Beranda > Renungan > Lupa atau Lalai

Lupa atau Lalai

5 Februari 2010

Sholat Jum’at dikomplexku ditandai dengan kekurang khusukan karena adanya bunyi handphone yang lumayan keras ketika sholat sedang berlangsung. Deringan pertama terjadi pada rakaat pertama ketika imam sedang membaca surat Al-Fatihah. Tampaknya pemilik handphone sadar karena handphone tidak terlalu lama berderingnya. Ketika imam membaca Surat Al-Jumuah terdengar deringan handphone lagi dari jamaah yang lain. Deringan berlangsung beberapa detik dan tidak segera dimatikan oleh pemiliknya. Pada saat sujud rakaat terakhir, terdengar deringan handphone lagi yang merupakan siaran ulang dari deringan pada saat rakaat pertama.

Mengapa handphone masih ada yang berdering padahal sebelum khatib naik mimbar untuk menyampaikan khutbah sudah ada pengumuman dari takmir masjid agar handphone di non aktifkan. Jawabannya hanya dua yaitu lalai dan lupa yang memang merupakan sifat manusia yang tak pernah sepi dari salah dan lupa.

Tak ada yang menegur pemilik handphone yang berbunyi karena semua tentu sepakat bahwa pemilik handphone sudah tertegur dengan sendirinya oleh bunyi handphone itu.

Kategori:Renungan Tag:, ,
  1. 5 Februari 2010 pukul 15:14

    keteledoran yang membawa bencana…
    yah bencana karena semua yang dengar jadi tidak khusu’
    apalagi kalau Ringtone lagu dangdut.

    atau lagu rock bang ha ha ha

  2. 5 Februari 2010 pukul 16:55

    Kalau saya masih memaklumi mungkin lupa, yang nggak bisa dimaklumi adalah begitu bunyi kenapa pemilik HP tidak segera mematikan, Bukankah gerkan mematikan HP tidak membatalkan sholat, lebih salah jika bunyi HP mengganggu seluruh peserta salat jamaah

    yang pertama tadi langsung dimatikan, tapi hp yang kedua dibiarkan sampai lama…jan ngganggu beneran tuh

  3. 5 Februari 2010 pukul 18:47

    walaupun ringtone nya lagu2 nasyid gitu, tetap saja mengganggu ya Dhe.
    sebaiknya memang sebelum sholat dimulai cek and recheck, apakah HP sudah dimatikan .
    salam.

    iya benar, apalagi lagu ayam den lapeh atau es lilin…

  4. 5 Februari 2010 pukul 19:14

    Kalau saya masih memaklumi mungkin lupa, yang nggak bisa dimaklumi adalah begitu bunyi kenapa pemilik HP tidak segera mematikan, Bukankah gerkan mematikan HP tidak membatalkan sholat, lebih salah jika bunyi HP mengganggu seluruh peserta salat jamaah

    kemarin ada yang langsung mematikan, tapi yg satu sampai mati sendiri lho..lama banget

  5. 5 Februari 2010 pukul 19:45

    iya tuh Dhe, sebenarnya niatnya mau sholat jumat atau engga siyh? mau ngadep Allah yang hanya brp menit itu saja kok ngga sopan. mengganggu org lain pula. semoga lain kali engga diulang lagi.

    Tiap Jumat mesti ada yg lupa lho yank

  6. 6 Februari 2010 pukul 06:45

    Menyapa sahabatku (Pak Dhe Cholik) yang belum pernah kujumpa dalam nyata hanya lewat maya, namun hati kita serasa bersama, kicau burung pagi singsing mentari mulai bersinar, mengikis embun beranjak hari, ku hadir membuka layar mengetikan kata buat sahabat tercinta ingin kuucapkan sepatah kata ” kaulah sahabatku” Tuhanku Yang Maha Kuasa, berikanlah pada sahabatku nun jauh disana kebahagiaan dan kedamaian serta taburkanlah cinta pada dirinya beserta keluarganya, semoga harapan dan Doa menjadikan kita lebih bersaudara.
    Salam Kedamaian- Penuh Kebahagiaan- Dengan Cinta

    namanya juga lupa, khilaf
    Ruang Hati.com
    ==========
    Selamat Berakhir Pekan, Have a nice weeekend

    Terima kasih atas dosanya semoga sahabt juga selalu sehat dan bahagia
    salam hangat dari Surabaya

  7. KangBoed
    6 Februari 2010 pukul 08:26

    😆😆😆😆😆

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    Jati diri bangsa membedakan antara kita dengan bangsa lain

    • 8 Februari 2010 pukul 07:02

      setuju, pancasila dan undang-undang dasar 1945

      bagus, nilanya 100 full

  8. 6 Februari 2010 pukul 08:27

    hahahaha pak DE salam sayang dari Bandung pak

    salam hangat dari Surabaya

  9. 7 Februari 2010 pukul 03:57

    masih mending.. disini malah baca sms tengah sholat pak hehehe

    SABUDI “sastra budaya indonesia”
    mari kita jaga bersama!

    ha ha ha…kacau, mungkin ada doa di smsnya kaleee

  10. 7 Februari 2010 pukul 10:31

    yang lupa bukan hanya yang sholat jum’at tak mematikan HP, bagi yang menghubungi pun harusnya punya perhitungan sendiri bahwa saat itu adalah shalat jum’at apakah tak bisa menunda sampai sekira 30 menit, sepenting apakah harus menelpon bila dibandingkan dengan gangguannya pada orang yang sedang shalat. Toh sama-sama tetap harus menunggu

    benar mas, walaupun istri mau melahirkan ya tunggu sebentar kan bisa ha ha ha

  11. 7 Februari 2010 pukul 21:12

    Salam Takzim
    Wah kalau saya seperti itu malunya bukan kepalang pakde, makanya saya kalau sholat jum’at mending dimatiin deh hp. disealent juga bikin ga khusu pakde
    Salam Takzim Batavusqu

    saya juga gak bawa handphone mas kalau sholat

  12. 7 Februari 2010 pukul 21:25

    pemilik handphone cuma pengen semua orang tahu kalau dia punya handphone yah huehehehe

    benar kalee mas, soalnya sudah di tenteng2 kok ngga ada yang memperhatikan he he he

  13. 8 Februari 2010 pukul 07:01

    setuju dengan pakdhe

    harus setuju donk

  14. 8 Februari 2010 pukul 13:46

    atau jangan2 tidak bisa mbaca pa’ dhe..:-D

    lha wong diumumkan keras2 je mas

  15. 9 Februari 2010 pukul 22:25

    mungkin dia lupa matiin hape nya ato dia lupa kalo dia lagi sholat jumat😀

  16. 10 Februari 2010 pukul 14:16

    9an99u ban9ed tuch dhe,masa nda isa menin99alkan HP sebentar ajah yah ?

  1. No trackbacks yet.
Komentar ditutup.
%d blogger menyukai ini: