Ditunggangi pihak lain

Saya pernah membaca joke disebuah majalah humor-kalau tidak salah majalah STOP. Saya tersenyum agak lebar setelah membacanya karena humor halus ini sangat menggelitik,apalagi kartun yang dijadikan ilustrasinya juga pas banget.

Begini bunyi joke itu ( nggak pas bener dengan artikelnya aslinya nggak apa-apa kan…yang penting hakekat isinya ..wuihhh)

Dalam sebuah rapat yang dihadiri oleh ibu-ibu, diselingi dengan ceramah oleh seorang pembicara tamu dengan topik yang memang sedang “in” pada waktu itu.Setelah selesai ceramah dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.Seorang ibu mengacungkan jari dan bertanya : ” Dalam ceramah tadi bapak memesankan agar kaum ibu tidak sampai ditunggangi oleh pihak lain. Pertanyaan saya : yang dimaksud dengan ditungggangi tadi arti kiasan atau arti sebenarnya pak?”. Ha..ha..ha.

Kata “ditunggangi pihak lain” ini memang kerap kali dilontarkan oleh siapapun,khususnya jika ada aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang berlanjut dengan kekerasan,bentrok atau tindakan anarki lainnya lainnya.

Mengapa aksi unjuk rasa atau demonstrasi berubah menjadi brutal dengan menggunakan kekerasan ?

1.Massa dalam berapapun jumlahnya akan kehilangan identitas pribadinya, yang muncul adalah identitas kelompok.Oleh karenanya pribadi-pribadi yang sudah berhimpun menjadi massa umumnya lebih berani dibandingkan pribadi-pribadi aslinya.

2.Ada provokator yang bertugas mengipas-ngipas massa demi kepentingan sang provokator dan kelompoknya.

3.Diantara massa yang asli ada juga massa-massa lain yang bergabung tanpa sepengetahuan massa aslinya, misalnya para preman,pencopet,pemalak,dan lain-lain. Massa tidak asli ini akan memanfaatkan situasi untuk mencuri atau menjarah jika unjuk rasa atau demo itu berkembang menjadi kekacauan.

4.Adanya massa yang prabayar dan paska bayar.Mereka memang dibayar untuk ikut unjuk rasa atau demonstrasi.Mereka ini tidak tahu-menahu soal tujuan aksi, mereka hanya tahu soal duit..duit..duit.Lumayan kan daripada nganggur.Mereka yang umumnya berpendidikan rendah ini mudah dihasut untuk melakukan kekerasan.

5.Kekesalan pengunjuk rasa terhadap suatu masalah yang sedang diperjuangkan yang diselimuti juga oleh faktor cuaca,kelelahan,kelaparan dan sikap aparat yang defensif atau represif.

6.Adanya martir atau syahidin (korban mati) dalam aksi itu sehingga menimbulkan kemarahan massa.

Nah,anda harus berhati-hati setiap melihat adanya aksi unjuk rasa atau demonstrasi.Keinginan anda untuk sekedar melihat aksi mereka bisa berakibat buruk jika anda dianggap sebagai aparat oleh massa atau dianggap sebagai pengendali lapangan oleh aparat keamanan.Mobil anda yang mewahpun bisa dijadikan sasaran amuk massa jika mobil anda diberi label ” mobil yang tidak berpihak kepada rakyat kecil” ha..ha..ha

Keinginan anda memotret aksi unjuk rasa untuk bahan ilustrasi di blog bisa berakibat buruk jika anda di cap sebagai “telik sandi” oleh masaa.

Menjauhi atau menghindar dari aksi unjuk rasa atau demo merupakan tindakan bijaksana, kecuali jika anda memang sedang di insert dilokasi itu untuk melakukan tugas.

AKU BUKAN PENGENDALI

Saya bukan pengendali massa lho

Iklan

Penulis: Pakde Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi. Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway. Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

4 thoughts on “Ditunggangi pihak lain”

  1. Salam kembali eyang…

    Bener2 salut saya dengan sekian banyak posting2 eyang, soalnya sangat langka orang yang seperti eyang mau meluangkan waktunya untuk berbagi berita, pengetahuan dll.

    Sukses selalu buat eyang Cholik
    Wassalam

Komentar ditutup.