Beranda > Renungan > Sowan

Sowan

21 Juni 2009

Ketika para capres dan cawapres sedang sibuk ber-sowan ria keberapa tokoh,baik tomas(tokoh masyarakat) maupun toga(tokoh agama) menjelang digelarnya Pilpres,saya jadi teringat suatu kisah dalam Mahabharata menjelang digelarnya Perang Bharatayudha.

GUNUNGAN

Dikisahkan,Raden Arjuna yang merupakan utusan Pandawa dan Prabu Duryudana,raja Astinapura secara bersamaan berkunjung ke Istana Dworowati untuk sowan kepada Prabu Kresna.Namun sayang,setibanya di istana,sang prabu sedang tidur siang.Inilah akibatnya jika bertamu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Spri(Staf Pribadi) Prabu Kresno mempersilahkan kedua pejabat penting itu menunggu diruang tamu.Namun Prabu Duryudana alias Prabu Suyudana alias Prabu Joko Pitono alias Prabu Kurupati menolaknya.Dia bergegas menuju peraduan Prabu Kresno dan langsung duduk disisi tempat tidur,persis disebelah kepala Prabu Kresna.Raden Arjuna yang juga ikut masuk memilih duduk di kursi yang berdekatan dengan kaki sang Prabu Kresna.

Karena mendengar suara batuknya Prabu Suyudana yang agak serak-serak atos,seketika Raja Dworowati membuka matanya.Tentu yang terlihat terlebih dulu adalah Raden Arjuna yang tidak lain adalah adik iparnya,suami Woro Subrada alias Rara Ireng-adik Prabu Kresna.

“Ooo,kamu adinda,sudah lama datang?”,tanya Prabu Kresna kepada adik iparnya.

“Belum kok,itu juga ada kakanda Prabu Suyudana”,jawab Raden Arjuna sambil menunjukkan jempolnya kearah Raja Astina.

“Dimas Suyudana,tumben datang,ada keperluan apa”,tanya Kresna purapura.

“Saya datang untuk minta restu kakanda,menjelang digelarnya Perang Bharatayudha Jayabinangun bulan depan”,jelas Suyudana.

“Oh iya, tentu tak restui,lha dinda Arjuna,ngapain sih kemari,entar dicari isterimu lho,dikira menggilir Srikandi lagee”,Kresna menggoda adik iparnya.

“Ach kakanda,malu-maluin aza.Saya diutus kakanda Prabu Puntadewa untuk minta restu kakanda.Maklum mau perang”,kata Arjuna juga tanpa basa-basi.

“Yo,tak restui kabeh.Dinda Suyudana hanya minta restu atau ada keperluan lain?”,Kresna masih kura-kura dalam perahu alias pura-pura tidak tahu.

“Of course ada kakanda.Saya juga minta bantuan seluruh  pasukan kerajaan Dworowati   lengkap dengan persenjataan dan dukungan logistik sebanyak-banyaknya”.Busyet ,Suyudana mulai kelihatan rakusnya.

“Bho,bha,bho,iyalah no problem at all,nanti pada hari H-3 hubungi saja Patih Setyaki ya”,Kresna menyetujui permintaan Suyudana.

“Benar lho kakanda,lengkap sak logistiknya sekalian.Before and after I thank you very much”,Suyudana hatinya senang bukan main.

”Lha dinda Arjuna  minta bantuan apa,kalau bantuan  personil dan materiel sudah tidak ada lagi karena sudah diborong  semua oleh kakakmu Suyudana”, Kresna tersenyum sambil mengedip-ngedipkan matanya.

”Tidak apa-apa kanda,saya hanya minta kakanda Prabu berada ditengah-tengah Pandawa pada saat Perang Bharatayudha nanti”,jawab Arjuna.

”Oke deh, tetapi saya hanya seorang diri lho.Satuan Kavaleri,Armed dan Infantri kan sudah akan bergeser ke Astina Head Quarter.Bahkan aparat intel juga sudah di booking semua kok”,kata Kresna.

”Prabu Kresna seorang diri sudah cukup bagi Pandawa,yang penting kakanda ada ditengah-tengah kami”,jawab Arjuna.

Setelah  pisowanan selesai,Suyudana langsung minta ijin untuk bertemu Patih Setyaki guna mematangkan rencana pergeseran pasukan Dworowati ke Astina sambil menghitung kebutuhan amunisi dan  logistik yang diminta dari Kresna.Suyudana tampak gembira dengan adanya dukungan penuh dari Raja Dworowati.Sayangnya Patih Setyaki sedang keluar markas mengantar isterinya ke Puskesmas untuk memasang IUD,maklum kebobolan melulu.

Arjunapun gembira bukan kepalang.Boleh dikatakan misi yang diembannya berhasil dengan gemilang setelah mendengar kesanggupan Kresna untuk bersama-sama Pandawa pada perang Bharatayudha.Raden Arjuna tahu dengan persis bahwa Kresna-kakak iparnya itu seorang raja yang sakti,ahli strategi dan juga piawai merencanakan siasat perang.

Kresnapun lega karena dirinya tidak ikut dibooking oleh Raja Astina yang serakah.Diam-diam Kresna memuji kecerdikan adik-iparnya.Pasukan Dworowati yang ribuan jumlahnya plus persenjataan dan logistik yang berlimpah tak akan sebanding nilainya dengan Kresna,walaupun seorang diri.

Kita tahu di Padang Kurusetra,Astina pontang-panting dan akhirnya luluh lantak dibabat oleh Pandawa.Dalam kisah Karno Tanding,Kresna tak ragu-ragu menjadi kusir kereta Arjuna.Ketika melihat Arjuna sengaja membidikkan panahnya tidak kearah tubuh Karno maka Kresna menyentakkan keretanya sehingga Pasopati itu menembus dada Karno .Adipati Awangga yang menjadi senopati pasukan Kurawa  itu terjerembab ketanah dan gugur seketika.

Kresna jugalah yang membesarkan hati Arjuna ketika kstaria ngganteng dan doyan kawin ini ragu-ragu melihat guru,leluhur dan saudara-saudaranya berada didepan matanya.Tak tega rasanya Pasopati,senjata andalannya itu membabat orahg-orang yang dihormati dan dicintai.

Renungan:

1.Dari kisah ini tampak  sifat-sifat tamak dan carimuka yang ditunjukkan oleh Prabu Suyudana.Suyudana sengaja duduk persis didekat kepala Kresna dengan harapan dialah yang akan disapa oleh Kresna.Namun sialnya,justeru Arjunalah yang disapa terlebih dulu oleh Kresna karena memang Arjuna duduk ditempat  yang mudah terlihat begitu Kresna membuka mata.

2.Suyudana yang serakah boleh dikatakan blunder ketika minta bantuan pasukan,persenjataan dan logistik dari Kresna.Dia lebih memilih kuantitas daripada kualitas.Keputusan yang salah ini justeru menguntungkan pihak Pandawa.

Sahabat,

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan  pada beberapa pilihan yang tampaknya tidak ada perbedaan antara yang satu dengan lain.Pertimbangkan dari segala aspek,adakan wargame diantara pilihan-pilihan itu untuk menghitung keuntungan dan kerugian masing-masing pilihan.Akan lebih bijaksana jika kita memilih sesuatu yang nilai keuntungannya lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya.

Foto : Gunungan (courtesy gantharwa.files.wordpress.com

  1. 22 Juni 2009 pukul 00:40

    mmh.. menarik.. bgtu m’ngiris ruang ksdaran, layak tuk d r’nungkn ‘pa’tabiru ya ulil albaab’-

    Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.Saya sudah berkunjung balik tetapi tombol poskan komentar tidak bisa di klik,bingung juga nih,maaf ya terpaksa saya langsung saya balik bakul.Salam

  2. 22 Juni 2009 pukul 06:18

    Wkwkw suer ga yakin deh adegannya kek gitu… bener khan? bener khan? Tapi sadurannya keren.. aku aja terpingkal-pingkal bacanya hahaha… apalagi singkat2annya yang bikin gregetan hihihi….
    Btw .. omong2 soal sowan.. ini sowanan saya pertama ke sini.. bukannya mo minta restu ikut Pilpres.. cuma sowan tuk kenalan saja.. salam kenal Pak…

    terima kasih mas kunjungan dan komentarnya.Kalau kisah itu dimainkan oleh Ketoprak humor pasti lebih terpingkel-pingkel lagi.Salam kenal juga mas.

  3. KangBoed
    22 Juni 2009 pukul 17:07

    huuuuuuwaaaaakaakakak.. hihihi.. lucuuuu.. berbakat sekali maaaas
    Salam Sayang

    Makasih mas ngguyune,salam sayang kembali.

  4. 22 Juni 2009 pukul 17:26

    assalamu’alaikum pak cholik.
    belum bosen kan ya saya kunjungi lagi he…he…
    saya suka sekali baca2 postingannya pak,ngangeni gitu dengan ciri khas yg lucu.
    padahal dibaliknya tersirat sesuatu yg sangat berharga utk pelajaran hidup.
    banyak manfaat yg didapat dr membaca tulisan2 bapak.
    salam.

    Waalaikum salam mbak.Wong saya juga kadang senyum sendiri begitu mendapat pangsit..ehh.. wangsit kok mbak.Saya nulis yang ringan-2 saja.Yang tehnis-2 kan sudah banyak sahabat-2 yang nulis.Salam balik mbak

  5. 22 Juni 2009 pukul 17:52

    Nggih Pak Dalang, matur Nuwun..🙂

    sami-sami kisanak

  6. 22 Juni 2009 pukul 18:47

    Pak, awardnya dah aku posting. Tapi keburu ke geser sama post baruku..

    Oke,yang penting amanah sudah saya jalankan tho Dinda.

  7. 22 Juni 2009 pukul 18:53

    selamat malam kang
    wah blue cuma bisa tersenyum saja dech!
    salam hangat selalu

    pa cabar?

    Selamat malam juga mas.Senyum adalah shodaqoh lho.Thanks dah mampir,nanti tak sambangi juga,Insya Allah.

  8. 22 Juni 2009 pukul 19:06

    Mo nambahin sedikit.
    1. Keserakahan Prabu Duryudana adalah turunan dari ibunya Dewi Gandari yang tidak lain adalah kakak kandung Sengkuni. Pada saat hamil Dewi Gandari memohon kepada dewata agar memiliki anak yang banyak yang dia pikir akan dapat melindunginya dari musuh. Maka lahirlah Kurawa yang berjumlah seratus orang.
    2. Ada satu keuntungan lagi bagi Padawa dengan memiliki Prabu Kresna di sisinya. Karena beliaulah yang memegang skenario Bharatayudha. Beliau telah tahu siapa akan mati di tangan siapa. Termasuk saat merancang serangan kamikaze yang dilaksanakan dengan sukses oleh Gatutkaca.
    3. Sebetulnya ceritanya lebih panjang lagi karena Prabu Kresna tidak sekedar tidur tapi “topo turu”. Tapi kalau diceritakan semua nanti artikel akan terlalu panjang. Bukan begitu Ki Dalang.

    Sayangnya Gatutkaca juga akhirnya gugur terkena Kunta Wijayandanu milik Adipati Karna.Gugurnya Gatutkaca ini ada yang memberi nama “Curiga Manjing Warangka” alias keris masuk kesarangnya.Maklum diperut Gatut tertanam warangka dari senjata Kunta.
    Senjata Kunta sebenarnya kurang sak meter dari perut Gatut,adalah paman Gatut yang mengantar senjata Kunta itu masuk keperut Gatut.Ini memang janji paman Gatut untuk menjemput keponakannya pada perang Bharatayudha.Paman Gatut tersambar secara tidak sengaja oleh Gatut.
    Hooooooo……thanks tambahan infonya.

  9. 23 Juni 2009 pukul 00:56

    salut p dhe, maaf award nya lom di pasang🙂
    kalo ga baca renungannya aku pasti dah huahuahuhauha… soale yg tiba2 nyelonong di otakku tuh kenapa prabu suyudana ga ngeblog aja trus minta bantuan ma para blogger or facebook-an aja sekalian Kan lumayan tuh ada berapa juta orang yg lagi keranjingan fb
    btw dalam perenungan…
    kenapa kita tidak minta pertolongan pada Alloh, bukankah Dia Sang Maha Pembuat Skenario???
    salam

    Mungkin Suyudana belum pernah mendengar kalimat “ora et labora’. Atau sebenarnya sudah ada niat untuk pergi ke sanggar pamujan guna minta kepada “hingkang akaryo jagad’,tetapi biasalah..kan ada pamannya yang bernama Haryo Suman alias Haryo Sengkuni si provokator yang selalu mempengaruhinya.

  10. 23 Juni 2009 pukul 06:38

    apa kabar bos
    waduuh wayang aku gak ngerti blas, hheh
    tapi kaya pembelajaran budata bangsa yang satu ini……
    thanks refleksinya bos

    awalnya tidak mengerti,tetapi setelah belajar pasti lama-2 ngerti.Saya tadinya kan gak mengerti tentang nofollows dan dofollows,tetapi karena belajar di Blog Senayan maka sedikit-sedikit jadi agak mengerti.

  11. 23 Juni 2009 pukul 06:39

    Cerita pada pewayangan sebetulnya menggambarkan sisi gelap dan sisi baik manusia…dan dengan wayang kita bisa mendidik rakyat, nyemoni (menyindir) tanpa membuat orang yang dituju sakit hati…bahkan mungkin ikut terkekeh-kekeh.

    Pak, nulis lagi cerita wayangnya….pas sekali diterapkan kondisi saat ini.

    Wayang memang syarat makna mbak.Saya dulu sering nongkrong di WO Bharata yang dekat Senen itu.Apalagi ketika ada adegan Kresna dengan Arjuna pada lakon Bharatayudha.Imbal wacana mereka sangat mengagumkan.Arjuna yang keder ketika akan menghadapi Bisma -senopati Astina,yang juga eyangnya-akhirnya kembali bersemangat ketika Kresna secara panjang lebar menjelaskan arti sebuah perang.“Bagi seorang kstaria,bertempur dengan gagah berani tetapi tetap elegan is a must”, begitu nasihat Kresna.

  12. ika
    23 Juni 2009 pukul 12:18

    wah sowannya hanya pas kampanye

    Yoi,namanya juga usaha nduk

  13. 23 Juni 2009 pukul 13:15

    Waduh, wayang nggih, Pakde? Waktu kecil saya akrab dengan cerita wayang, baca kisah Mahabarata dan Ramayana dari komik bergambar karya RA Kosasih. Tapi semenjak remaja, jarang bergaul dengan wayang lagi, jadi sudah lupa-lupa-ingat ceritanya.

    Pakde, nyuwun pirso, kerajaannya Kurawa itu Astina, lha kalau kerajaannya Pandawa apa ya … saya kok lupa.

    Maturnuwun Pakde, benjang menawi bade mayang (main menjadi wayang maksudnya) kulo dipun timbali njih?

    Ini bertanya apa ngetest pakde tho nduk.Kerajaan Pandawa adalah Amarta .Di wayang tiap-tiap orang punya kerajaan kecil2 sak kwaci,misalnya:Bima kstarian Jodipati,Arjuna di Madukara,Karna di Awangga,Baladewa di Mandura(Bukan Madura lho),Dursasana di Banjarjumut,Gatutkaca di Pringgodani,Kalau Wulan Jamilee di Sukabumi tetangganya Desy Ratnasari,,Evi Tamala di Tasikmalaya,dekat kampungnya Itje Tresnawati dan Vety Fera,Rafika Duri di Jogya.Lha pakde di Galaxi Bumi Permai Suroboyo nduk.

  14. 23 Juni 2009 pukul 14:42

    Semua pilihan harus dipikirkan matang-matang ya, Pak, jangan ngikutin nafsu aja.😉

    Benar sekali,apalagi kalau milih suami atau isteri nduk he..he..he

  15. KangBoed
    23 Juni 2009 pukul 17:07

    Waaaaah.. kayanya kalau guyon sama bapak rame yaaaa… sambil cangkrukan minum kopi… bisa ngedalang… woooow kereeeennnnxxxx…
    Salam Sayang

    Iya mas,kalau waktu guyon ya kita guyon aza biar awet seger he..he..he.

    • KangBoed
      25 Juni 2009 pukul 13:39

      hehehe.. beneeeer makanya bapaaaak.. awet muda terus yaaa paaaak.. banyaaaak tertawa.. resepnya..
      Salam Sayang

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: