Beranda > Opini > Mari kita memakai helm pengaman

Mari kita memakai helm pengaman

8 Juni 2009

Ketika Jenderal Hugeng Iman Santoso-Kapolri era orde baru-mencanangkan wajib helm bagi para pengendara sepeda motor-terjadi beberapa aksi penolakan yang dilakukan oleh masyarakat.Kini pengendara sepeda motor mau tidak mau wajib memakai helm.Kewajiban ini tidak lain adalah untuk pengamanan bagi pengendara sepeda motor itu sendiri.Pengendara sepeda motor memang rawan terhadap kecelakaan lalu lintas.Selain patah tulang,kepala biasanya sering beradu dengan aspal yang bisa berakibat gegar otak apabila tidak ada pelindung kepala.Sudah banyak contoh adanya korban luka berat atau meninggal dunia ketika pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan lalu lintas.Dalam Undang-undang nomor 14 tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah ditetapkan ketentuan pidana bagi pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm pengamanan. Pada pasal 61 (2) disebutkan : “Barangsiapa tidak menggunakan sabuk keselamatan pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih, atau tidak mengggunakan helm pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda dua atau pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf e, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah).

Sedangkan bagi yang menumpang ( memboceng) dikenai pidana sesuai pasal 61 (3) :Barangsiapa tidak memakai sabuk keselamatan pada waktu duduk di samping pengemudi kendaraan bermotor roda empat atau lebih, atau tidak memakai helm pada waktu menumpang kendaraan bermotor roda dua atau menumpang kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah)”

Dari kedua ketentuan diatas terlihat bahwa ancaman hukuman bagi pengendara atau penumpang kendaraan roda dua cukup besar yaitu setinggi-tingginya Rp.1.000.000 atau kurungan selama-lamanya satu bulan.

Pada kenyataannya masih cukup banyak para pengendara atau penumpang kendaraan bermotor roda yang belum mengindahkan ketentuan ini.Beberapa sebab mengapa mereka enggan atau tidak mau menggunakan helm pengamanan antara lain :

1.Tidak mampu membeli helm.

2.Malas memakai helm karena dianggap ribet atau merepotkan.

3.Rasa takut kalau: jambul rambulnya rusak,bau atau berantakan terkena helm,sanggul atau jilbabnya rusak atau bau helm.

4.Rasa takut jika wajahnya yang cakep(menurutnya) menjadi tidak kelihatan,apalagi jika menggunakan helm yang memakai pelindung mata.

5.Pusing kepala akibat berat helm.

6.Lupa tidak membawa helm.

7.Bagi penumpang (pembonceng) kemungkinan pengendaranya tidak membawa helm cadangan.

8.Menganggap sepi peraturan.

9.Sengaja untuk uji nyali apakah kepalanya cukup kuat untuk menahan benturanĀ  benda keras.

10.Tidak takut kepada Polisi atau tilang karena menganggap bahwa “semua bisa diatur di TKP”

11.Sikap arogan dan sok jagoan.

12.Kurang mengerti manfaat helm.

12.Dan lain-lain,silahkan sahabat-sahabat menambahkannya sendiri.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa beberapa orang belum memahami jika memakai helm ketika mengendarai atau membonceng sepeda motor sebenarnya adalah untuk kepentingan mereka sendiri dan bukan kepentingan polisi atau undang-undang.

Jadi sebaiknya kita memakai helm pengamanan yang baik ketika mengendarai atau membonceng sepeda motor, ada atau tidak ada petugas.

Hidup ini indah,banyak yang bisa kita perbuat selama kita hidup. Jadi jangan disia-siakan hidup kita hanya karena sebuah helm.

Semoga bermanfaat

HELM

Perwira Lantas mengenakan helm pengaman kepada murid TK Bhayangkari Nganjuk dalam rangka kampanye Safety Riding for Kids dan Save our Children

  1. 8 Juni 2009 pukul 18:38

    wah benar adanya tuh mas…helm tuh perlu untuk keamanan dan kenyamanan berkendara… n banyak juga demi keamanan dan kenyamanan berkendara mereka membawa helm (tidak di pakai) jaga-jaga aja biar aman kalo nanti ketemu polisi baru deh di pakai….jadi masuk kategori mana ya orang seperti itu?

  2. 8 Juni 2009 pukul 19:24

    -berarti dia lebih sayang uang daripada kepalanya kalee.
    -Thanks kunjungan dan komentarnya
    -salam

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: