Beranda > Opini > Jangan Membuat Orangtua Menangis Sedih

Jangan Membuat Orangtua Menangis Sedih

13 Januari 2010

Masih seputar durhaka kepada orangtua. Ada pesan dari khotib pada sholat Jum’at minggu lalu agar kita tidak membuat orangtua menangis sedih karena tidak mendapat kunjungan atau mendengar kabar dari anak-anaknya.

Karena berbagai kesibukan yang kita hadapi baik kesibukan yang berhubungan dengan profesi maupun kesibukan dalam kehidupan sosial kita kadang lupa kepada orangtua. Bagi kita mungkin kurang ada rasa rindu tetapi bagi orangtua kerinduan terhadap anak-anaknya kadang sangat terasa, apalagi jika mereka semua telah hidup mandiri bersama keluarga barunya. Bagi Bapak dan ibu, apalagi jika salah satu sudah meninggal dunia, maka kehadiran kita atau kabar dari kita masih ditunggu-tunggu. Pada hari-hari raya, ketika semua orang sedang berkumpul dengan orangtuanya sedangkan kita tidak bisa pulang mudik atau memberi kabar, maka rasa rindu akan semakin menggebu.

Pada jaman modern ini sarana komunikasi dan transportasi sudah semakin baik. Jika kita tidak bisa mengunjungi orangtua seyogyanya secara berkala mengirim kabar kepada mereka. Jangan biarkan orangtua menangis sedih karena menunggu kedatangan atau datangnya berita anak-anaknya yang sangat dirindukannya.

google-site-verification: google1256ae5e9ef3d41c.html

  1. 14 Januari 2010 pukul 06:45

    Disini ternyata bisa pertamaaaaxxxx

    lebih nyaman kang

    • 16 Januari 2010 pukul 01:55

      sebelum menyesal marilah kita sayangi orang tua kita, ingat kita juga kelak akan menjadi seperti mereka..

      benar mas, seperti cermin

  2. 14 Januari 2010 pukul 06:46

    Sepakat pak sama artikelnya.
    Betapa kita menyesal sekali tidak bisa merawat orang tua. Terasa setelah ditinggalkan😦

    benar mas, kita doakan mereka

  3. 14 Januari 2010 pukul 09:22

    orang tua adalah segalanya…
    gue enggk kepengen yang namanya bikin orang tua sedih, malah harus sebaliknya..

    benar, jaga hati beliau agar tak terluka oleh ucapan dan tindakan kita

  4. Nyempluk
    14 Januari 2010 pukul 13:37

    Apalagi kalau anak tunggal ya pak.

    nyindir saya ya..hayoo ngaku

  5. 14 Januari 2010 pukul 15:16

    Jadi keingat orang tua di rumah…. Gimana ya cara membahagiakan orang tua, membalas kebaikan mereka selama ini…..

    kta doakan dan kita berbuat baik untuk menjaga nama orangtua, tidak berbuat aneh2,dah bagus kok.

  6. Ria
    14 Januari 2010 pukul 15:35

    habis baca postingan pakde…jadi inget mo nelp Mama hari ini😀

    he he he..jangan 2 jarang nilpun tuh

  7. 14 Januari 2010 pukul 22:55

    iya dhe, aku akan berusaha bikin mama tersenyum terus.

    begitu donk, kan sering saya bilangin jangan nakal, jangan jajan sembarangan dan pulang sekolah harus segera pulang…

  8. 15 Januari 2010 pukul 07:15

    alhamdulillah.. saya masih tinggal sama orangtua.
    dan alhamdulillah orangtua ndak pernah saya buat nangis Dhe🙂

    syukurlah,bapak jadi ikut seneng mendengarnya ( weleh-weleh…sok tua)

  9. 15 Januari 2010 pukul 16:38

    itulah, dhe, saya selalu mengupayakan agar ada waktu untuk menelepon ibu, setidaknya sekali sehari. thanks to flexi yang membuat komunikasi jadi murah dan tidak terbatas.

    jadi kangen ibu…

    kok gak kangen sama saya sich bu dokter…

  10. kezedot
    15 Januari 2010 pukul 23:13

    ack akang……………bangga sangat blue pd ortu serta saudara semua

    salam dalam kehangatan musim

    sama, saya juga

  11. 16 Januari 2010 pukul 00:00

    jadi kangen emak di kampung…hiks..

    saya sudah tinggal dekat kampung

  12. Daiichi
    16 Januari 2010 pukul 22:40

    Jaga silaturahmi, dan ridha orang tua adalah Ridhanya Allah. ^_^

    benar mas, tapi ada juga anak yg kurang menghormati dan menyayangi ortunya

  13. 17 Januari 2010 pukul 09:50

    Pingin saja’ne mengunjungi ortu sering2, tapi nyebrang pulau pakde…semoga rejekinya lancar terus biar bisa rajin sowan ke ortu🙂

    At least keep your parent informed that you are fine

  14. 17 Januari 2010 pukul 14:48

    Saya juga pernah menyakiti hati orang tua dan rasanya sangat menyesal seperti anak durhaka..😦

    Meskipun saya sudah meminta maaf kedua orang tua ratusan kali dan mereka sudah memaafkan saya lebih dulu tetap saja masih ada rasa penyesalan yang tidak akan hilang begitu saja dari benak saya sebagai anak..

    kalau masih anak2 sih nggak apa2, tapi kalau dah tua masih menyakiti ya jangan lah

  15. 19 Januari 2010 pukul 12:23

    kadang memang kita selalu melupakan orang tua dan sibuk dengan aktifitas sehari2, makasih pakde nasihat ini mengingatkan saya yang kadang lupa untuk berkunjung kepada orang tua🙂

    • 19 Januari 2010 pukul 12:57

      Minimal ngasih kabar akar ortu tenang mas

  16. 21 Januari 2010 pukul 20:43

    Dengan banyaknya blog yang bapak kelola, apa nggak bingung pak? Salam kangen dari Mariska pak.

    enggak,kalau bingung ya lari kedepan rumah, disana ada pohon untuk pegangan sambil menyanyi lagu kotch kotch hutahe..dijamin bingungnya hilang

  17. 23 Januari 2010 pukul 15:18

    *nangis beneran mbacanya
    aku masih inget karena gak ngeposin surat buat ibuku sampe beliau meninggal

    Semoga ibunda damai dan diterima disisi Tuhan nduk.

  18. 23 Januari 2010 pukul 16:30

    Kunjungan kedua,…
    Sedih rasanya PakDhe,… karena sudah tidak punya sosok seorang IBU.Sedangkan ayah sekarang masih terbaring di RS…..

    Saya ikut mendoakan semoga ayahanda segera sehat kembali ya mas. Panjenengan juga yang sabar dan terus berdoa.salam hangat dari Surabaya

  19. 24 Januari 2010 pukul 08:08

    Sayangi orang tua, jangan biarkan mereka bersedih….

    tugas kita untuk menjaga dan mengasihi kita

  20. 24 Januari 2010 pukul 14:00

    Orang tua adalah perwujudan Arrahman Arrohim Allah….

    Khususnya ibu kita…. “Antar ibu dan anak hanya ada Allah” doa ibu terhadap anak makbul… doa anak tehadap ibu juga langsung didengar Nya…..

    Mari kita hormati dan kita doakan ortu mas

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: