Mengelola kemarahan

Semalam sekitar jam 23 lebih saya menonton acara Tatap Muka yang disiarkan oleh TV one. Acara yang dipandu oleh Farhan ini mewancarai Pak Murdiono mantan Menteri Seretaris Negara pada era orde baru.Sebagai pembantu Presiden Soeharto selama 32 tahun,Pak Murdiono diminta untuk menjelaskan bagaimana pribadi mantan orang nomor satu dinegeri ini.Seperti biasa,Pak Murdiono yang terkenal kalem dan berhati-hati dalam setiap ucapannya, menjelaskan sekilas kesehari-harian Pak Harto.Salah satu yang menarik perhatian saya adalah penjelasan Pak Murdiono tentang sikap Pak Harto.” Beliau jika marah tidak berlebihan dan jika memuji juga tida berlebihan”, tutur Pak Murdiono.

Pak Harto,seorang jenderal besar,yang tentu sudah sering menduduki jabatan komandan dan berpengalaman dalam berbagai operasi pertempuran tentu pernah marah.Namun seperti yang dijelaskan oleh Pak Murdionon kemarahan beliau tentu bisa dikelola dengan baik.

Dalam agama Islam banyak dalil-dalil tentang bahaya marah dan cara mengelolanya.Hal ini dapat dilihat pada hadits Rasulullah saw dibawah ini :

1. Dalam riwayat Abu Said Al-Khudri Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridhai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridhai” (HR. Ahmad)

2. Dalam riwayat Abu Hurairah dikatakan, “Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah“(HR. Malik)

3. Hal ini sesuai dengan hadits: “Siapa yang menahan marah, padahal ia dapat memuaskannya (melampiaskannya), maka kelak pada hari kiamat, Allah akan memanggilnya di depan sekalian makhluk. Kemudian, disuruhnya memilih bidadari sekehendaknya“((HR. Abu Dawud -At-Tirmidzi)

4. Dalam sebuah hadits dikatakan “Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud)“(HR. Tirmidzi)

5. “Kemarahan itu dari syaitan, sedangkan syaitan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudhulah” (HR. Abu Dawud)

Ada perkataan bijak yang menyatakan “Jangan marah ketika sedang marah”, ini mengandung pengertian jangan marah berlebihan.

Iklan

Penulis: Pakde Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi. Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway. Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

10 thoughts on “Mengelola kemarahan”

  1. Wilujeng Mbah Kakung..
    Memenej kemarahan memang sangat diperlukan terutama bagi saya sendiri yang masih muda umur dan pengalaman.

    đŸ™‚

Komentar ditutup.