Beranda > Cerita mini > Pesan seorang anak preman

Pesan seorang anak preman

10 Agustus 2009

Dengan menggunakan kamera tersembunyi sebesar kacang ijo yang saya tempelkan dijidat saya mulai mengamati kegiatan di sebuah rumah seorang preman brangasan. Alat perekam mirip salonpas juga sudah saya pasang semalam dibalik kursi rotan reyot diteras rumah. Ini berkat kerjasama dengan tukang becak yang sering mangkal disitu dengan honor 50 ribu. Saya amati dan rekam adegan dirumah itu mulai jam 06.00.

Seorang anak gadis berseragam SD tampak mencium tangan sang ayah. Disebelahnya seorang wanita sedang menggendong seorang balita. Dari radio receiver mini saya dengar dialog antara anak dan bapaknya.

” Pa, Drakulin berangkat sekolah dulu ya. Papa hati-hati diluar sana ya. Soalnya seorang blogger sudah menulis tentang preman. Saya takut jika terjadi sesuatu terhadap papa, bagaimana nasib saya, mama dan adik yang masih kecil itu, Pa. Saya mengerti mencari pekerjaan memang sulit, tetapi papa harus janji akan terus berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik ya, Pa”.

Tak terasa, tangan saya bergetar, menahan haru. Air mata mengalir perlahan masuk kedalam mata. Kuambil sapu tangan dari kantong untuk mengelap keringat. Beginilah kalau reporter pemula, mobil saja dikasih yang non ac.

” Pa, jika akan melakukan tugas, ingat pesan Drakulin ya,Pa. Golongan yang saya sebutkan ini jangan dipalak, apalagi dianiaya ya, Pa.

1. Ibu-ibu yang sedang hamil, tidak hamil, ibu muda maupun ibu tua renta.

2. Anak sekolah dan mahasiswa.

3.Para dokter,perawat,bidan, dukun beranak,mantri,tenaga paramedis, guru,ulama,pendeta,suster,ustadz,ustadzah, juru nikah,juru sunat ,biarawati, biksu,petugas klenteng,sukarelawan kemanusiaan ,pekerja sosial,seniman,pecinta dan pengabdi  lingkungan,dan orang-orang yang pekerjaannya sangat mulia lainnya.Termasuk para tenaga honorer dan pegawai tidak tetap.

4. Pedagang kaki lima, pedagang asongan, pengamen, jukir, pemulung, tukang cukur, tukang tambal ban, tukang sol sepatu, tukang jahit pinggir jalan, termasuk tukang vermak jin, pedagang bendera dan umbul2 merah putih, penjual air keliling, tukang patri dan kaum sejenisnya.

5. Sopir angkot, sopir taxi, sopir bemo,sopir bis, tukang becak, pengemudi bentor, dan sopir-sopir yang sejenis.

6. Sementara ini dulu.  Sisanya  besok tak kasih daftarnya lagi ya,Pa.

Benar ya ,Pa. Papa harus janji lho. Kemarin saya malu sekali, teman saya yang bapaknya jual air keliling minta tolong agar uang 10 ribu yang di ambil preman bisa dikembalikan. Tolong tanya kepada teman-teman papa ya. Siapa yang tega memalak tukang air grobagan itu”.

Tampak si preman berjongkok didepan anaknya, memegang bahu dan mengangkat dagu anaknya sambil berkata : ” Nak, semua ini saya lakukan demi kamu, demi adikmu dan demi kita, agar bisa bertahan hidup, Nak. Kamu juga harus berjanji untuk rajin belajar agar hidup dan kehidupanmu kelak lebih baik daripada sekarang. Mulai sekarang papa janji tidak akan mengganggu orang-orang yang kamu sebutkan tadi, Nak. Saya hanya akan memalak para pencopet, pencuri, perampok, pemabok,penjudi, preman, koruptor, pembunuh, teroris,pembalak hutan, penimbun sembako,  mucikari dan anakbuahnya,dan orang-orang kotor lainnya, Nak “.

Klonthang.. wessss…wessss…sssssooosssss…ssssoooossss, krosok-krosoksss.

Wah ada gangguan tehnis pada rekaman suara. Waduh… anak balita itu tangannya menyentuh kamera mini yang terpasang di kursi rotan. Pantas suara jadi kemrosok.

Pengamatan saya hentikan.

  1. 23 Agustus 2009 pukul 10:37

    Salam kenal dari orang yang perdana berkunujung…

    Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

  2. 23 Agustus 2009 pukul 10:38

    Saya jadi gimana gitu setelah baca artikel diatas…

    Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

  3. 23 Agustus 2009 pukul 10:39

    Saya tunggu kunjungan anda…
    Sukses selalu

    Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

  4. 23 Agustus 2009 pukul 22:06

    Komentarnya pendek aja pakde : Saya kok jadi terharu ya.
    Trims Pak. Salam

  5. fazhaji
    16 September 2009 pukul 11:40

    tp pakde, kata2 seperti itu terlalu canggih untuk diucapkan oleh seorang anak SD. sdh tahu blog pula…..🙂

    fazhaji.wordpress.com

  6. 15 Oktober 2009 pukul 14:28

    wah bagus banget reportasenya pak.. Preman2 itu harusnya memalak koruptor2..

    terima kasih mas atas apresiasinya

  7. 23 Oktober 2009 pukul 01:11

    pesan yang amat sangat menyentuh

    Salam
    Lombok Travel

    dan perlu disimak oleh si bapak

  8. 9 November 2009 pukul 16:09

    ceritanya mengharu biru pak de,

    sebiru hatiku kini

  9. wilda
    20 November 2009 pukul 15:16

    idih jd pngen nanges ne terharu x ma crta…..tp sya slut sma ank tu dia bs menyarankan hal y berguna bg bpax”a y ska berbuat jhat ma org laen……aq salut bnget…..siiiiip deeeeeh bwt qm……

    iya,kecil2 bijak ya mbak

Comment pages
  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: