Beranda > Kiat > 15 detik setelah namaku dipanggil

15 detik setelah namaku dipanggil

19 Juni 2009

“Selanjutnya saya mohon Bapak Abdul Cholik berkenan memberikan kata sambutan mewakili para tamu undangan”. Saya menengok sejenak kepada gadis berkebaya biru dengan tatanan rambut ala “firework” yang baru saja menyampaikan permohonannya kepada saya.Dia tersenyum sambil mengangguk.Lalu saya arahkan kepada kedua mempelai yang ada dipelaminan,merekapun tersenyum.Selanjutnya saya memandang sahibul hajat,ternyata mereka juga tersenyum sambil mengangguk.Berarti memang sayalah orang yang diminta untuk memberikan kata sambutan.Sayapun berdiri menuju ketempat mike yang telah disiapkan.

Para sahabat,terutama yang umurnya sudah oversex (over seket tahun),sering terkena pendadakan untuk menyampaikan kata sambutan,sepatah dua patah kata atau pidato pada acara-acara tertentu.Rasanya kurang etis jika kita menolaknya,walaupun pihak penyelenggara juga tidak kalah kurang etisnya karena memberikan tugas dadakan kepada kita.

Dalam situasi terdadak seperti itu,waktu yang tersedia untuk menyusun kata sambutan dihitung sejak nama kita disebut sampai kita tiba di mimbar atau ditempat lain yang sudah disiapkan oleh penyelenggara.Dalam waktu sependek itu kitapun tetap harus meng-kerangkakan sambutan atau pidato kita dalam tiga bagian yaitu pendahuluan,inti dan penutup. Ketiga bagian itulah yang akan kita sampaikan kepada audience,siapapun mereka.

Dalam kasus seperti saya diatas, yaitu acara resepsi pernikahan,tidaklah terlalu sukar untuk menyampaikan kata sambutan.Setelah menyampaikan greetings(misalnya uluk salam,dll),biasanya kita sampaikan ucapan selamat menempuh hidup baru plus doa dan harapan kepada mempelai.Bisa juga ditambahkan sedikit nasihat kepada mereka dan diakhiri dengan penutup(ucapan terima kasih dan salam). Tergantung panjangnya kata sambutan,pada acara pernikahan bisa kita selipi dengan humor segar yang masih ada kaitannya dengan kehidupan berumah tangga.

Penyampaian kata sambutan pada acara pemakaman tentu agak berbeda.Disini kurang pantas jika sambutan kita diselipi humor walaupun bertujuan untuk menghibur keluarga almarhum.Jika kita memberikan sambutan untuk mewakili keluarga,maka kita awali dengan mengucapkan terima kasih kepada hadirin atas bantuannya baik berupa moril maupun materiel, selanjutnya memintakan maaf atas kesalahan almarhum dan minta didoakan agar almarhum diterima disisi Tuhan Yang Maha Pengasih.Sambutan pada acara ini juga bisa ditambahkan himbauan atau permohonan untuk menghadiri acara tahlil (jika diadakan) pada malam harinya dan cara penyelesaian hutang-piutang almarhum kepada hadirin(jika ada)

Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian jika kita diminta untuk menyampaikan sambutan pada acara-acara tidak resmi.

1.Jika kita tidak biasa,jangan sekali-kali meniru orang lain, yang mengawali sambutan dengan menggunakan bahasa Arab,baik mengutip ayat-ayat Al-Qur’an maupun Hadits agar tidak keseleo lidah sehingga membingungkan atau bahkan menjadi bahan ejekan atau pembicaraan orang lain.

2.Jadilah diri sendiri,tidak perlu meniru gaya pidato orang lain,misalnya gaya pidato Bung Karno,pak Harto,SBY,Wiranto atau pak Lurah.

3.Tidak perlu latah menggunakan bahasa asing,apalagi jika tidak mengetahui artinya,meskipun bahasa asing itu akhir-akhir ini sudah sering kita dengar,misalnya kata kondusif.

4.Sesuaikan panjang sambutan dengan alokasi waktu,bahasa tubuh atau kode dari pembawa acara.

5.Dengan agak GR sedikit,jika sudah merasa menjadi langganan untuk menyampaikan kata sambutan,sebaiknya mempersiapkan diri sedini mungkin.Dengan begitu anda akan merasa enteng saat menuju mimbar untuk menyampaikan sambutan.

Saya yakin,tehnik pidato secara lengkap sudah ada yang menulisnya di internet.Artikel ini hanya sebagai pelengkap belaka.

Semoga bermanfaat.

Catatan :Sambutan mewakili tamu undangan sering saya jumpai pada acara pernikahan dikota Palembang.

  1. 19 Juni 2009 pukul 20:29

    Nah itu pakde, karena nyang menyuruh pakai bahasa sepatah dua patah kata, terkadang kita jadi goyang patah nyambutnya😀


    Asal jangan goyank ngecor aja ya mas. Teman panjenengan tak sambangi 2x kok gak nyambangi saya tho ?


    • 19 Juni 2009 pukul 23:59

      Nggak tahu pakde, dia 50 km dg kosku ini. Saya saja sudah berkali-kali, dia paling sekali. Jadinya terkadang males juga. Nekwis gitu, aku coba jarang kunjungi dia, e malah kangen sendiri. Anggep wae dheke sibuk pakde, ketoke iki agi melu lomba SEO ttg keyword “tukang ngegame” dicoba meneh wae. Nek komeng sing lucu wae. Sing bisa narik perhatiane.


      ya nggak apa2 sih sebenarnya,cuma karena blog beliau panjenengan promosikan kepada saya,makanya saya coba.Bener tuh kita harus positif thinking saja,mungkin ada kesibukan.

  2. 19 Juni 2009 pukul 20:33

    Oversex nggak papa kok, nyang penting nggak over acting doang nyambutnya.
    Setelah salam, mesthi nganggo ‘PERTAMAX2″, marilah kita akhiri sambutan ini …🙄😀


    Bener mas,tadi kok saya lihat ada di Weleri ngapain mas.Ingat waktu latihan lho saya.

  3. 19 Juni 2009 pukul 20:43

    wah saya klo pdato,,suka gerogi,,hehe”


    Kalau dah biasa pasti nggak grog lagi.Thanks kunjungannya,salam

  4. 19 Juni 2009 pukul 22:10

    Sing penting PeDe wae Pak Dhe……huehuehue…🙂

    http://pramuditaaulia.web.id


    Yoi mas,aku sih dah langganan..thanks dah mampir

  5. 20 Juni 2009 pukul 04:59

    Pakde… pakde… yu wiss lah… kalo aku pernah dadakan tuh disuruh presentasi… wih! tapi seru, pak…


    lho presentasi apa kok seru,bukan masalah Esex2 kan? ha..ha..ha, itu bukan seru tapi SAru ya…

  6. guskar
    20 Juni 2009 pukul 08:07

    klo prosesi pernikahan jawa tengah, org yg mewakili pihak keluarga mesti mempersiapkan pidato semalaman tuh pak Dhe, harus pake bahasa harus jawa tingkat tinggi he..he…


    Wah bener tuh mas,bahasanya halus dan pada tingkatan kromo Inggil.Saya juga sudah beberapa kali sambutan mewakili keluarga.ya tak campur2 saja bahasa Indonesia dan bahasa Suroboyoan,malah jadi gayeng kok.Tapi kalau gayaku diterapkan di Jateng,saya sudah ngacir karena dilempari sandal ha..ha..ha

  7. 20 Juni 2009 pukul 08:20

    wah tambah kita tambah pintar niih…


    Lho tambah pinter apanya mas?Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.Salam kenal

  8. 20 Juni 2009 pukul 12:34

    boleh baca skrip ngga pak dhe? Ini khusus buat orang2 yg ge-er lho 🙂


    kalau sambutan ditempat hajatan anak sunat mah gak usa pake script donk

  9. 20 Juni 2009 pukul 18:24

    hehehe… kalo sambutannya gini boleh nggak p dhe??
    Ibu-ibu, bapak-bapak…
    Siapa yang punya anak, Bilang aku yg tengah malu… karna ga laku2 …
    hehehe… Piss !!!


    Bagus tuh,bait terakhirnya diganti ” tak gendong kemana-mana,tak gendong kemana-mana..enak donk..mantap donk

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: