Beranda > Kiat > 5W-2H

5W-2H

27 Juni 2009

Suatu hari saya terima sms dari keponakan yang tinggal di Purwokerto:”Om,boleh saya mengisi buletin Trah Mochas dengan artikel tentang pengalaman saya menjadi TKW di Saudi Arabia,kira-kira memalukan nggak kalau saya menceriterakan pengalaman itu?”.Saya katakan kepadanya bahwa pengalaman itu sangat bagus kalau ditularkan,siapa tahu setelah membaca artikel itu banyak wanita lain yang tergerak hatinya untuk keluar dari wilayah Purwokerto dan menjemput rejeki dinegeri orang.Saya pesankan kepadanya untuk segera mengirimkan artikel itu agar bisa saya baca dan jika perlu saya edit sebelum dimasukkan kedalam buletin.

Hampir sebulan,artikel itu tak kunjung tiba.Karena sudah mendekati deadline maka saya menagihnya.Ternyata dengan entengnya keponakan tadi menjawab:”Belum jadi oom,yang mau saya ceritakan sih banyak tetapi begitu mau saya tuangkan kedalam tulisan kok sulit.Maaf ya oom”.

Weeleh-weleh,gitu kok tidak segera memberi kabar tho ya.Karena pengalaman sebagai TKW itu sangat menarik maka saya memberikan pengarahan kepadanya agar menyusun saja point-pointnya terlebih dahulu.Apa yang dilihat,didengar,dirasakan dan diingat ditulis saja sehingga nanti tinggal menyusunnya menjadi kalimat-kalimat.

Untuk merangsang daya pikirnya,maka saya berikan judul-judul point untuk diisi atau dijawab.Judul point itu saya beri nama 5W-2H.

1.WHO: Siapa?

  • Siapa kamu-ceriterakan secara singkat siapa dirimu.
  • Siapa yang memberi ide,gagasan atau menyuruh kamu menjadi TKW.
  • Siapa yang membantu mengurus persyaratan sebelum mengajukan proposal untuk menjadi TKW.
  • Siapa yang membantu menguruskan pendaftaran.
  • Siapa yang membantu mengurus pemberangkatanmu.
  • Dll.

2.WHAT:Apa?

  • Apa pekerjaanmu sekarang.
  • Apa tujuanmu menjadi TKW.
  • Apa yang kamu lakukan sebelum mendaftar menjadi TKW.
  • Apa saja yang kamu siapkan sebelum berangkat ke Saudi Arabia.
  • Apa kendala yang kamu hadapi saat mengajukan pendaftaran,saat mengikuti pelatihan,saat mengurus paspor,saat berangkat keluar negeri,saat bekerja di Saudi Arabia.
  • Dll

3.WHEN:Bilamana?

  • Bilamana pendaftaran dilakukan.
  • Bilamana pelatihan dilaksanakan.
  • Bilamana kamu berangkat ke Saudi Arabia.
  • Bilamana tiba di Saudi Arabia.
  • Bilamana kembali ke tanah air.

4.WHERE:Dimana?

  • Dimana mendaftarkan TKW.
  • Dimana pelatihan calon TKW dilaksanakan.
  • Dimana rumah calon majikanmu.
  • Dimana kamu tinggal.
  • Dimana kamu menyimpan uang gajimu selama menjadi TKW.
  • Dll.

5.HOW:Bagaimana?

  • Bagaimana perasaanmu ketika diterima menjadi TKW.
  • Bagaimana perasaanmu ketika akan meninggalkan kota Purwokerto.
  • Bagaimana perasaan orang tuamu ketika kamu minta ijin dan pamitan untuk berangkat keluar negeri.
  • Bagaimana sikap majikanmu saat pertama kali menerimamu dirumahnya.
  • Bagaimana perlakuan majikan dan keluarganya selama kamu bekerja disana.

6.WHY:Mengapa?

  • Mengapa kamu ingin menjadi TKW.
  • Mengapa kamu kembali ke tanah air
  • Mengapa kamu ingin menuliskan pengalamanmu dan masuk di buletin.
  • Dll.

7.HOW MUCH:Berapa?

  • Berapa orang yang mengikuti pelatihan calon TKW.
  • Berapa biaya yang kamu keluarkan untuk:mengurus administrasi,membayar biaya pelatihan,uang yang kamu bawa keluar negeri.
  • Berapa gajimu sebulan.
  • Berapa yang kamu tabung,berapa yang kamu kirimkan ketanah air.
  • Berapa lama kamu bekerja di Saudi Arabia.
  • Berapa tabunganmu dari hasil kerja sebagai TKW sekian tahun.

Judul point diatas jika dijadikan jembatan keledai dalam bahasa Indonesia akan berbunyi:Siabidibameb.

Setelah point-point itu dijawab maka tahap berikutnya adalah memilah ,memilih dan selanjutnya menyusunnya menjadi kalimat yang logis urutannya.Dengan cara itu akan terbentuklah suatu artikel.

Karena saya dulu sekolah di STM jurusan mesin maka kepadanya saya berikan arahan agar dalam susunan kalimat itu diberikan semacam KOPLING,yaitu kata atau kalimat yang memuluskan jalan cerita sehingga artikelnya menjadi enak dibaca.Kalimat KOPLING itu misalnya“Tak kusangka,saya yang orang udik sampai juga ke Saudi Arabia”.

Dengan jembatan keledai 5W-2H itu semoga artikel keponakan saya tentang TKW sudah selesai karena buletin Trah Mochamad Chasan Edisi Bulan Juli 2009 yang saya kelola harus sudah terbit awal bulan.

  1. 27 Juni 2009 pukul 09:31

    emang harus pake kopling pakdhe….
    he he heee…
    bukanya nungguin emood..

    Kopling gunanya agar tulisan kita mengalir nggak gronjal2 he..he

  2. 27 Juni 2009 pukul 11:55

    saya kira tadi pelatihan jurnalistik cak, ternyata tentang TKW

    TKW kan hanya intro,intinya ya cara menulis tho

  3. 27 Juni 2009 pukul 11:58

    5W-2H (Siabidibameb)..
    pas sekali yaa..bwat mancing.. dan merangsang pikiran dlm penulisan artikel tsb .. , saya rasa dia akan langsung.. ngetik..! tak.tik..tuk… ncar..lancaar… kan dah ad rumusnya…
    he..heee..

    tp yg sy masih bingun mau menciptakan pancingan inspirasi semacam ini bwat diri sy ndiri susah amit yaa.?
    sampai2 aku malu bin isiin..banget.. lha AWARD aja blon berani bawa pulang .. abis bingun mau posting nya gimenong.. alias blon mudeng hee.heee…

    ….ampuuu…uun…kamas..😀

    SALAM dan HORMAT.

    Lha panjenengan kebanyakan mancing kondhe mas he..he..eh

  4. 27 Juni 2009 pukul 12:12

    satu lagi pak dhe tambahan dari saya,
    pastikan juga mo nulisnya sebagai ‘aku’ (terlibat lsg) or ‘dia’ (orang ketiga)
    soale itu juga akan menentukan bentuk tulisan
    salam…

    Setuju mas,tambahan yang manis.

  5. 27 Juni 2009 pukul 12:29

    kayak teknik jurnalistik saja..hehehe

    lam kenal balik

    Tinggal ngrubah jadi bentuk prosa biasa kan mas

  6. 27 Juni 2009 pukul 13:46

    Salam kenal Om…
    Saya dulu lulusan STM juga lowh hehe

    Tapi nggak tukang gelut kan maas?
    Salam kenal balik dari Surabaya

  7. 27 Juni 2009 pukul 17:32

    When sama aja kan sama ketika?

    Pak, dengan hormat saya memberikan award kepada bapak. silakan ambil di blog saya ^^v

    Sama donk.Thanks awardnya.Ini akan menjadi alat pacu bagi saya untuk lebih giat cari ide dan menulisnya

    .

  8. 27 Juni 2009 pukul 17:34

    sepertinya lebih baik dianya bercerita langsung keom dan om yang menuangan dengan tulisan……byr cepat🙂

    salam kenal balik om

    Ha..ha.. ya lain donk,biar dia yang cerita sendiri kan lebih sip

  9. 27 Juni 2009 pukul 19:11

    saya sendiri masih sering mengalami kegagapan ketika ingin membuat tulisan. tapi ketika paragraf pertama sudah tertulis, langsung mengalir dgn sendirinya.

    untuk memulai sesuatu memang sangat ditentukan oleh langkah awal mana yg harus dilakukan.

    Benar kata orang’membuat kalimat pertama adalah tahap paling sulit dalam membuat artikel.

  10. 27 Juni 2009 pukul 19:52

    waa…h terima kasih lho pak.
    jadi dapet ilmu utk tulis-menulis.
    alhamdulillah.
    salam.


    Sekali-kali saya kan boleh donk nulis yang agak serius mbak.Tq mbak

  11. ILYAS AFSOH
    27 Juni 2009 pukul 20:00

    kadang dalam hidup, kita tersandung tantangan oleh karena kesalahan kita sendiri, Diantara tantangan yang aku hadapi adalah Mendapat JULUKAN : C.G.P.P (cowok gak Punya Perasaan). ah,

    aku mengakui, jika aku khilaf, aku salah,namun ilyasafsoh tidakboleh berdiam diri oleh julukAN CGPP tersebut, ilyas afsoh sedang mempersiapkan diri menyambut kesuksesan yang lebih besar, yang banyak memberi manfaat pada banyak Umat.

    Sahabat, aku minta doa- doa dari Anda.

    Agar Label CGPP ini : memberi / menjadi batu titik tolak BANGKITNYA ilyas afsoh menjadipribadi yang lebih santun, yang lebih menghormati sesama, dan menghormati diri sendiri.

    Ya ALLAH,

    dan Para Sahabatku Para Blogger, dukunglah aku menjadi Pribadi yang lebih santun. Berikan Aku dukungan .

    dukungan

    semangat

    support

    ILYAS AFSOH | 088 1296 3105 | Aku bukan CGPP
    http://ilyasafsoh.wordpress.com/2009/06/27/c-g-p-p/

    Niat yang baik Insya Allah dikabulkan mas.Aku buan hanya mendukung tetapi juga “Tak gendong kemana-mana…

  12. 27 Juni 2009 pukul 20:40

    Dengan adanya blog alfatih bisa menghubungkan dengan blog ini. Kunjungan pertama dimalam hari, semua konten dan artikel sungguh menarik🙂

    Thanks kunjungan dan supportnya.salam

  13. 28 Juni 2009 pukul 06:33

    hmmm iya ini adalah pokok dari dibuatnya suatu tulisan

    thanks kunjungan dan komentarnya mas.

  14. 30 Juni 2009 pukul 20:38

    Tambah ilmu, cara tulis yang benar…
    ‘Kopling’ dapatkah difungsikan sebagai kata sambung?
    Sering terjadi, setelah artikel selesai,
    baru sadar kalau tulisan tidak saling nyambung
    Terlebih bila copy-paste dari file sendiri
    maksudnya menghemat waktu
    ketika hendak sisipkan ‘data’ baru,
    maka tulisan yg telah ada menjadi terputus.
    Salam kenal. Terimakasih lawatannya.

    Ketika menulis,kadang antara kalimat yang satu dan yang lain terlalu lepas,nggak nyanthol..nah perlu dikasih kopling agar perubahannya mulus.Salam balik mbak

  15. 30 Juni 2009 pukul 20:45

    Terimakasih telah berbagi.
    Membaca article diatas …
    (akan) menambah ilmu, cara tulis yang benar+ICY-

    Comment sy diatas,
    salah satu contoh tulisan yg terputus.
    Inginnya perpendek tulisan,
    hasilnya yaaa berdiri sendiri2.
    Salam.

    Jadi mirip point-point ya mbak he..he..he

  16. 30 Juni 2009 pukul 20:52

    (akan) menambah ilmu, cara tulis yang benar+-ICY-

    Wah, terpaksa ada tambahan komentar lagi
    (hingga jadi 3x).

    Bingung aja kok muncul huruf berikut ya?
    +-ICY-

    seharusnya:
    (akan) menambah ilmu, cara tulis yang benar.

    artikel diatas kan hanya untuk pemula mbak.Kalau sudah terbiasa menulis pasti akan mengalir dengan sendirinya.

    Salam.

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: