Beranda > Kiat > Gaya katak dan Belah Bambu

Gaya katak dan Belah Bambu

16 Juni 2009

Gede Umar Rupawan tampaknya jengkel dengan karyawan penjilat,yaitu karyawan yang suka mencari muka kepada atasannya dan mengorbankan orang lain untuk kepentingan dirinya.Karyawan yang mempunyai sifat seperti ini menurut Gede memang memuakkan.

Menghadapi karyawan model ini Gede Umar memberikan nasihat agar kita jangan pernah melakukan kesalahan sekecil apapun didepan sang penjilat;jangan pernah bercerita tentang bos didepan dia dan juga jangan terlalu dekat dengan dia.

Bagaimana jika kita sudah muak dan ingin balas dendam kepada sang penjilat ini? Inilah petunjuk Gede Umar Rupawan sebagaimana ditulis dalam Balingbalingbambu.com:”Jika kamu sudah muak dengannya dan ingin melakukan balas dendamJangan langsung diserang. Siapkan dan kumpulkan semua senjata yang kamu punya lalu hantamkan secara bersamaan disaat yang tepat ketika ia melakukan kesalahan”

Karyawan yang suka menjilat bisa juga kita katakan sebagai karyawan yang suka menggunakan gaya katak.Kepada atasan dia menyembah-nyembah untuk mendapatkan nilai plus,kepada rekannya dia tega menyikut kanan dan kiri agar  rekan yang dianggap sebagai saingannya tersingkir dan kepada bawahan dia menginjak-injak alias semena-mena.

Namun kita juga harus waspada kepada atasan yang menerapkan politik belah bambu dalam memperlakukan anak-buahnya.Maklum dikalangan bawahan juga ada orang-orang tertentu,yang dengan alasan tertentu,menjadi anak emas atasannya.Atasan memberikan perhatian lebih kepada si anak emas ini,bukan karena prestasi kerjanya tetapi lebih kepada ”kemampuan anak buah untuk menyenangkan hati atasan”.Ketika melihat atasannya hendak membuang abu dari rokoknya yang sedang menyala,bawahan ini rela menadahkan tangannya sambil berkata:”Abunya buang disini saja bos”

Lihatlah orang yang sedang membelah bambu yang panjang.Setelah dibuka sedikit maka belahan bambu yang berada diatas ditariknya terus keatas dengan kedua tangannya,sementara belahan bambu yang berada dibawah diinjaknya kuat-kuat dengan salah satu atau kedua belah kakinya.

Bos seperti ini kurang begitu suka dengan anak-buah yang”mung ngerti hak ning ora ngerti kewajibane”.Mengerti kewajiban disini harus diartikan sebagai kewajiban untuk”menyenangkan hati bos diluar urusan dinas”.Bagi bos seperti ini,sehebat apapun kinerja anda tetapi jika tidak bisa menyenangkan hatinya tak akan banyak artinya dimata dia.

Bagaimana menghadapi bos ini ? Tetaplah bekerja dengan baik sampai titik kesabaran anda habis.Jika tidak tahan lagi dan merasa bahwa karier menjadi menthok,segera hengkang ketempat lain.Masih banyak tempat  bekerja yang lebih menghargai karyawan berdasarkan profesionalitas  loyalitas dan dedikasinya yang tinggi kepada institusi bukan kepada orang-perorangan.

INJAK BAWAHANIni memang harus injak bawahan tapi untuk kepentingan bersama

  1. 16 Juni 2009 pukul 11:49

    kebersamaan harusnya dibngun sejak awal x……….

    • 16 Juni 2009 pukul 13:46

      -setuju mas,tapi namanya juga orang banyak pasti ada yang aneh ,kalau nggak gitu kan gak ada infotainment.he..he

  2. 16 Juni 2009 pukul 12:37

    hm…
    gayak katak dan belah bambu…
    untuk yan belah bambu juga banyak pak..
    tapi saya belum merasakan
    masih berkutat di gya katak….

    nama saya ikut disebut sebut pak…
    jadi malu.. hahaha..
    terima kasih pak.

    • 16 Juni 2009 pukul 13:14

      jangan belah bambu atau gaya katak ya mas,kerja keras dan berdoa saja lebih mantap
      Thanks dah mampir

  1. 29 Juni 2009 pukul 07:49
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: