Beranda > Unik-menarik > Jam Rilex

Jam Rilex

9 Agustus 2009

Judul diatas bukan salah atau plesetan dari merk arloji atau jam tangan terkenal. Kata:”jam rilex” ini saya dapatkan dikartu undangan pernikahan yang dikirim oleh sahabat yang akan menyelenggarakan pernikahan putrinya. Selain hari, tanggal dan tempat acara, pada kartu undangan juga disebutkan kata “jam rilex” tersebut.Karena penasaran maka saya tanyakan hal ini kepada Cak Mukhlasin apa arti jam rilex. Dijelaskan bahwa jam rilex artinya tamu undangan boleh datang jama berapa saja, asal pada waktu yang pantas.

Aturan jam rilex ini sebenarnya bukan hal yang baru. Dikampung saya, menyelenggarakan suatu hajatan pernikahan atau sunatan berarti siap menerima tamu minimal selama 2 hari. Pada hari h-1, sudah ada tamu yang datang, utamanya dari kalangan ibu-ibu. Tentu yang paling banyak tamu adalah pada hari h, yaitu saat acara inti dilaksanakan, tamunya sudah campuran,wanita maupun pria.

Pada hari h-1, disebut “ngaturi”, ini bisa diartikan sebagai aba-aba atau pemberitahuan kepada tetangga sekitar rumah atau famili dekat. Pada acara ngaturi ini diselenggarakan tumpengan yang maksudnya berdoa agar acara inti dapat terlaksana dengan lancar dan tertib serta aman. Entah mengapa, pada hari h-1 ini ibu-ibu sudah mulai datang. Konon ,umumnya mereka berpendapat” Besok pasti acaranya ramai dan berdesak-desakan, jadi mendingan bertamu sekarang saja “.

Kembali kepada jam rilex.

Pada hari h, tuan dan nyonya rumah benar-benar sudah siap menerima tamu. Mereka akan menunggu tamu dari pagi hingga malam hari. Ini berarti shohibul hajat tidak menyelenggarakan acara khusus resepsi yang dibatasi waktunya. Silahkan tamu datang kapan saja, atas pada waktu yang pantas. Jangan datang terlalu pagi misalnya jam 05.00 karena tuan rumah mungkin belum mandi, nasi rawon atau soto masih sedang diproses. Juga jangan datang terlalu malam, misalnya jam 23.00, karena shohibul hajat wajahnya mungkin sudah kehilangan senyum ikhlasnya, nasi soto dan rawonpun mungkin sudah tinggal kuahya saja.

Rilex ya rilex tetapi berulah waktu kepada shohibul hajat untuk mempersiapkan diri agar dapat menerima tamu dengan wajah berseri dan senyum yang mengembang iklas.

Salam

  1. 9 Agustus 2009 pukul 08:29

    horeeeeeeeeeeeeee…pertamax……duduk paling depan, dapat rawon dan soto sepanci…hue he he he

    wah..wah bisa gempor tuh tuwan rumah klo undangannya jam rilex….

    klo saya mbikin undangan pasti ndak ada jam rilex nya…malah tak tulisin terlambat ga ditanggung ….hihihihi
    *masih nunggu jam rilex ultahnya pakdhe* :p

    benar mbak, dua hari je.apalagi dikampungku ada tradisi tonjokan yaitu mengirim nasi plus laukpauknya ke famili dan tetangga. waktu saya mantu Eny-anak pertama-emak ngirim tonjokan sekitar 600 rantang-kasihan juru masaknya lho he..he..he. tapi dah tradisi jadi susah mereformasinya.

  2. batjoe
    9 Agustus 2009 pukul 19:25

    heheheeee jam rilex berarti saya juga bisa rilex2kan di bolg ini yang pakde….. jam berapa aja bolehkan? biar ndak ada suguhan yang nyata tapi bermaksa untuk mengerti arti hidup.
    slam kenal dari anak kecil yang baru muncul pakde di http://batjoe wordpress.com semoga yan muda dapet wejangan dari seorang pakde yang sudah melegenda di dunia perbloggeran….
    salut!!!

    silahken sering2 kemari, kalau nasib lagi bagus ada suguhan dawet buble lho.

  3. 9 Agustus 2009 pukul 21:17

    saya beli jamnya satu pa’de, hahaha…

    silahken mas, mau yang gambar apa, harimau, gadis cantik atau gambar pesawat F 16. ada macam2 kok themenya he..he..he

  4. 10 Agustus 2009 pukul 00:00

    salam kenal Pak De….tetap semangat dan sukses yah…

    makasih ya mas, salam kenal dari Surabaya

  5. 10 Agustus 2009 pukul 06:08

    Saya baru tahu yang namanya Jam Rilex kayak gitu, kirain plesetan, he…

    kampung saya memang masih memegang budaya unik2 kok.kali ini nggak mlesetkan.

  6. 11 Agustus 2009 pukul 12:32

    Meskipun rileks, saya senengnya dateng paling duluan. Pas hidangannya masih perawan, kebul-kebul nikmat😉

    lebih enak begitu, kadang kalo dah berjubel rebutan je ha..ha..ha

  7. 12 Agustus 2009 pukul 03:41

    wah jam merk baru nih, bisa nyaingin Rol*x..

    buatan Jombang mas

  8. 14 Agustus 2009 pukul 08:20

    Unik ya Pak, ada undangan yg pakai ”jam rilex” gitu.
    kalau saya mesti datang paling dulu, mumpung rawon+sotonya masih banyak dan anget2…………….:)🙂
    salam.

    dikampung saya masih model gitu kok mbak, gak ada resepsi.

  9. 22 Agustus 2009 pukul 06:11

    pakdhe tinggal di kampung mana?
    terima tamu undangan minimal dua hari ya pakdhe?? kasihan yang masak dong pakdhe, ga berhenti2 masaknya hehehe…
    *jam rilex untuk singgah ke blog pakdhe 24 jam kan??? ^_^

  10. 12 September 2009 pukul 18:06

    yezzz, mantavvv

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: