Tiga Papan

Sejumlah orang pandai menyelipkan tiga buah papan berharga diatas mejanya. Papan pertama tertulis:” Hari Anda adalah sekarang, hari Anda adalah sekarang “. Artinya hiduplah anda pada batas-batas hari ini saja.

Papan kedua bertuliskan:” Pikirkanlah dan bersyukurlah “. Maksudnya, pikirkan tentang Allah itu, dan kemudan bersyukurlah. Dan, papan ketiga bertuliskan:”Jangan marah”

Ketiga papan ini merupakan nasihat yang akan mengantarkan Anda kepada kebahagiaan, melalui cara yang paling singkat dan mudah. Cara seperti itu harus Anda ikuti, dengan menempelkan peringatan seperti itu ditempat yang strategis agar Anda bisa membacanya setiap saat.

Dikutif dari : Buku La Tahzan -Jangan bersedih

***

Catatan

5 orang komentator pada artikel ini akan menerima tali asih menarik yang Insya Allah akan diumumkan pada tanggal

1 Februari 2010.

Iklan

Penulis: Pakde Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi. Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway. Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

80 thoughts on “Tiga Papan”

  1. selamat hari minggu pakde…izinkan saya juga ikut berkomentar yah…
    manusia,, sangat jarang sekali bersyukur dengan apa yang ia dapat … terutama hal yang sangat jarang dan bahkan tidak pernah di syukuri adalah kesehatan…Padahal kesehatan adalah anugrah Tuhan yang paling besar yang setiap harinya Ia berikan kepada kita,, tetapi kenapa justru anugrah terbesar itu sangat jarang sekali kita syukuri (setelah sakit barulah kita ingat kepadaNya)…

    Iya mas, doa yng disukain Allah adalah minta kesehatan setelah iman kita kokoh-kuat,salam

  2. berkunjung n dimohon kunjungan baliknya makasih

    salam kenal

    terima kasih, Insya Allah akan berkunjung kesana

  3. Ketiga cara untuk memotivasi diri. Dengannya kita akan seperti selalu diingatkan oleh tulisan itu. Apalagi kalau ditempel di mana-mana tempat yang sering kita berada di sana. Kapan berkecamuk hati ingin marah, kita mendapat rem dari tulisan kita sendiri, yang memang bertujuan untuk menasehati diri sendiri.
    Kapan kita merasa pilu mengingat masa lalu, kita akan segera terjaga, tidak lagi tenggelam dalam kesedihan, karena kita hidup hanya hari ini. Masa lalu itu sudah mati, diratapi pun segalanya sudah terjadi. Maka hiduplah untuk hari ini.Dan berjuanglah, tak ada kata nanti, karena hari yang kita miliki hanyalah hari ini.
    Dan tentang bersyukur, selayaknyalah kita bersyukur, karena dibanding ujian, Allah lebih banyak memberikan nikmat dan karunianya. Namun segala nikmat itu takkan terasa jika tidak dengan kebersyukuran.

    Pegangan kita adalah sabar dan syukur agar tak terombang-ambing dan menyalahkan Tuhan melulu

  4. Dengan ketiga papan itu, semoga membuat kita untuk selalu ingat Dia, Sang Maha Kuasa atas segala-galanya yang ada… Yang bisa kita lakukan sebagai manusia, adalah berusaha dan memberikan yang terbaik sesuai dengan kemampuan kita.. Allah tidak menyukai hal-hal yang berlebihan, oleh karena itu, sebaiknya kita bersikap sebagaimana hamba yang baik..

    Gunakan waktu dengan sebaiknya dan bersyukurlah dengan nikmat dan cobaan yang diberikan oleh-Nya dan tahan hati dari emosi atas segala nikmat dan cobaan.

    Komentar ini juga untuk mengingatkan diri saya.. ^^

    sependapat mas, mari kita selalu ingat akan hal itu agar hidup kita selamat sampai akhirat nanti

  5. wow tulisan sedikit namun penuh makna

    kunjungan ea mascholik n mohon kunjungan balik hehe makasih

    terima kasih mas, Insya Allah akan berkunjung

  6. Assalamu’alaikum, kata-kata yg penuh makna, mengingatkan kita untuk selalu melibatkan Allah dalam setiap aktifitas kita, krn tanpa ijin dan bantuan-Nya kita tidak akan mampu beraktifitas, mensyukuri semua nikmat-Nya, dan melatih kesabaran kita, karena sabar adalah kemampuan kita menahan diri. (Dewi Yna)

    Waalaikum salam, semakin hari kita memang harus semakin baik ya mbak. Thanks kunjungannya.

  7. Salam Gowes
    5 orang komentator pada artikel ini akan menerima tali asih menarik yang Insya Allah akan diumumkan pada tanggal 1 Februari

    Wah ikutan pak de dari anak baru
    Salam Gowes Humberqu

    silahken, selamat datang

  8. baru dikasih 3 papan aja, maknanya dah luas pakde, apalagi dikasih…. bukunya….he…3x!!!

    tambah gayeng mas

  9. wah hadiah lagi ya pakde tapi mungkin saya cuma partisipasi aja ya pakde….

    “tariklah nafas sedalam mungkin kemudian hembuskan secara perlahan, nikmati hal itu berulang-ulang dan rasakan dalam hati kita, mudah-mudahan ketiga tulisan dalam papan itu akan didapat bentuknya dari nafas kita. karena bila sejenak saja nafas kita terhenti maka ketiga papan itu akan menjadi tinggal dua papan saja yang satu tertulis nama kita dan satunya lagi sebagai pembatas ujung kaki kita”

    semoga bermakna pakde dan kawan semuanya yang telah lebih dulu hadir di blog penuh gairah ini..

    selamat malam pakde…. mimpi indah lagi

    Terima kasih mas atas kunjungan dan komentar yang penuh makna,salam hangat

  10. *tertunduk lesu*
    Pakdhe, saya ngaku… saya belum pernah baca buku la tahzan 😦
    Ini adalah efek yang berkepanjangan dari ‘losing my reading appetite’
    Mungkin saya termasuk orang yang tidak pandai bersyukur, karena enggan menambah asupan makanan berupa ilmu yang berharga untuk jiwa yang kering, jadinya malas mikir juga 😦 Mudah2an nafsu membaca saya bisa segera kembali lagi.
    Dan memang buku yang saya baca akhir2 ini hanyalah buku resep masakan…hehe… memilih2 yang mana yang bakalan dipraktekin…

    ya masih bagus ada niat mau masak nduk

  11. terima kasih atas kunjungan baliknya salam persahabtan selalu n saling mengunjungi iya mas makasih

    sama2 mas, oke

  12. Ping-balik: Woro-Woro | BlogCamp
  13. selamat melaksanakan ketiga tulisan di papan tersebut , selamat berbahagia senatiasa…
    saya pun akan mencoba agar bahagia senantiasa terasa…

    Matur nuwun,sama2 mas

  14. ya setuju dengan pakdhe,,,
    kadang manusia saking merasa besar hatinya tanda kutip “sombong” sampai lupa bersyukur terhadap nikmat tiada tara dari tuhannya,,, (termasuk saya)
    sehingga tiap langkah dalam hidupnya tidak dihayati dan dibiarkan berlalu begitu saja tanpa makna,,, tanpa rasa syukur,,, dan selalu disia-siakannya salah satunya dengan cara “marah”
    ooo,, betapa meruginya!
    semoga saya bs berbenah dan menjadi orang yang lebih baik

    tiap hari harus semakin baik tho nduk

  15. Emmm… sepertinya saya pernah membaca sebuah novel yang memiliki kesamaan maksud, namun media untuk mencatanya adalah selembar nota, yang dapat dipasangkan dalam jarak 5 cm dari pandangan kita, sehingga pesan2 tersebut dapat terlihat setiap saat… (novelnya 5 cm)… hihihi

    Ini dari La Tahzan mas,mungkin ada kesamaan

Komentar ditutup.