Beranda > Kiat > Manusia plus

Manusia plus

7 Juli 2009

Setiap bertemu dengan keponakan atau cucu keponakan yang sedang duduk dibangku SMP saya pesankan agar dia tidak menjadi murid yang rata-rata atau istilah tentaranya”sekedar ikut barisan”.

“Nduk,kamu ambil satu saja bidang mata pelajaran kemudian kuasai dengan baik ilmu itu,misalnya bahasa Inggris.Fahami benar ilmunya kemudian kamu praktekkan dalam kehidupanmu sehari-hari baik dalam percakapan,tulisan,syokur-syokur jika kamu sudah bisa membuat lelucon atau berpidato dalam bahasa Inggris.Dengan cara itu,orang bisa membedakan antara kamu dengan teman-temanmu yang lain.Kamu akan menjadi manusia plus”,demikian salah satu nasihat saya kepada mereka.

Eh dia bilang bahwa dia tak pintar dalam bahasa Inggris,lagian teman-temannya rata-rata sudah bisa berbahasa Inggris.

“Nah kalau gitu ambil bidang yang lain,juga satu saja,bidang apapun.Intinya ,kamu mempunyai label sendiri yang membuatmu berbeda dengan sahabat-sahabatmu.Dengan cara itu jika ada yang bertanya tentang kamu maka teman-temanmu atau tetanggamu bisa menjawab dengan pasti Oooooo si Wartini,yang pinter menyanyi lagu-lagu Campur Sari itu,bagus bener deh suaranya,sudah banyak piala dan penghargaan yang diterimanya”.

Mari kita arahkan dengan cara-cara yang cerdas dan simpatik agar anak,keponakan atau cucu atau cucu keponakan kita menjadi manusia plus,yang membedakan antara dia dengan manusia yang lainnya,dalam hal yang positif tentunya.Insya Allah

Sekedar Cathetan

AKA 1974

Bocah ini pernah mendapat julukan “kamus berjalan” dari teman-temannya karena memiliki daya hafal yang kuat.

35 tahun kemudian julukan itu sudah hilang.Kini keponakan dan cucu-cucu PAKDE GAULkeponakannya malah memberi sebutan“pakde gaul atau eyank gaul”,karena pakdhe/eyanknya kranjingan FS,FB dan ngeBlogx.Maklum pakdhe yang satu ini punya motto“Biar tekor asal tersohor”,ha..ha..hak.Bangkrut rek !

  1. 7 Juli 2009 pukul 07:33

    Aku ngerti Pak Dhe… jadi, kita fokuskan ke bidang yang benar – benar kita kuasai. Dan, di bidang yang kita kuasai itulah kita menjadi yang ++ daripada memfokuskan ke semuanya hingga nggak fokus, kita hanya jadi anak sedeng – sedeng… Ga seru tuh!

    Dan Pakdhe, di sekolahku anak – anak di seperti itukan… Ada yang pintar matimatian, bahasa inggris, komputer, marawis, qori, dll… di ikutkan lomba. 1 – 1 gituh… ngga sekaligus brett… semuanya. jadi bisa lebih fokus.

    Dan Pakdhe… begitu juga seperti kata bapak saya… Lebih baik 1 bidang kita bener – bener di atas, daripada semua bidang kita hanya di rata – rata

    Sependapat dengan bapak,kita tahu banyak bidang sebagai referensi agar kalau orang ngomong soal global warming kita juga bisa menanggapi walau tidak secara mendalam;ada yang ngomong soal pilpress kita juga nyambung walau tak seperti pakar.Trus kita punya satu bidang yang harus kita kuasai dan disitu kita benar-benar ngeTOP.Sip nduk

  2. zefka
    7 Juli 2009 pukul 08:01

    Menurut saya lho pakdhe….
    Kalo pengin jadi seorang peneliti, ilmuwan atau pakar… kuasailah ilmu secara “dalam” tetapi kalo mo jadi pengusaha atau wiraswastawan maka kuasailah ilmu secara “lebar”.

    Tinggal pilih… mau ilmu yg “dalam” atau “lebar”
    Setuju ma Pakdhe.. kita pilih satu ilmu yg akan kita “dalami” tetapi tetap tidak mengabaikan ilmu yg “melebar” (pengetahuan umum… biarpun sedikit tapi tahu banyak hal)

    wah setuju sekali mas.Kita sebaiknya juga punya satu ilmu yang mendalam dan banyak ilmu yang melebar.Dengan demkian kalau ada orang ngomong soal Hajar Aswad,global warming,dewi persik,R&B,Campursari,borax,sex appeal,Gugurnya Gatutkaca,Red District,Termehek-mehek,dll saya juga bisa ikut nimbrung walau hanya kulit-kulitnya saja..Dan sebagai serdadu saya harus tahu secara mendalam soal How to find and destroying the enemy.ha..ha..ha

  3. 7 Juli 2009 pukul 09:02

    ohh gitu ya,,
    intinya kita harus menjadi orang yang berbeda dari orang biasa,, itu yang hanya bisa membedakan kita dengan orang lain..
    ada pengertian yang lain juga mas,, seperti matapelajaran IPS (salah satu mata pelajaran yang ku benci) yang kini mencakup 3 aspek antara lain, geografi, sejarah dan ekonomi,, sewaktu saya menghadapi tes, saya hanya belajar sejarahnya saja, dan saya mempelajarinya dengan maksimal, sedangkan geografi dan ekonominya hanya saya baca sekilas.. setelah hasil diumumkan, IPS mendapatkan 80,, dengan hasil sejarah 95, geografi 75 dan ekonomi 70..

    untuk ujian sih harus dipelajari semua dinda,jangan pilih2.Tapi kehidupan sehari-hari anda pilih 1 bidang yang membuat anda beda.
    Misalnya:ada layang-layang tergeletak dijalan,trus ada yang mengambil,lalu dia bilang : Gileee,layang2 buatan siapa ini,cakep bangeeeeeeet.Nah ketika anda tanya kepada orang lain,mereka menjawab: Itu tukangn jual layang-layang paling pojok,buatannya emang beda”. Begitulah dinda,semua jual layang-layang,tapi yang dipojok itu beda banaget.
    Sip

  4. 7 Juli 2009 pukul 09:29

    hmm.. aku jadi manusia min aja deh!

    boleh2 kok.

  5. 7 Juli 2009 pukul 11:23

    intinya sih om, setiap manusia itu memliki fak(bidangnya) masing masing. Dan di situlah ia harus mendalami yang ia lakukan dengan sepenuh hati untuk memperoleh sebuah keberhasilan. Dari pertama manusia di dalam kandungan adalah sudah di taksirkan menjadi pemenang. pemenang di antara jutaaan sel sperma yang berlomba-lomba menembus dinding. Menurut saya sebenarnya tidak ada kekalahan di dunia ini.

    Sependapat mas,namun kadang manusia tak sadar akan potensi yang dimilikinya sehingga tidak bisa mengembangkannya.Saya sebenarnya ada bakat menulis namun nggak mau melangkah lebih dalam dan jauh lagi.Saya pernah punya buku yang menyuruh saya menulis kemudian mengirimkannya ke koran atau majalah dan nggak boleh mikir apakah tulisan saya itu dimuat atau tidak.Namun dasar pembosan,begitu nggak ada yang dimuat langsung malas nulis lagi he..he..he.

  6. 7 Juli 2009 pukul 12:53

    nyumbang komen lagi ahh..
    <


    em>thanks mas dah mampir lagi.Saya bolak-bolak ke blog anda,begitu mau posting komentar kok mau di ce-klik sih,dimana tuh rahasianya.maaf lho pokoknya saya dah nginceng soal nyeontreng tadi

  7. 7 Juli 2009 pukul 16:30

    Halo kawans
    Terimakasih atas kunjungannya di blog proibadi saya BakuDara.Com. Kunjungan dan saran di lain waktu selalu dinanti. Sangat senang kiranya Bakudara.Com dimasukan dalam Link Blog kawans. Semoga kedepan kita dapat saling berkomunikasi dan bekerja sama.

    jabat erat dari jauh

    Salam Super!!!

    BakuDara.Com

    Wahai kawanku Bakudara.com,tentu dengan hati aku setujui permintaanmu untuk memasukkanmu kedalam link blogku.Demikian pula sebaliknya,blog saya yang sederhana ini juga bisa mejeng di blogmu.Kunjungan dan komentarmu juga sangat kunanti di hari-hari berikutnya sekiranya Bakudara.com ada tempo.Diperbanyak terima kasih.
    Salam Hotz

  8. 7 Juli 2009 pukul 19:31

    sowan p dhe…,
    wah, kalo cuma disuruh nguasi satu mata pelajaran aja bisa bahaya p dhe, ntar ga lulus UN kan gaswat tuh hehehe…

    overall aku stuju bgt p dhe, kita emang harus berani tampil beda. karena bila kita memaintenance perbedaan itu dgn baik, dia akan jd nilai plus buat kita.

    yg penting ga jadi tukang pijat plus plus, pegawai salon plus plus, or pembantu rt pluss pluss…yoi ga p dhe?

    the last but not the least : salut plus plus buat p dheπŸ™‚
    c u…

    bukan begitu mnterjemahkannya.Tapi kita punya trade mark gitu loch.Kalau semua nilai kita bagus malah oke,tapi ada 1 yang bisa membedakan kita dgn orang lain.Misalnya,pangkatnya semua Sersan,tapi Sersan A jago khutbah.Nah itulah yang dimaksud trade mark kita.

    • 7 Juli 2009 pukul 20:37

      yup. begitu ya…, mksh p dhe, dah diperjelas lagi
      c u..

      Demikian adanya,mari luruskan niat,semua aktifitas untuk ibadah

  9. Saka
    7 Juli 2009 pukul 20:58

    kira2 kalo saya trademarknya apa y pak de?πŸ˜†

    entar malam tak trawang dulu ya kang

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: