Beranda > Cerita mini > Mencari uang kok susah gini ya..

Mencari uang kok susah gini ya..

14 Juni 2009

Itu adalah ucapan mas Tag (nama samaran) yang terdengar oleh mak saat mas Tag mengadakan acara homewalking bulanan kerumah.Mas Tag adalah putra tunggal mantan orang nomor satu desa saya.Dia kini agak terganggu perilakunya konon katanya dipaksa oleh orang tuanya harus sekolah ini-itu agar kelak menjadi ini-itu.Barangkali karena paksaan itu sangat membebani pikirannya sehingga mas Tag tidak kuat menahannya.Namun ada versi lain mengapa mas Tag menjadi miring 45 derajat.Katanya sih pernah melihat orang dibantai ketika mas Tag sekolah diluar tlatah Jawa Timur. Apa yang pernah dilihatnya itu ternyata sangat membekas dibenaknya sehingga mengejawantah dalam perilakunya sampai sekarang.

Kata yang terucap oleh mas Tag dan terdengar oleh mak persisnya begini “Nggolek duwik saiki kok angel temen ya”. Ini memang gaya bahasa arek Jombang karena jarang kami memakai kata ”duwit ”dan”tenan”.Bagaimana mak nggak tertawa mendengar ucapan mas Tag itu. Mak pasti mbatin “Orang waras saja susah mencari duit,apalagi seperti kamu mas”

Benarkah mencari uang itu susah ?

Bagi saya tidak terlalu susah karena hanya dengan sarungan,sambil menonton TV,nryuput kopi atau teh plus nyedot rokok filter dan ngutak-atik blog saja saya sudah mendapatkan uang minimal Rp.2 juta perbulan.Ini saya jujur,blak-blakan dan tidak ada maksud sedikitpun untuk pamer apalagi ngiming-imingi anda lho.Sahabatpun jangan niru-niru saya kalau tidak tahu rahasianya.

Apa tho rahasianya ?Darimana uang itu? Emang bener hanya modal sarungan thok?

Ha..ha..ha, iya benar. Rahasianya ada pada keputusan pemerintah yang berbunyi :”…memberikan tunjangan pensiunan …dst”. Nah dengan bekal surat keputusan pemerintah itulah saya mendapatkan uang yaitu tunjangan pensiun yang mengalir kerekening saya.Tanpa alexa traffic, tanpa pagerank, tidak perlu menjalankan SEO , dan tanpa melakukan bussines on line uang datang sendiri,bukan.

Sahabat pasti ada yang ingin bertanya apakah dengan uang Rp.2 juta lebih sedikit saya sudah puas.Ya tentu saja puas karena kalau saya katakan tidak puas maka pemerintah akan menjawab :”Pemerintah kan bukan  alat pemuas”. Nah lho !

Pelajaran yang dapat dipetik dari cuap-cuap saya diatas adalah uang atau rejeki harus dijemput dan untuk menjemput rejeki diperlukan keahlian.Keahlian dapat berupa ilmu pengetahuan maupun ketrampilan.Anda pasti bertanya :” Lha sampeyan keahliannya apa wong hanya sarungan  gitu kok?”.Jawabnya mudah : keahlian saya sudah link di websitenya pemerintah sejak tahun 1974 sehingga sekarang tinggal mengambil hasilnya saja.seraya mengucapkan ”Alhamdulillaahir rabbil ’alamiin”

AKU BUKAN PENGENDALISarungan is comfortable

  1. 15 Juni 2009 pukul 01:23

    Wah, ongkang-ongkang wae wis kebanjiran dhuwit yo, apameneh nek ditambahi golek $ neng blog. Nyrupute mesthi luwih manteps pakde😀

    • 15 Juni 2009 pukul 03:38

      -Belum waktunya mas,blog masih piyik

  2. 15 Juni 2009 pukul 10:47

    assalamu’alaikum Pak Cholik..
    Setuju Pak, rejeki memang harus dijemput, lama atau malah ga bakal datang klo ditungguin ato diomongin aja…😀

    • 15 Juni 2009 pukul 11:26

      – Benar,Tuhan sudah menyiapkan rejeki untuk kita ,tetapi DIA tidak melemparkannya kesarang kita.Jadi kita yang menjemputnya.
      -Thanks kunjungannya
      -salam

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: