SBY-JK,dalam suatu kereta api.

Masih riyep-riyep mata saya karena sesungguhnya masih mengantuk.Terdengar sesorang berkata dengan nada agak keras”Silahkan bangun,ini tempat duduk saya”.Saya buka mata agak lebar.Ada seorang laki-laki tinggi besar,kulit kuning dan rambut agak kecoklat-coklatan,umurnya sekitar 45 tahun.Disampingnya seorang wanita yang juga berkulit kuning dan berambut blonde.Mereka berdua tampaknya bukan penduduk asli Indonesia,tetapi mungkin turis asing.Ada koper agak besar dan si wanita temannya atau isterinya atau mungkin juga adiknya,menggendong ransel warna hitam dipunggungnya.

“Bukan,ini tempat duduk saya.Saya sudah berada disini bersama anak saya sejak dari Surabaya dan saya juga mempunyai karcis dua lembar”,kata seorang wanita yang duduk dikursi dua baris dari tempat saya duduk sambil menunjukkan karcisnya kepada saudara kita yang bule itu.

“TIdak bisa,ini tempat duduk saya bersama isteri.Jadi sekali lagi,silahkan bangun dan tinggalkan tempat duduk itu,karena itu tempat duduk saya”,mas bule tetap ngeyel dengan bahasa Indonesia yang cukup bagus.Sementara si wanita bule,yang saya lirik cukup manis juga,hanya berdiri disampingnya tanpa mengeluarkan sepatah-katapun.

Seorang pemuda berdiri dan mendekati si bule.”My I see your ticket,please”, duilah,pakai bahasa Inggris,padahal semua mendengar bahwa si bule bisa bahasa Indonesia dengan cukup fasih.Si bapak bule memperlihatkan tiketnya kepada sang pemuda dengan menunjukkan wajah kurang senang.”Sorry,your train will be here at about 3 o’clock.It was late”,kata si pemuda menjelaskan.

Sambil mengangkat pundak,mas bule dan isterinya ngloyor meninggalkan gerbong.Dari jarak dekat masih terdengar suara mas bule bernada nggrundhel:”Kereta api Eropa selalu tepat waktu”.

Yaaaaa, ini kan bukan kereta api Eropa tho mas.Ini kereta api Republik Indonesia yang ramah stasiun.Selain itu,untuk menjaga keselamatan penumpangnya,kereta api Republik Indonesia juga harus berhenti beberapa kali berhenti disuatu tempat manakala ada tanda bahwa sebentar lagi kereta api Republiik Indonesia yang akan lewat.

Kapan ya jalur SBY-JK(Surabaya-Jakarta) mempunyai double track railway sehingga kereta api Republik Indonesia tidak bolak-balik berhenti diluar stasiun yang telah ditentukan.

Bagaimanapun juga, untuk perjalanan jarak jauh,saya lebih senang naik kereta api dibandingkan dengan naik bus.Dengan naik kereta api,saya seolah-olah berada dibumi karena bisa menikmati soto sulung di Stasiun Pasar Turi,beli wingko Babat ketika sejenak minggir di Babat,ngemplok tahu ponk,lumpia  Semarang dan jenang Kudus ketika berhenti di stasiun Semarang,dan makanan lain yang berlimpah-limpah di semua stasiun sepanjang route Sby-Jk.

NgeTOP kan.

Iklan

Penulis: Pakde Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi. Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway. Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

12 thoughts on “SBY-JK,dalam suatu kereta api.”

  1. heehehehe..tak pikir pak SBY jadi bule…ternyata…ternyata…

    jadi ingat kampanye karangan teman saya….sodara2..dalam situasi resesi jangan sampai sodara2 memilih makanan yg tak bergizi…seperti : Mi gawati……Jus Kalla, sayur paloh ato Soto yoso..minumlah minuman bergizi tinggi..Es beye

    wuihhhhh di Surabaya kalo lagi puanas,minum ES beye emang sueger pwol mbak

  2. wah kalo akang lebih suka naik bis pak. Setiap kali mudik solo-jakarta selalu naik bis.
    Masalahnya tiket eksekutif kreta mahal banget,,, 😀

    saya takut mas naik bus,suka ngebut nggak bisa ngepul

  3. hehehe, iya, saya dulu juga menikmati banget tuh naek kereta bisnis dari bandung ke surabaya. kapan yah kekeretaan lagi ?? *jadi pengen jalan2*

    saya sering mas naik KA soalnya ada mertua di Cimahi hi..hi..hi

  4. mmm dari judulnya saya kirain pak sby dan pak jk naik kereta api bareng tapi abiz baca kok beda. he…he….
    but good… good (duilah,pakai bahasa Inggris kata pakde).
    btw kalo saya sendiri belum pernah naik kereta api, coba ada kereta api antara pulau jawa dan pulau sumatera saya pasti naik kereta api mudiknya, ha…

    lha di sumatera kan ada KA Babaranjang,dll tho mas,mbok nyoba.

  5. hayah, ketipu lagi
    ampun dah….

    ambil hikmah dari cerita itu mas,bahwa teliti tiket dulu sebelum naik kereta api.Udah mbangunin orang eh dia yang salah.

  6. Saya juga penggemar kereta api. Sayangnya di Semarang tidak ada KRL. Double track sedang diupayakan. Entah sampai kapan.

    lho,belum ada tho mas.aciiian deh

  7. @ Pakde : Maksud saya kereta api langsung dari bandung ke palembang pakde, klo yang naik turun males pakde mending naik bis aja deh, sekalian langsung nyampe…..

    Mudah-mudahan kelak ada putra Indonesia yang bisa merancang bangun jalan tol Jawa-Sumatera ya biar semuanya lancar-car.

  8. tut-tut-tut, siapa hendak turun..ke solo…ke jakarta, dan terakhir ke SBY…^_^…V

    jangan lupa beli rujak cingur Peneleh kalo ke Surabaya,mantap dan enak bos.

  9. hehehe..kirain presiden sby & wakilnya jk dalam satu kereta, trus ketemu pak abdul cholik :)..sipp tenan…

    diblog ini banyak tikungan dan tipuan mas,ati2 yaa

Komentar ditutup.