Beranda > trik dan tip > Tip Mudah Memberantas Suap

Tip Mudah Memberantas Suap

20 Desember 2009

Masalah suap saat ini sedang hangat dibicarakan setelah kasus Anggoro terbuka. Suap sebenarnya tak akan terjadi jika tidak ada dua pihak yang terlibat yaitu penyuap dan penerima suap. Jika si penyuap tidak ada maka kasus suap tak akan terjadi, demikian pula sebaliknya. Masalahnya adalah penyuap dan penerima suap  sering kali  memiliki kepentingan.

Sebagai contoh, si penyuap berkepentingan urusannya cepat beres agar tidak membuang waktu,tenaga dan pikiran. Sementara sipenerima suap juga memang membutuhkan materi untuk hidup dan kehidupannya yang melebihi apa yang diperolehnya jika hanya mengandalkan penghasilan resmiya. Dalam hal ini tampaknya si penyuap maupun penerima suap sudah tak memikirkan lagi hukum, peraturan dan norma. Pada satu sisi, sebenarnya ada unsur keterpaksaan pada diri si pemberi suap.

Apakah suap tak bisa diberantas atau minimal dikurangi ? Jawabannya tentu bisa, asal kita mau. Caranya : harus punya keberanian dan rasa malu pada diri si-penyuap.

Saya ambilkan contoh yang ringan saja.

Jika kita mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya tanpa memiliki SIM yang syah maka kita akan di tilang. Namun karena ada kepentingan lain si pelanggar mau saja diatur oleh si pemberi tilang agar urusannya cepat selesai. Ini jelas membiarkan terjadinya kasus suap. Jika anda ingin memberantas suap maka anda harus mempunyai keberanian dan rasa malu.

1. Keberanian.

  • Katakan tidak kepada pemberi tilang jika dia mau mengatur denda ditempat. Resikonya anda harus ke Pengadilan untuk mengikuti sidang.
  • Jika dia tetap memaksa, catat nama,pangkat,lokasi kejadian,waktu kejadian, lalu laporkan kepada atasannya.
  • Jika anda diperiksa anda harus berani mengatakan yang sebenarnya.

2. Rasa Malu.

  • Anda harus malu karena tidak memiliki SIM, oleh karenanya segera urus SIM.
  • Anda harus malu jika mau memberi uang kepada si pemberi tilang karena tak sejalan dengan gerakan anti suap.
  • Anda harus malu karena telah melanggar peraturan.

Dengan berani dan malu, lambat laun si pemberi suap tidak ada dan mudah-mudahan kasus suap akan hilang atau minimal terkurangi.

Kategori:trik dan tip Tag:, , ,
  1. 20 Desember 2009 pukul 09:45

    PERTAMAXXXX
    hehehe
    benar bgt. hanya kok sekarang orng2 gede g ada rasa malu lagi…bagaimana cara menumbuhkannya kembali? mari kita pikirkan bersama
    selamat berhari minggu

    harusnya rasa malu diperbesar donk

  2. 20 Desember 2009 pukul 09:50

    sipp!! setuju sekali pak…

    sekarang ini praktik suap sudah merajalela..😦

    karena ada yang menyuapinya

  3. 20 Desember 2009 pukul 17:25

    aku suka lho di suap, waktu masih kecil sebelum bisa makan sendiri hehehehehehehe. Piss pakdhe

    jika dekat rasanya daku ingin bersuap-suapan dengan dirimu sayang

  4. 21 Desember 2009 pukul 15:37

    wah blognya keren ya, berkunjung ke blog sekeren ini bisa membuat barajakom
    ikutan keren, aku numpang keren ya sob, makasi..

    blog ini pernah kolaps lho mas. Terima kasih atas kunjungannya.salam

  5. ningrum
    22 Desember 2009 pukul 05:23

    berani malu ya dhe… setuju sekali
    anak2 juga sebaiknya dari kecil diajari arti penting kejujuran dalam menjalani kehidupan ya dhe (sok bijak dhe hehe..)

    benar, asal jangan salah tempat. Di kantin atau diwarung jangan malu (ambil lima bilang telu/3)…bukan oengalaman saya lho.

  6. 22 Desember 2009 pukul 12:14

    Salam Takzim
    Semoga pemberi suap sadar akan dosa, sementara penerima suap juga sadar akan uang yang diterima adalah uang haram
    Salam Takzim Batavusqu

    setuju mas, hukum sudah terlanggar semua

  7. 22 Desember 2009 pukul 12:37

    selamat pagiii
    hehehe
    selamat hari ibu yah
    kasih ibu tak terhingga sepanjang masa
    suap : kembali lagi ke permasalahan moral manusia jaman sekarang.

    benar mas, moral koruptor memang parah…

  8. 22 Desember 2009 pukul 12:41

    kalau saja semua orang mau mempraktikkan tips2 yg PakDhe tulis disini, insyaAllah, suap menyuap nggak akan ada lagi di negeri kita.
    memang hrs dimulai dr yg kecil dan mulai dr diri sendiri.
    salam.

    benar mbak, kalau nggak dimulai ya suap jalan terus

  9. 23 Desember 2009 pukul 06:43

    makasih pakde, budaya malu berbuat negatif memang perlu dikembangkan.

    tapi ada yang nggak mau mengembangkan ya mas

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: