Beranda > Renungan > Dunia hanyalah permainan

Dunia hanyalah permainan

9 Juni 2009

Hari Minggu yang baru lalu saya menyaksikan kegembiraan cucu keponakan dalam suatu resepsi yang cukup meriah.Berbagai masakan hidangan yang digelar secara prasmanan,aneka lagu-lagu yang didendangkan oleh penyanyi-penyanyi cantik serta sesi foto antara pengantin dan keluarga serta sahabat-sahabatnya menambah semaraknya suasana. Semua tampak gembira.

Hari Senin sore kemarin saya mengantar maknyak mengunjungi keponakannya yang sedang tergolek tak berdaya dirumahnya karena terkena serangan stroke.Tangan dan kaki kanannya masih lemah,bicaranya juga masih agak kurang jelas,namun sudah lebih baik dibandingkan ketika saya membesuknya dirumah sakit.Obrolan ringan disertai cerita-cerita dengan sentuhan humor ternyata tak bisa merubah rona wajahnya,wajah isterinya dan wajah anak-anaknya yang tampak mengandung beban.Penyakit stroke memang memerlukan waktu untuk penyembuhannya.

Dan tadi pagi saya diberi kabar bahwa orang tua sepupu saya meninggal dunia juga akibat serangan stroke.Dua bulan terbaring lemah membawanya kealam barzah,dengan meninggalkan beberapa anak dan cucu.Batu,air dan pijatan dukun cilik yang populer di Jombang itu ternyata tak mampu melawan kehendak Ilahi.Awan duka tentu akan menyelimuti rumah sepupuku itu untuk beberapa hari.

Begitulah kehidupan dunia, bak permainan dan sendagurau sebagaimana firman Allah Swt :

In-namal hayaatud dunyaa la’ibuw wa lahw wa in tu’minuu wa tat-taquu yu’tikum ujuurakum wa laa yas’alkum amwaalakum

The life of this world is but play and amusement: and if you believe and guard against Evil, He will grant you your recompense, and will not ask you (to give up) your possessions

Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan sendagurau. Dan jika kamu beriman dan bertaqwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.

(QS.47 :36)

Kesedihan dan kegembiraan datang silih berganti.Keduanya merupakan ujian bagi kita.Oleh karenanya tak perlu meradang ketika kesedihan menerpa kita;sebaliknya jangan sampai lupa daratan ketika kegembiraan menghiasi hidup kita.

Bersabar ketika kesedihan datang dan bersyukur ketika nikmat Allah terlimpahkan kepada kita.Itulah tanda-tanda orang beriman.

Dunia hanya pemainan dan sendagurau belaka.Akhiratlah kehidupan yang lebih indah setelahnya.

  1. 9 Juni 2009 pukul 15:59

    Bukankah “dunia ini panggung sandiwara” (Ahmad Albar).
    kembali salam superhangat

    • 9 Juni 2009 pukul 16:08

      -benar mas,kita harus menjadi aktor yang bagus
      -salam

  2. 9 Juni 2009 pukul 17:41

    Betul pak Cholik, dunia memang hanyalah permainan dan penuh permainan. Ngeblog juga termasuk ke dalam permainan. Nyang penting jangan sampai kita dipermainken oleh dunia. Hubbuddun yaa, wakarohiyatul maut.
    Wah FBne koyo bang Dedi Corbuser eh Misbar dhing.
    Mohon mangap, jawabane helum jadi bawa duren pak.😀 Masih ada nyang salah.🙄

    • 9 Juni 2009 pukul 18:18

      -setuju mas,happy2 ning ojo lali
      -thanks mas mampir,kangen je
      -salam

  3. 9 Juni 2009 pukul 19:07

    Semoga kita bisa memperoleh kebahagiaan di dunia dan terutama kebahagiaan di akhirat.
    Oh ya, terimakasih atas kunjungannya ya Pak.
    Salam hangat.

    • 9 Juni 2009 pukul 20:36

      -Amin
      -Thanks kunjungannya lagi
      -salam

  4. RSS
    10 Juni 2009 pukul 01:17

    Ikut berduka atas saudaranya yang meninggal Pak.. Moga2 diberi tempat yang layak di sisi Illahi Rabbi.. Buat yang sakit moga2 juga cepet diberi jalan kesembuhan..

  5. 10 Juni 2009 pukul 07:34

    -Terima kasih mas.
    -salam

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: