Guruku nakal sekali

Senin siang,tahun 1975 di ksatrian Pusat Pendidikan Polisi Militer.

Ruang Kelas Kursus Dasar Kecabangan Perwira Polisi Militer.

Kapten CPM Soewarto,guru Berkas Perkara memasuki ruang kelas.SetelahSOEWARTO menerima laporan kesiapan dari Ketua Kelas,Kapten Cpm Soewarto menyampaikan greeting(weleh weleh gaya tenan) sebagai pemanasan sebelum menyampaikan kata pengantar sebagaimana dianjurkan dalam Buku Cara memberikan Instruksi.

“Selamat pagi para Perwira,bagaimana acara liburan hari Minggu kemarin,menyenangkan bukan?”

Mendengar ucapan Kapten Soewarto itu teman-teman sekelas langsung tertawa riuh rendah,bahkan ada yang tepuk tangan segala.

Kapten Soewarto tersenyum.Sambil membetulkan kacamatanya,beliau melanjutkan gurauannya:”Wahhhh kelihatan gembira sekali yaaa.Pada ketemu pacar yaaa selama liburan???”

Teman-teman tambah ngakak:”Choliiiiiiiiiiiiiik……..Choliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiik”

“Ada apa dengan Siswa Cholik??”,tanya Kapten Soewarto dengan wajah agak heran.Dasar,teman-teman kok edan semua sih di hari Senin kayak gini,najis tahu nggak (halaaaaaaah ini kan omongan ABG jaman sekarang,wong setting ceritanya tahun 1975 kok).Kasihan donk pak guru jadi bengong dan terheran-heran seperti itu.

Situasi terselamatkan ketika pelayan ruang makan masuk kelas mengantar kopi untuk sang guru.

Jancuritz tenan kok teman-teman itu”,batin saya.

Masya Allah,Kapten Soewarto guruku ini nyindir,tidak tahu atau pura-pura tidak tahu sih???

Mungkin tidak tahu ya soalnya malam minggu ketika saya mengajak putrinya nonton film di Bioskop Rio Cimahi beliau sedang main bridge bersama Danpusdikpom.Dan hari Minggunya ketika saya berbecak ria bersama putri sulungnya menuju pasar Antri untuk makan mie kocok beliau juga lagi main tennis.

Hmmmm,setiap pendidikan selalu meninggalkan kenangan manis,lucu dan mengasyikkan.Guruku sudah almarhum,semoga beliau diterima disisiNya.

Kini putri guruku itu sudah menjadi nenek dari 3 orang cucu,isteri seorang pensiunan tentara (sstttttt…yang lagi ngeBlog ini)

*****

Cathetan.Jancuritz” adalah misuh (mengumpat ala arek Suroboyo) yang tingkatannya agak lebih halus daripada misuh dengan istilah lain. Jancuritz dipakai lebih untuk menunjukkan keakraban daripada sebagai ekspresi kemarahan.

Iklan

Penulis: Pakde Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi. Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway. Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

8 thoughts on “Guruku nakal sekali”

  1. pertamaaaaaaaaaaaaaaxxxxxxxxx….. 😆
    komennya ntar aja pak de kalo udah nyontreng :mrgreen:
    selamat mencontreng pak de 😆

    mantapx,selamat pagi mas,nyontrenx juga kan.

  2. Meskipun nacal, akhirnya jadi orang juga kan? Selamat nyontreng dhe

    Alhamdulillah mas,met nyontreng juga mas,jangan lupa bawa botol minuman ama roti mari ya.

  3. Wah sudah offline mas ? siap-siap mau contreng ? ….kalau gurunya nakal sekali, moga-moga saja muridnya gak sangat nakal ya ?

    muridnya sih alim,gak sombong dan gemar kekantin he..he..he

  4. Wow… jadi putri gurunya itu istri bapak… wowowowo….
    Selamat Contreng pakdhe

    kok kaya lagunya Betharia Sonata ya..”dulu segenggam emas,kau pinang dakuuuuuu uwo wo wooooo”,……Dah nyontreng dengan mulus.

  5. ya ampun, gurunya pura2 nanya atau emang ga tau ya.. :mrgreen:

    gurunya kan seneng kalau muridnya salting tho mbak

  6. olalala PakDhe
    pantas aja murid berani sama sang Guru
    lagi2 ada KKN 🙂

    jaman dulu kan belum ada KKN nduk he..he..he

  7. judul sama isinya kok, berlawanan sih pak ?
    yg nakal bukan muridnya ?, ”ngambil” anaknya pak guru
    🙂 🙂 🙂 🙂
    salam.

    ehhh iyeee bener tuh mbak…

Komentar ditutup.