Beranda > Uncategorized > Serakah tak mendapat berkah

Serakah tak mendapat berkah

28 Juli 2009

Karena ajakan seorang family sayapun tergoda menggunakan sebagian uang tabungan untuk berinvestasi ria di sebuah perusahaan bernama Bohongtea (bukan nama sebenarnya) hyang berlokasi di Bandung. Pimpinannya bernama Wis ngapusi .S,  tampilannya rapi jail-kantornya full pesawat telpon-belum lagi handphonenya mungkin lebid dari 5.

Dilihat dari fee yang ditawarkan memang bisnis ini menggiurkan dibanding jika uang itu ditaruh di bank. Semula saya ragu-ragu-jangan “ jangan-jangan perusahaan itu sama dengan perusahaan-perusahaan lain yang akhirnya bossnya kabur dengan membawa uang nasabahnya. Namun keragu-raguan saya mulai agak hilang setelah family saya menjelaskan dengan meyakinkan bahwa perusahaan itu lain. “Dia punya bisnis property dan lain-lain kok mas, dijamin sip . Sudah ribuan orang yang ikut dan mereka mendapatkan fee yang lumayan besarnya “, kata family tersebut.

Bulan pertama sampai ke-empat fee saya terima dengan lancar. Lalu setan membisikkan
“Tambah lagi donk uangnya biar feenya makin besar. Lumayan tuh untuk bekal bulanan kalau entar dah pensiun “. Sayapun nambah lagi.
Benar juga, kini fee saya sudah tambah banyak.

Menjelang Lebaran kok saya belum terima fee. Saya masih menunggu .Sampai lebaran selesai fee juga tak kunjung tiba. Saya kontak famili dan saya katakan bahwa fee bulan berjalan belum masuk. Family saya mendapatkan keterangan bahwa fee memang belum dikirim karena masih liburan lebaran. Saya lega setelah fee diambil family dan kemudian ditransfernya ke rekening saya.

Suatu sore ketika sedang nonton Metro TV tiba-tiba saya lihat ada running text berbunyi : ” WS jadi buronan karena menipu ribuan nasabah yang ikut investasi di perusahaannya”.
Alamak…kekhawatiran saya benar adanya. Segera saya kontak family saya dan dia membenarkan. “Tenang mas.. ini baru diurus kok”.

Ribuan orang bernasib sama dengan saya. Uangnya lenyap. Ada yang sedikit, ada yang ratusan juta dan bahkan mungkin ada yang milyaran rupiah. Ada yang pasrah tapi mungkin ada yang gila atau mati memikirkan uangnya.

WS dan stafnya akhirnya ditangkap. Kini saya tidak tahu apakah WS dan stafnya masih meringkuk ditahanan, dipenjara atau dimana.
Dalam kasus seperti ini agak mustahil jika uang nasabah bisa kembali. Tapi yang jelas masih ada orang-orang yang diuntungkan dari kasus ini.

Ternyata setan memang jahat. Tetapi itu kesalahan saya karena serakah dan melanggar larangan Allah Swt. Saya sudah tidak memikirkan uang itu lagi. Saya anggap uang yang hilang itu sebagai buang sial. Jangan ditiru deh bisnis dagelan dan akal -akalan seperti itu.

  1. 28 Juli 2009 pukul 11:04

    Saya kok nggak pernah percaya ya Pak, cara cari uang dengan cepat. Kayaknya lebih masuk akal macul di sawah trus terima bayaran, daripada mimpi jadi jutawan dalam sekejap.

    iya mbak, namanya juga godaan syaithon

  2. 28 Juli 2009 pukul 11:23

    Sekarang bisnis semacam itu masih marak lho Pak… itu istilahnya adalah bisnis vampir atau semacamnya. Bagi hasil bukanlah real diperoleh dari Usaha yang Real tapi dari potongan anggota baru.
    Denger-denger juga ada modus penjualan pulsa, anggota dipacu untuk selalu nambah investasinya. Sedangkan pemiliknya sekarang sudah kaya raya dan sudah “siap” seandainya cash flow nya suatu saat tidak bisa memenuhi. Jahatnya lagi, dia sudah menyiapkan account an pribadinya sehingga jika ditangkap polisi dia masih punya sisa milyaran rupiah (sisa2 penderitaan orang lain)

    Orang kayak gitu cocoknya dilempar lewat jendela mas.

  3. 28 Juli 2009 pukul 15:14

    jangan tellalu percaya dengan penawaran bisnis apapun sebelum melihat bukti dengan orang terdekat kita

    setuju sekali, saya biasanya gak tertarik, ternyata setan menggodaku lagi.

  4. 28 Juli 2009 pukul 16:47

    Bener bnget ogut setuju

    harus ati2 mas

  5. 29 Juli 2009 pukul 11:31

    wah…wah koq tega yah bisnis akal2 an gitu?
    sabar ya pakdhe..pasti ada hikmahnya

    iya mbak, ini mungkin peringatan agar saya tak serakah

  6. 1 Agustus 2009 pukul 03:27

    Kalo saya sendiri lebih memilih untuk memulai investasi sendiri pakde. kalopun susah mungkin lebih ke arah sistem kerja sama.

    saya memang nggak bakat untuk bisnis mas,orasng gajian saja he..he..he

  7. guskar
    1 Agustus 2009 pukul 07:58

    pengalaman pakdhe ini mudah2n jd pelajaran bagi yang lain..
    alhmd, sampai sekarang saya belum pernah tergoda bisnis yg ginian dhe…
    ya..obat paling mujarab mmg mengikhlaskannya… dan itu bisa jd salah satu bentuk teguran manis dari gusti Allah..

    bener mas, saya ikhlas saja, ini juga teguran kok. Setan emang menggangu kita dari segala penjuru. Ada orang yang istrinya cantik,setia, dan sangat menghormati suami, ehhh suaminya tergoda perempuan yang lebih butut disegala gal dibandingkan isteri sahnya….setan emang tetap setan.

  8. 4 Agustus 2009 pukul 05:43

    sayangnya , kok masih banyak saja orang2 yg percaya dengan yang kayak beginian , kepingin kaya tanpa kerja keras.
    Dan anehnya,kok perusahaan2 yg semacam ini masiiiiih ada aja……………seperti virus, dibasmi, eh muncul lagi.
    salam.

    namanya juga kera mak, kenakalan orang tua ha..ha..ha..

  9. 4 Agustus 2009 pukul 14:24

    terima kasih sharing nya pak dhe
    kalau begini kan bisa lebih hati2 sebelum ambil keputusan

    bener mas, jangan ikut2an bisnis edan kayak saya deh. sayang uangnya,mending untuk beli rawon

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: