa. Tawuran antar desa atau antar suku yang katanya “satu nusa…..satubangsa…..,satu bahasa” sering diwarnai lemparan senjata;batu,pisau,parang,tombak,bom molotov atau bahkan juga lepasan anak panah berbisa.Kesepatakan damai,permintaan dan pemberian maaf diserta saling memeluk hanya untuk sesaat yang akhirnya akan dilanggar lagi pada saat yang lain.

Jadi mengapa mendekati mereka jika itu mengundang bahaya?  Massa  yang brutal tidak bisa membedakan apakah kita penonton,provokator atau sponsor. Lebih baik amankan RING-1 anda !!!

  1. 23 Februari 2010 pukul 04:48

    waduh! bener bgt Pakde..
    saya ga ngerti dg org yg mo tauuu ajah! udah tau ada rame2 org gontok2an kok malah ditonton. bawa2 anak segala.. ending nya si anak celaka, dia ribut nuntut sana-sini bak org terdzolimi.. lha yg nyuruh nonton org ribut siapa, yg bawa anak ke ajang keributan siapa, kok ya minta tg jwb sama org..
    huuu cape deh..!

    kalau ada kebakaran juga gitu kan banyak yg nonton..

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: