Beranda > Kiat > Anak pinter :minum tajin

Anak pinter :minum tajin

6 Juni 2009

Judul diatas bukan meniru iklan sebuah produk lho.Sayapun ingin mengingatkan agar setelah membaca artikel ini anda tidak mangkel,nggondok wal marah-marah lalu melempari komputer atau laptop dengan sandal. Terlebih-lebih lagi anda jangan menyangka saya hanya jual judul untuk untuk mendapatkan traffic…yaaaa ampun…enggak-enggak rek. Wong saya ini sudah eyang-eyang,berbini satu,beranak dua dan bercucu tiga, apa-apa juga sudah punya,sudah pepak,sudah cemawis- untuk apa saya ngejar-ngejar traffic atau pagerank sih.Jangan pula sahabat-sahabat memberi label tulisanku sebagai tulisan yang “sesat dan menyesatkan” lho ya.Soalnya ngeri kalau tulisan ini diberi label seperti itu.Ini hanya cerita soal hubungan saya dengan anak buah kok.

Suatu hari setelah jenuh membuat konsep segala macam surat (ceileeeee…pamer nih…),saya menuju ruangan TU (tata usaha).Disitu berkumpul segala macam pangkat dan jabatan,jenis kelamin,dan beragam usia, yang pekerjaannya berhubungan erat dengan pekerjaan tulis-menulis dan arsip-mengarsip.

Kepada seorang staf bernama Arum,seorang perempuan cantik anggota Wanita Angkatan Udara (Wara) saya bertanya soal suaminya,alamatnya dan anaknya (saya memang begitu care terhadap wanita..ssstttt..jangan curiga lho ya). Arum menjelaskan semuanya termasuk anaknya yang baru berumur tiga tahun.Setelah berbincang beberapa menit saya bilang kepada Arum: ” Rum, kalau kamu ingin anakmu menjadi anak yang pandai berilah makanan yang baik gizinya sejak dini, dan yang paling penting jangan lupa memberi minum tajin setiap hari ” . Sontak PNS wanita menengok semua, Arum bertanya :” Yang benar Kolonel,akan saya coba,terima kasih sarannya” (waktu itu saya masih berpangkat kolonel).” Lho kok nggak percaya sama saya sih, kan ada pepatah yang berbunyi tajin pangkal pandai”, kata saya sambil meninggalkan ruang TU.Dari jauh terdengar suara tawa mereka.

Sesibuk-sibuknya sebagai sebagai atasan, sesekali kita harus turun dari kursi dan meluangkan waktu untuk melihat anak-buah.Obrolan ringan dan humor-humor segar seperti diatas diperlukan agar semangat mereka tetap terjaga dengan baik.Anak buah bukan hanya memerlukan materi tetapi suasana kerja yang menyenangkan dan perhatian atasan juga penting bagi mereka.

Peringatan : jangan memberikan air tajin kepada anak anda.Jika dalam keadaan terpaksa konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter atau ahli gizi.

zahra bandoCucuku-Zahra Bellamy Matindas-tanpa tajin

Kategori:Kiat Tag:, , , ,
  1. 6 Juni 2009 pukul 09:00

    Wilujeng,
    Memasuki Blog ini seperti memasuki sebuah rumah, dimana saya bisa bertemu langsung dengan penghuninya, bahkan saya bisa terhibur, tertawa dan senyum- senyum sendiri, sampai istri saya bertanya: Wonten nopo mas, chatting karo cewek ya..?
    Saya pun jadi ingat almarhum pakde saya, Mayur Sugirwadi, yang ketika itu menjabat di Lanuma Iswahyudi Madiun, beliaupun sangat supel dan akrab dengan anak buahnya.
    Apalagi anak buah wanita..
    🙂 Suwun pak, atas supportnya, semoga bapak selalu sehat!

    • 6 Juni 2009 pukul 09:35

      -Pokoke santai aja mas biar nggak stress.
      -salam untuk sang isteri ya.

  2. 6 Juni 2009 pukul 09:34

    hahaha ..
    asli saya kira beneran …
    ah tapi memang benar pak,
    tajin pangkal pandai🙂

    • 6 Juni 2009 pukul 10:10

      -ha..ha..ha,banyak kan judul sepeti itu dikoran
      -salam

  3. 7 Juni 2009 pukul 07:41

    hehehe lucu lucu pak… tajin pangkal pandai
    salam

    • 7 Juni 2009 pukul 18:17

      -Thank sudah mampir
      -salam

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: