Beranda > Opini > Ritual tahunan : Corat-coret-semprot.

Ritual tahunan : Corat-coret-semprot.

17 Juni 2009

CORAT=-CORETPara gepeng-istilah untuk gelandangan,pengemis dan orang-orang yang kurang mampu dari segi materi tentu akan terpana,mlongo,ndlahom dan mengelus dada jika menyaksikan acara corat-coret-semprot pakaian seragam yang dilakukan oleh para siswa yang baru dinyatakan lulus ujian nasional.Dalam hati mereka berkata:“Mengapa baju sebagus itu kamu corat-coret nak,padahal saya sangat membutuhkan untuk anak-anak yang hanya punya baju”gantung kepuh” alias satu-satunya.Baju yang kamu anggap sudah tua itu sungguh masih layak untuk dipakai anak-anak saya”

Acara corat-coret-semprot memang sudah menjadi acara ritual para pelajar untuk mengungkapkan kegembiraan mereka.Acara ini sudah berlangsung ribuan tahun (baca :beberapa tahun) lamanya.Pelaku aksi corat-coret ini bukan hanya didominasi oleh pelajar laki-laki saja tetapi juga diikuti oleh pelajar perempuan.Saya kira guru dan khalayak ramai juga pernah mengingatkan agar aksi seperti itu dihentikan.Entah mengapa kegiatan hura-hura itu tak kunjung berakhir.

Belajar mati-matian  dan melelahkan selama tiga tahun dan kemudian membuahkan hasil yang menggembirakan memang layak untuk disyukuri.Namun apakah dengan cara seperti itu pernyataan syukur itu lampiaskan.Apakah tidak cara lain yang lebih bermanfaat.Jika para guru menganjurkan agar pakaian yang sudah tidak terpakai itu dicuci yang bersihkan,dikumpulkan dan kemudian diserahkan kepada orang-orang yang memerlukannya pasti akan lebih berarti. Namun barangkali para siswa akan ada yang menjawab :“Pakaian yang untuk disumbangkan lain kali aja kami bawa pak, yang ini memang khusus untuk dicorat-coret kok” lagian kan tiga tahun sekali “. Dasar anak-anak.

Beberapa waktu yang lalu saya juga melihat beberapa (mungkin lebih dari seratus) yang mengadakan aksi gundul kepala rame-rame ketika partainya memperoleh suara yang”significan” (wuihhh..kemenyek!).Ada juga yang mengadakan aksi jalan menggunakan dengkul (lutut) sekian kilometer dijalan raya. Mungkin dia bangga karena acaranya itu disiarkan di televisi.Saya tidak tahu apakah setelah acara itu isterinya ngamuk-ngamuk karena harus mijetin suaminya selama 7x24r jam.

Maaf di maaf nich ye,konon ada cerita,menjelang acara pilkades yang lokasinya saya rahasiakan, ada seorang wanita yang ber-nadzar begini (aslinya bahasa Jawa) “Kalau si Plekotho itu sampai  terpilih jadi Lurah,saya akan menggoreng IT…saya“.Masya Allah, ndilalah kersane Allah, si Plekotho kok ya menang.Bagaimana si wanita yang punya nadzar tadi.Sudah bisa kita tebak,nadzarnya tidak dilaksanakan.Untung warga desa tidak menggiring wanita itu ketempat penggorengan.Wah kalau dia  sampai berani melaksanakan nadzarnya pasti banyak laki-laki yang berebut makan snack istimewa itu (aduh maaf yaaaa…agak berat crita soal ini,tapi kan masih dalam kontex tho)

Mensyukuri nikmat itu sesuatu yang sangat dianjurkan,didalam hati,secara lisan dan dengan perbuatan.Nah,bersyukur dengan tindakan  itu dilakukan dengan cara memanfaatkan nikmat itu untuk beribadah dan beramal sholeh.Harus diingat bahwa setiap tindakan yang berlebihan termasuk yang tidak disukai oleh Allah Swt.

Bagaimana pendapat anda ??

  1. 17 Juni 2009 pukul 14:20

    Saya juga kurang sreg tiap kali ngeliat para siswa yg merayakan kemenangan (dibaca : kelulusan) dengan corat-coret baju, mubazir dan mending uang buat beli pilox dikasih saya aja buat ongkos ke kantor:mrgreen:

  2. 17 Juni 2009 pukul 14:45

    -Setuju nduk.Tapi gimana lagi,tergantung usahanya mas Wandhi.
    -trims sudah mampir.

    • 17 Juni 2009 pukul 22:01

      Kok aku sih pakdhe?🙄😀


      lha panjenengan kan Bethoro Guru yang bisa ngumpulkan baju anak-anak itu untuk disumbangkan ke yang memerlukannya tho mas

      .

  3. bhe
    18 Juni 2009 pukul 11:42

    ia saya kurang setuju sama kegiatan yang kaya gituan. ..
    padahal baju yang di corat coret itu bisa saja di sumbangkan pada orang yang membutuhkan.
    dari pada di corat coret nggak ada gunanya lebih baik di sumbangkan
    kan lebih bemanfaat…..


    Ya begitulah adanya,ini mungkin akan berlangsung lama,sayang kan.

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: