Beranda > Terpuji > Guru

Guru

4 Juni 2009

Saya tersenyum membaca judul blognya mas Wandi. GURU GO!BLOG, wah bombastis benar.Apa tidak takut didemo atau dilaporkan kepada Polisi karena mas Wandi dianggap mencemarkan nama baik. Mudah-mudahan tidak. Dengan judul seperti itu saya yakin mas Wandi yang mempunyai semboyan Nikmati kerjamu dengan niat ibadah,awali ibadahmu dengan Bismillah,sehingga barokah dan turah itu tentu tak bermaksud mengolok-olok profesi guru. Mana mungkin guru makan guru karena mas Wandi juga seorang guru.

Was Wandi yang mengajar di SMP N 3 Singorojo Kendal Jawa Tengah itu termasuk salah satu dari manusia-manusia yang diberi sebutan “Pahlawan Tanda Jasa “. Saya teringat Sandy anak saya yang selalu menyanyikan  bait  lagu  tentang gurunya: “Guru bak pelita penerang dalam gulita, jasamu tiada taraaaa”. Sandy yang sebelumnya hanya bisa bicara “pa…,ma..,”, kini telah menjadi seorang sarjana. Dia yang pada mulanya tidak tahu apa-apa akhirnya menjadi tahu banyak hal. Itu semua berkat jasa manusia yang disebut guru.

Begitu pentingnya peran guru sampai-sampai Kaisar Jepang bertanya ” Masih berapa guru yang tersisa dinegeri ini?”. Pertanyaan ini dilontarkan beberapa saat setelah Jepang  porak poranda dihantam bom oleh tentara Sekutu pada tahun 1945.

Lalu bagaimana perlakuan kita kepada guru yang sudah menjadikan kita mengetahui banyak hal? Saya yakin semua sepakat bahwa kita harus memberikan penghormatan dan penghargaan kepada guru.Pemerintahpun semakin memberikan atensi kepada profesi guru baik dalam bentuk kesejahteraan maupun upaya untuk meningkatan kualitas para guru.

Presiden SBY menyatakan akan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Guru. Pada PP ini, kata Presiden SBY, diatur sejumlah tunjangan sebagai bagian dalam peningkatan kesejahteraan guru. “Dalam PP tentang guru itu mari kita jalankan dan sukseskan semua amanat yang ada dalam undang-undang dan sejumlah peraturan pemerintah,” katanya.

Mendiknas juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak pernah berhenti berupaya meningkatkan profesional guru dan kesejahteraan secara bertahap dan berkesinambungan. Mulai tahun 2006 s.d 2014,pemerintah, kata Mendiknas, terus menerus melaksanakan peningkatan kualifikasi dan melakukan sertifikasi guru secara bertahap sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang (UU) No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen . “Bagi mereka yang sudah memiliki sertifikat profesi, pemerintah memberikan tunjangan profesi sebesar gaji pokok PNS,” katanya.

Jika Presiden SBY berulang-ulang menyampaikan bahwa kita harus menjadi bangsa yang cerdas dan bermartabat maka hadirnya sosok guru yang  profesional, bermartabat, sejahtera, dan terlindungi menjadi suatu keharusan.Ini pula yang menjadi harapan Ketua Pengurus Besar PGRI, Sulistyo

Penghormatan dan penghargaan terhadap guru pernah ditunjukkan oleh Raden Arjuno kepada Begawan Dorna yang telah mengajarinya berbagai ilmu dan ketrampilan. Arjunalah yang berhasil membunuh buaya yang hendak menerkam Dorna ketika mandi di Sungai Gangga meskipun itu hanya trik sang Begawan untuk menguji kesetiaan murid-muridnya. Walau Begawan Dorna licik namun Arjuna yang sakti mandraguna itu gemetar  tak kuasa menahan gejolak hatinya ketika dalam Perang Bharatayudha Arjuno harus berhadapan dan melawan sang guru di padang Kurusetra.

Saya menulis artikel ini bukan karena ayah saya guru,bukan juga karena mertua seorang guru dan bukan karena saya pernah menjadi guru dan tentu juga bukan karena isteri saya pernah menjadi guru honorer.Saya hanya ingin mengingatkan sekaligus menyadarkan diri saya bahwa semua manusia akan bingung hendak belajar kemana jika tidak ada guru.

Sudah saatnya kita semua mengingatkan kepada anak-cucu agar memberikan penghormatan dan penghargaan yang pantas kepada guru-pahlawan tanpa tanda jasa itu.

Terima kasih mas Wandi,terima kasih bapak dan ibu guru-jasamu memang tiada tara !

  1. 4 Juni 2009 pukul 08:25

    Wah, bisa komeng pertamax nih

  2. 4 Juni 2009 pukul 08:29

    Mas Cholik, saia bukan apa-apa, manusia biasa nyang amat lemah n banyak salah lagi lengah, jangan banyak memujilah. ^O^

    • 4 Juni 2009 pukul 17:06

      -ini namanya merendahkan diri,menaikkan mutu.Pisss
      -salam mas

  3. 4 Juni 2009 pukul 08:36

    Mas Cholik, kalau njenengan tanya tentang cara memasang Google Translate, saya saranken belajar ke sini saja http://bootingskoblog.wordpress.com/2009/01/20/memasang-google-translate-di-wordpress/
    Di sana banyak sekali tips n triks tentang WordPress. TQ.

  4. 4 Juni 2009 pukul 08:39

    Di http://www.panduan.wordpress.com/ juga banyak tips.

  5. 4 Juni 2009 pukul 10:42

    Kalau ngikut grammar harusnya Guru Go Blogging🙂 … semoga guru Indonesia terus terpacu meningkatkan kualitas pengajaran untuk generasi masa depan yang lebih berkualitas🙂

    • 4 Juni 2009 pukul 17:24

      -memang sengaja dibuat gitu kaleee nduk (katanya aku sebaya bapak tho he..he..he)
      -salam

  6. 4 Juni 2009 pukul 11:05

    alm. bapak saya seorang guru, ibu saya juga guru…hehehe tapi saya tidak mau mengikuti jejaknya…karena guru di Indonesia itu ga dihargai blas Oemar Bakri tuh kata Iwan Fals…. hehehehe…tapi kedua ortu saya mendorong anak2 nya untuk sekolah setinggi mungkin, dan punya “hidup” yg jauh lebih baik dari ortunya…
    Saya mendukung sepenuhnya Guru diberi tunjangan2 yg banyak karena nantinya guru2 tersebut tidak pusing lagi memikirkan seluruh kebutuhan RT nya, jadi bisa mengabdikan diri semaksimal mungkin, membagi ilmunya pada murid2 nya..mencerdaskan bangsa ini

    hidup guruuuuuuuu……….

  7. 4 Juni 2009 pukul 13:04

    Bener nih…guru juga gak boleh gaptek, karena dunia maya bakal semakin berkembang…
    Salam untuk seluruh Guru di Indonesia…:)

    http://sendit.wordpress.com

  8. 4 Juni 2009 pukul 16:27

    * Mas Wandi :
    -acungan jempol kagem panjenengan mas,semoga pengabdian panjenengan cs menjadikan Indonesia semakin ngetop.
    -Matur nuwun saran2nya.

    * Mbak Indira,mbak Wieda,Mas Sendit:
    – Kita mempunyai harapan yang sama agar guru semakin profesional,sejahtera dan meningkat derajat dan martabatnya.
    -Hidup Guru

  9. 4 Juni 2009 pukul 17:30

    Guru yang biasa sekedar berbicara
    Guru yang baik bisa menerangkan
    Guru yang hebat mampu mendemonstrasikan
    Guru yang agung memberi inspirasi
    Semoga kompetensi dan nasib guru di Indonesia terus meningkat hingga menjadi profesi yang dihormati dan bergengsi tinggi.

    • 4 Juni 2009 pukul 19:42

      -Amin
      -semoga para guru semakin profesional,sejahtera dan bermartabat.
      -Thanks kunjungan dan komentar2 Bang Dje.

  10. Super president
    25 Juni 2009 pukul 13:54

    SBY -The super president on the track:

    oiiii. SBY emang lick ya katanye sekolah gratis tapi selama die memrintah gak ade tuh sekoleh gratis. eee baru sekarang ada wacana atawa iklan sekolah gratis apa itu bukan pembodohan bagi rakyat agar pilih dia krn kasih sekoleh gratis .

    Masalah BBM diturunkan itu dah kewajiban SBY dan pemerintahkrn itru suatu kewajaran jika haraga BBM diturunkan sebab harga BBM dunia turun juga maka harga dllm negri hrs turun.masuk akal toh.

    Beda kalau hraga dunia tinggi tapi dia bikin haraga BBM dlm negri tetep rendah .baru die ada jasanye .

    Satu lagi die juga suka pecah belah partai org loh.een die pakai inteligen dan aparat untuk paksa wong cilik pilih dia.

    Janjinya juga janji kosong .Dia bikin janji tapi gak bisa diwujudkan krn waktu bikin janji gak diperhitungkan masak2 apa bisa diwujudkan.

    Anaknya pun kawin pake fasilitas negara. Lagaknya anaknya sok kaya pabngeran waktu kawin.

    een ye perlu tau otaknya SBY itu ya JK . Perdamaian di Aceh ya JK otaknye.Sekarang dia mo pake Budiono sbg otaknye. SBY itu gak bisa apa2. Kecuali manfaatin orang.

    Sekarang ini ongkos transport mahal sekali, mo naeik ojek jarak deket bayar rp 4000, gak sampe 400 m. Di jaman SBY BBM ame listrik bola balik naik terus kalah ame presiden lain.

    Gue cari kerja susah banget. ada juga ditolak kalau ngelamar, perlunya pengalamn semua. Pemerintah sih kayaknya tutup mata sama yang beginian.

    Menurut BPS pengangguran jaman SBY itu berkurang dibanding sebelum beliau tapi pada kenytaannya banyak orang seperti gue cari kerja susahnya bukan main.

    gue pikir SBY itu tukang bohong, pantas digelari Si Bohong Yudoyono.

    sekarang dia lagi nyerang capres lain dg pernytaan jangan mengumbar janji kosong tapi dia sendiri juga memberi janji kosong sebelumnya dan entah kalau jadi presiden lagi.

    Ekonomi yang diurusi selalu pasar modal, pasar modal penting tapi ang lain jangan diabaikan. Seperti UKM presiden mengabaikan hal ini, ia membiarkan produk Cina masuk yg menghancurkan UKM itu sendiri.

    Selalu mengandalkan investor asing untuk jalanya roda ekonomi. kenapa gak biasa menjalankan roda ekonomi dg kemampuan sendiri. kalau mengandalkan investor asing malah bisa dijajah loh.

    Kasus pelanggaran HAM yg tdk selesai2.

    Lumpur sidoarjo? kaciaan deh mereka.

    Budiono gak bisa dipercaya krn agen IMF/Bank Dunia.

    SBY jual mahal waktu ada tawaran moratotorium /pembatalan pembyaran /penghapusan utang untuk RI oleh Inggris dan beberapa ngr lain ketika terjadi Tsunami di Aceh. Banyak dech alaan SBY ini.

    Waktu ada gagasan ttg energi alternatif oeleh beberapa ahli, SBY gak cepat nanggapinya. Pas udah krisis global baru ditanggapi. Bodoh banget ya

    Katanya doktor ekonomi pertanian kok pertanian di Indonesia gak maju2 selama beliau memerintah.
    Ilmumu sby dah nguap, atau IQ lo rendah SBY, gelar cuma untuk nampang doang !.

    Kerabat /saudara SBy ditaruh di tempat2 strategis BUMN selama dia jadi Presiden. Hebat ya beliau bikin nepotisme.

    Dulu waktu mau jadi presiden kekyanya gue liat d koran43 milyar rupiah kok sekarang jadi 7 milyar rupiah. kemana yg lain. Di sebar sebarin ke kerabat/saudarana sama anaknya atau dg kata lain tetepa jadi uangnya tapi atas nama orang lain.
    waktu jadi Presiden minta restu sama roh2 leluhur di gunung (kelud/kawi?).
    Kalau begini SBY= Si Bangsat Yudoyono atau Si Brengsek Yudoyono

  11. 23 Februari 2010 pukul 05:28

    hah? astagaaa..
    *abis fastreading koment yg atas saya*

    bagus donk

  12. 23 Februari 2010 pukul 05:33

    kl ngomongin soal guru, saya pingin bgt cara ngajar guru jaman saya sekolah tetap dipake. jaman skrg bener2 CBSA cara belajar siswa aktif. yg aktif murid nya, guru nya enak2an ngobrol sambil twitter-an
    ya pasti nya ga semua, tp rata2
    ponakan saya keteteran, ke sekolah kaya blajar di rumah, ga ada yg bimbing krn disuruh aktif sendiri. bingung deh!
    kl saya sih lebih suka cara ngajar jaman dulu, murid bener2 dibimbing & diayomi, ga sembarangan kaya skrg. pantesan anak sekolah banyak yg begajulan..
    kl pun mau terapin CBSA, jgn dari SD.. SMP ke atas lah. krn yg nama nya SD kan mulai dari dasar, jd bener2 butuh bimbingan
    ah ga tau ah, bingung! jaman skrg aneh2 cara nya..

    SD belum, SMP keatas ,oke diskusi

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: