Beranda > Renungan > Just married

Just married

7 Juni 2009

Siang tadi saya menghadiri acara resepsi pernikahan cucu keponakan saya Dian Tri Wahyuni (Dian) yang disunting oleh Abdul Rahman Setiawan(Iwan).Resepsi diawali dengan prosesi “Temu Pengantin” -adat Jawa karena kedua pasangan ini berasal dari Jawa Timur.

Acara temu pengantin selalu mengelitik saya untuk mengetahui dan mencari makna dari prosesi ini.Acara “membasuk kaki” misalnya.

Membasuh kakiDalam acara ini tampak pengantin wanita membasuh kaki pengantin pria yang didahului sembah.Setelah dibasuh dengan kembang setaman,pengantin wanita membersihkan kaki pengantin pria dengan kain lap hingga bersih.Ada yang mengartikan acara ini sebagai kemauan pihak wanita melayani sang suami dan ada pula yang mengatakan bahwa acara membasuh kaki ini melambangkan bentuk pengabdian seorang isteri kepada suaminya.Memang ada yang kurang begitu senang dengan acara membasuh kaki ini karena merupakan bentuk “ketidak-sederajatan antara pria dan wanita”.Pendapat itu tentu sah-sah saja, namun penggagas moment ini tentu juga mempunyai alasan mengapa acara membasuh kaki itu diadakan.Pasti ada maksud yang saya sendiri belum mempelajari secara mendalam.

Dalam ajaran agama Islam sendiri sudah diatur bagaimana pola hubungan antara suami dan isteri termasuk hak dan adab suami -isteri.

1.Adab suami kepada isteri,antara lain

-Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih)

-Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa’: 3)

– Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).

– Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)

– Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa’: 3)
– Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa’i)

2.Adab isteri terhadap suami,antara lain :

– Hendaknya istri menyadari clan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa’: 34)

-Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228)

-Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (An-Nisa’: 39)

– Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi)

– Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa’: 34)

Selain itu pasangan suami isteri mempunyai hak bersama antara lain :

– Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21)
– Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa’: 19 – Al-Hujuraat: 10)
– Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa’: 19)
– Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih)

Mudah-mudahan hak dan adab suami isteri diatas dibaca dan diaplikasikan dalam kehidupan cucuku Dian dan Iwan sehingga cita-cita untuk mewujudkan keluarga yang sakinah,mawaddah,wa rahmah tercapai.

Selamat menempuh hidup baru cucuku.Semoga Allah memberkati pernikahan kalian dan mempersatukan kalian dalam kebaikan. Amin,Ya rabbal ‘alamin.

%d blogger menyukai ini: