Beranda > Unik-menarik > HUT Corps Polisi Militer

HUT Corps Polisi Militer

22 Juni 2009

SATWALMOR

Hari ini,Senin tanggal 22 Juni 2009 saya dan isteri menghadiri acara syukuran Hari Ulang Tahun Corps Polisi Militer Angkatan Darat yang ke-63.Peringatan kali ini diadakan lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,tentu tanpa mengurang kekhidmatannya.Dulu upacara peringatan ulang tahun diadakan disetiap Pomdam,namun kini upacara hanya diselenggarakan di Pusat Polisi Militer,sedangkan ditiap-tiap Pomdam dan satuan-satuan Pom dibawahnya hanya melaksanakan syukuran.

Acara syukuran,sebagaimana lazimnya,didahului dengan pembacaan sambutan dari pimpinan corps.Selanjutnya acara ramah tamah yang didahului dengan pembacaan doa syukur.Tumpeng nasi kuning dengan aneka-lauk sudah mejeng didepan dan siap dipotong oleh Kolonel Cpm Firman Gani,yang baru saja menjabat Danpomdam V/Brawijaya.Potongan tumpeng diserahkan kepada anggota termuda,tampaknya dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad-Pom).Setelah itu baru kami semua makan pagi-siang (brunch),maklum sudah jam 10 lewat.Acara makan-makan kali ini juga agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.Biasanya kami menikmati makanan yang digelar secara prasmanan,namun kali ini menggunakan lunch box (halah..nasi kotak,nasi kotak,rek).Ini juga merupakan tradisi yang baik,sebagai awal menuju penghematan biaya.

Sambil menikmati makan siang,disuguhkan hiburan berupa musik organ tunggal,ini juga murah-meriah namun cukup menghibur.Setelah para penyanyi ibukota(Surabaya) tampil,acara diselingi dengan spontanitas. Disini pembawa acara memanggil para undangan satu-persatu untuk menunjukkan kebolehan atau ketidak-bolehannya.Sayapun katut terpanggil, tembang”Hanya Sekejap” yang biasanya dinyanyikan oleh Ari Wibowo,saya lantunkan dengan penuh perasaan dan penderitaan he..he..he.

Saya jadi teringat cerita berbalut humor yang disampaikan oleh seorang panglima beberapa tahun yang lalu.Kata beliau,disuatu acara malam pisah-sambut seorang pejabat ,ditampilkan pula acara spontanitas.

Seorang ibu berwajah cantik menyanyikan  lagu I can’t stop loving you.Suaranya memang benar-benar bening dan merdu sehingga mendapat applaus dari para undangan.Selanjutnya ditunjuk juga seorang ibu untuk naik panggung dan menyanyi.Paras wajah ibu ini boleh dikatakan biasa-biasa saja namun suaranya bukan main, uenak pwol.Begitu mengakhiri lagu langgam Jawa –Resepsi,hadirin juga bertepuk tangan dengan meriah.Bahkan ada yang berteriak “Tambah bu,tambah bu lagunya”.Spontanitas yang ketiga masih menampilkan seorang ibu, wajahnya juga biasa-biasa saja, tetapi suaranya rek,maaf,nggak enak blas. Suara ibu tadi fals berkoalisi dengan setengah menjerit sehingga hasil akhirnya adalah suara yang membingungkan hadirin.Anehnya,begitu ibu tadi sampai pada bait terakhir lagu dangdhut “Terlena”,hadirin langsung bertepuk tangan bertalu-talu,dan sambil berdiri mereka berteriak “More..more…more”.

Seorang undangan yang tampaknya berasal dari instansi lain bertanya kepada undangan yang duduk disebelahnya “Wajah dan suara ibu tadi nggak bagus-bagus amat kok tepuk tangannya nggak berhenti-berhenti,siapa sih yang menyanyi barusan?”.

Orang sebelahnya tadi sambil tolah-toleh berkata setengah berbisik”Itu isteri booooooss,mas “!!

  1. 23 Juni 2009 pukul 10:36

    Ya, pasti pak, kalo istri bos, mah, walopun suaranya jelek, ya dianggap bagus. Kita hormat sama jabatannya, bukan sama kemampuannya😉

    Kalau saya menyanyi dikeploki kadang dari panggung tak saut “ngenyeeeeK”.keplok makin ramai,lalu kuulangi “ngenyeeeeeeekkk lagi.”.Situasi jadi gayenk.

  2. 23 Juni 2009 pukul 15:30

    ada nggak enaknya juga ya pak, kalau jadi istri bos.
    karena orang2 lantas tdk mau jujur pd kita.
    atau nggak tega kali ya.
    ultahnya sama dengan ultah DKI Jakarta ya pak.
    salam.

    Iya juga ya bunda. Bener ,ultah CPM =Ultah DKI.Kalau ultahku=ultah mendiang Ibu Tien,tgl. 23-8.Saya dulu kalau makan sambil nonton siaran ultah Ibu Tien he..he..he,lumayan ikut menikmati tumpenganya.

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: